Bolehkah Ibu Menyusui Saat Sakit

Bolehkah Ibu Menyusui Saat Sakit

Bolehkah Ibu Menyusui Saat Sakit

Menjadi seorang ibu memang menjadi hal yang menyenangkan. Tidak hanya bisa menyaksikan si buah hati tumbuh dengan tingkahnya yang lucu, anda terutama yang baru pertama kali melahirkan tentu mendapatkan pengalaman yang mengesankan bersama buah hati anda bukan?.

Mereka seolah menjadi penghibur saat penat mampir di tengah keluarga kecil Anda. Tak heran jika banyak orang beranggapan bahwa kehadiran buah hati menjadi kado teristimewa dalam membina rumah tangga.

Namun tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda sebagai orang tua pun dituntut untuk bisa merawat mereka dengan sepenuh hati, menyayangi dan mencukupi segala hal yang menjadi kebutuhan mereka. Salah satunya adalah menyuplai nutrisi yang nantinya akan berpengaruh terhadap kecerdasan mereka.

Gizi yang mereka perlukan tentu saja berbeda dengan orang dewasa. ASI atau air susu ibu memang menjadi pilihan paling tepat dan sangat direkomendasikan. Berbekal senyawa baik nan kompleks yang dimiliki, asi disebut-sebut sebagai asupan paling mutakhir dan baik untuk mendukung perkembangan buah hati Anda.

Bolehkah Ibu Menyusui Saat Sakit

400 nutrisi lengkap yang tersemat di dalamnya juga mampu menangkal beragam penyakit dan meningkatkan sistem imunitas buah hati Anda. Sehingga bukan hal yang asing lagi apabila banyak ibu diluar sana mendambakan asi eksklusif untuk anak kesayangannya. Tak hanya memasok zat yang mereka perlukan, ikatan batin antara ibu dan bayi pun semakin kuat.

Namun bagaimana dengan kabar yang menanyakan bolehkan ibu menyusui saat sakit? Bagaimana dengan kualitas asi yang dihasilkan? Apakah hal ini juga akan berimbas untuk kesehatan buah hatinya? Inilah yang menjadi pertanyaan mayoritas ibu di luar sana.

Nah, jika Anda salah satu dari mereka, sebaiknya Anda kini Anda tidak perlu khawatir lagi. dengan mengumpulkan info sebanyak mungkin berkaitan dengan hal ini dan sering berkonsultasi, maka kekhawatiran Anda perlahan sirna karena sudah mengantongi wawasan yang pasti.

Seringkali banyak wanita yang memutuskan untuk berhenti menyusui sementara. Akibatnya, asi menjadi terhambat. Kalau sudah begini, bayi yang menanggung resikonya. Sebetulnya suplai asi tidak perlu dihentikan asalkan Anda dapat menangkal penularan pada bayi.

Penularan saat ibu sedang menyusui sebenarnya dapat diatasi dengan menggunakan masker atau obat-obatan. Anda tidak perlu cemas karena antibodi yang dibentuk saat ibu menyusui akan bekerja dengan sendirinya. Sehingga zat ini akan memproteksi bayi dari kemungkinan perpindahan penyakit.

Jadi, jawaban yang benar berhubungan dengan bolehkah ibu menyusui saat sakit ini juga tidak terlalu bahaya apabila dikaitkan dengan obat-obatan atau ramuan yang Anda konsumsi. Selama masih dalam batas wajar dan bukan merupakan obat anti kanker atau radioaktif maka semuanya akan aman saja. Konsultasikan juga dengan orang terdekat Anda yang pernah menyusui.

Selain pengetahuan bolehkah ibu menyusui saat sakit, ada juga info gangguan kesehatan yang sering dialami oleh ibu menyusui dan cara mengatasinya.

  1. Flu atau demam

Anda bisa mengenakan masker agar virus tidak menyebar ke bayi anda ketika sedang menyusui. Flu atau batuk memang gampang sekali menular. Anda bisa memeriksakan ke dokter, dan menebus obat yang nantinya akan memulihkan kondisi kesehatan Anda.

  1. Diare

Penyakit yang selanjutnya ini dapat mengakibatkan dehidrasi sehingga ibu menyusui harus tetap menyuplai cairan sesuai porsi yang dibutuhkan setiap harinya. Atur juga pola makan Anda dan jauhi makanan yang dapat menjadi pemicu diare yang semakin parah. Biasakan untuk mencuci tangan sebelum makan.

  1. Hepatitis A

Rasanya begitu mengerikan saat Anda mendengar penyakit ini. tapi bagi anda yang menderitanya, Anda bisa bernafas lega lantaran belum ditemukan penelitian yang benar mengenai penularan hepatitis A melalui ASI. Rajinlah untuk membersihkan tangan sebelum menyusui. Konsumsi obat hepatitis A tidak akan berimbas kepada produksi dan kualitas ASI.

  1. Diabetes

Selain disebut sebagai penyakit yang mematikan, diabetes sebagai momok yang dekat dengan lifestyle ini juga bisa saja diderita oleh ibu yang sedang menyusui. Berbahagialah Anda karena perubahan hormon di dalam tubuh akan mencegah peningkatan kadar gula darah sehingga membuatnya lebih baik.

Misal peranan hormon oksitosin yang dapat menghilangkan stress.

Bagaimana? Masih bingung dengan anggapan bolehkah ibu menyusui saat sakit?.

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Mie Instan?

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Mie Instan

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Mie Instan?

Memiliki momongan memang menjadi hal yang menyenangkan. Kehadiran buah hati tidak bisa dipungkiri menjadi kado terindah bagi mereka yang telah lama membina hubungan rumah tangga. Ya, tawa serta tangis dari malaikat kecil itu seolah menjadi kado paling istimewa untuk menemani hari-hari mereka. Melepas penat dan mencurahkan segenap kasih sayang.

Namun tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, sebagai orang tua khususnya ibu anda pun harus bisa menjadi pendidik yang baik bagi mereka. Mau atau tidak, anda harus mengerahkan waktu dan tenaga untuk merawat mereka dengan baik. Termasuk menyuplai asi yang menjadi makanan pokok dalam keseharian mereka.

Saking pentingnya asi, ia bahkan disinyalir mampu melengkapi hingga 400 nutrisi kompleks untuk mendorong perkembangan baik secara afektif maupun kognitif pada bayi anda. keunggulan lain yang ditawarkan oleh asi ialah dapat menghambat datangnya penyakit yang mengancam kesehatan bayi seperti infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), radang pencernaan (gastroenteritis), sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh mereka.

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Mie Instan

Begitu hebatnya asi, ia bahkan tidak bisa tergantikan dengan susu formula yang anda beli dengan harga fantastis sekalipun. Maka tak heran jika menilik kelebihannya yang super duper ini banyak ibu yang kemudian memutuskan untuk memberikan asi eksklusif untuk bayi mereka.

Tetapi tak menutup kemungkinan jika pemahaman ibu di luar sana mengenai asi juga masih sangat terbatas. Ada saja mitos yang menyebutkan bahwa makanan pedas dan minuman es dapat mengganggu kesehatan si buah hati. Termasuk dengan pertanyaan bolehkah ibu menyusui makan mie instan. Seperti yang kita ketahui, makanan cepat saji ini menjadi santapan favorit bagi banyak orang.

Sebenarnya bagi ibu menyusui tidak boleh asal-asalan dalam menentukan menu makanan apalagi mie instan. Karena apapun yang masuk ke dalam tubuh akan berimbas pada kualitas asi yang dihasilkan. Proses laktasi ini akan berpengaruh terhadap jumlah maupun rasa asi.

Mie instan selama ini dirasa sebagai alternatif yang paling mengenyangkan karena bahan pembuatannya sendiri terbuat dari terigu yang mampu memasok karbohidrat dalam jumlah yang mencukupi. Meski banyak pro dan kontra berkaitan dengan bolehkah ibu menyusui makan mie instan tetapi panganan ini nyatanya tetap digemari oleh masyarakat. Selain enak, tak perlu waktu lama untuk mengolahnya.

Makanan ini juga diperkaya dengan gluten yang menjadikan mie instan terasa kental dan mengembang. Tapi ada sebagian orang yang susah dalam mencerna gluten ini karena rusaknya daya tahan tubuh yang membuat gluten dapat memperburuk kondisi dinding pada usus halus.

Di samping itu, mie instan juga menyumbang prosentase cukup besar untuk lemak jenuh, yakni 4-8 gr. lemak ini tidak menutup kemungkinan dapat menjadi lemak jahat yang bisa memenuhi 40 persen dari keseluruhan kebutuhan lemak setiap harinya. Walaupun mie intan dilengkapi dengan beberapa vitamin dan mineral, namun belum cukup untuk melunasi takaran yang anda perlukan. Khususnya bagi ibu menyusui yang butuh nutrisi berlipat.

Untuk memperdalam wawasan Anda mengenai bolehkah ibu menyusui makan mie instan, berikut beberapa mitos dan fakta yang menyertainya.

  1. Mie instan kenyal karena bahan dasarnya karet

Ini sama sekali tidak benar karena kekenyalan pada mie instan disebabkan oleh gluten dari tepung terigu. Gluten juga banyak ditemukan pada gandum.

  1. Mengandung pengawet makanan

Bahan pengawet di dalam mie instan telah melalui seleksi ketat dari BPOM sebagai badan resmi milik pemerintah yang mengawasi obat dan makanan yang beredar dalam masyarakat. BPOM sendiri menyatakan pengawet dalam mie instan masih wajar.

  1. Menggunakan lilin

Mie instan yang keruh sama sekali tidak menyertakan lilin. Itu merupakan minyak sisa deep fring atau sebuah teknik pengawetan yang menggunakan minyak panas untuk mengurangi kadar air dalam mie.

  1. Air sisa rebusan harus dibuang

Ini sama saja Anda menyia-nyiakan mineral dan vitamin yang ada di dalamnya.

  1. Punya kandungan MSG tinggi

Senyawa msg atau penyedap rasa memang terdapat dalam mie instan, namun masih dalam batas yang aman. Kecuali untuk beberapa orang yang alergi dengan msg, mereka bisa merasakan pusing atau migrain saat mengkonsumsinya.

Bolehkah ibu menyusui makan mie instan sepenuhnya tergantung pada Anda. Tentu Anda bisa mempertimbangkan bagaimana efeknya.

5 Cara Mengatasi Gigitan Bayi Saat Menyusui

5 Cara Mengatasi Gigitan Bayi Saat Menyusui

5 Cara Mengatasi Gigitan Bayi Saat Menyusui

Memiliki momongan memang menjadi hal yang menyenangkan. Terlebih bagi pasangan yang sudah sejak lama membangun biduk rumah tangga. Kehadiran buah hati tidak bisa dipungkiri menjadi kado teristimewa di tengah keluarga kecil mereka, seolah menjadi penghibur setelah seharian penuh berkutat dengan rutinitas harian.

Bagi Anda yang merupakan seorang ibu, kemungkinan waktu yang Anda habiskan untuk mengurus si kecil mungkin lebih banyak. Terutama saat mereka sedang memasuki masa pertumbuhan seperti sekarang ini. Selain harus mengerahkan waktu dan tenaga, Anda juga harus mencurahkan perhatian dan kasih sayang.

Tak cukup sampai disitu saja, sebagai ibu yang baik, Anda pun harus mencukupi kebutuhan asi yang notabene menjadi makanan pokok mereka saat sehari-hari. Khususnya saat mereka sedang melewati masa keemasan 0-6. Asi yang disebut-sebut mampu menyumbang nutrisi kompleks ini tak hanya berperan dalam memenuhi keperluan gizi si buah hati saja.

5 Cara Mengatasi Gigitan Bayi Saat Menyusui

Air susu ibu disinyalir mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak Anda, mendukung perkembangan otak, serta mencegah beberapa penyakit berbahaya yang mampu menghambat kegiatan mereka. Tak heran jika mayoritas ibu memilih untuk memberikan asi eksklusif bagi buah hati mereka.

Asi yang diberikan selepas persalinan tanpa jadwal serta pendamping ini akan berlangsung sampai bayi berumur enam bulan dan akan dihentikan saat mereka menginjak 2 tahun.

Problema yang acapkali terjadi ialah saat si buah hati beranjak besar mereka seringkali menggigit ketika sedang disusui. Hal inilah yang mendasari tumbuhnya gigi pada mereka. Pemicunya karena gusi terasa gatal sehingga ketika sedang menghisap payudara, ia pun enggan melepasnya agar rasa gatal berkurang.

Akibatnya, puting sang ibu lecet dan terkadang merasa perih. Namun sebetulnya Anda tidak perlu khawatir, berbekal cara mengatasi gigitan bayi saat ibu menyusui, persoalan anda ini akan dituntaskan. Jadi ada baiknya jika Anda tidak usah terlalu cemas dan paranoid, pastikan Anda mengantongi sejumlah referensi dari sumber yang terpercaya. Konsultasikan dengan dokter lebih dulu juga tidak ada salahnya. Lalu Anda bisa memilah dan menerapkannya dengan penuh kehati-hatian.

Selengkapnya, berikut sederet cara mengatasi gigitan bayi saat ibu menyusui.

  1. Bersikap tetap tenang

Saat anak Anda menggigit puting, usahakan anda tetap tenang dan santai. Meski terkadang Anda tidak bisa menahan rasa sakit yang merupakan akibat dari gigitannya. Sebab jika Anda teriak, gigitannya akan terasa semakin kencang. Mengapa? Anak akan cenderung kaget saat mereka mendengar teriakan yang keras sehingga ia menguatkan gigitannya.

  1. Berikan pelukan dan ciuman

Cara mengatasi gigitan bayi saat ibu menyusui ini sangatlah gampang dan jarang sekali diterapkan oleh ibu di luar sana. Belum banyak yang tahu jika dengan mencium dan memeluk buah hati Anda dengan lembut secara berulang-ulang dapat membuat mereka melepaskan puting payudara sang ibu.

Hal ini bisa saja terjadi lantaran efek nyaman yang ditimbulkan. Kontak kulit dengan kulit juga akan membuat jalinan batin Anda dan si kecil lebih erat. Sehinga Anda tidak perlu ragu menerapkan alternatif yang jitu ini.

  1. Siapkan jari tangan

Terobosan baru yang bisa Anda aplikasikan adalah dengan menyelipkan ujung jari kelingking di samping mulut si buah hati hingga membuatnya mau untuk melepas gigitan. Jari selama ini memang dikenal sebagai media proteksi yang cukup handal. Tapi anda pun harus mempraktekkan cara mengatasi gigitan bayi saat ibu menyusui ini dengan hati-hati. Jangan sampai mereka merasa terganggu.

  1. Lebih memahaminya

Sang ibu harus lebih paham kapan sebenarnya si buah hati dilanda lapar dan bosan menyusu. Ini akan lebih mudah seiring dengan berjalannya waktu dimana Anda mampu mengenali kebiasaannya. Jangan pernah memberinya asi ketika ia tidak benar-benar lapar sebab nantinya ia hanya menggigit-gigit saja.

  1. Berikan mainan karet

Cara mengatasi gigitan bayi saat menyusui yang terakhir adalah dengan menyediakan mainan karet yang aman bagi mereka. Mainan ini nantinya bisa menjadi pengganti saat gusi mereka gatal, sehingga bisa digigit. Ibu dapat memamerkan mainan ini sesudah dan sebelum menyusui.

Itulah 5 trik dan tips yang bisa Anda aplikasikan saat dirundung pilu lantaran buah hati Anda terus menggigit puting.

7 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui

7 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui

7 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui

Menjadi seorang ibu nyatanya memang menyenangkan. bagaimana tidak? dialah orang yang palig berperan dalam memantau tumbuh kembang si buah hati. Sebab sang ayah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah. Namun bukan berarti mereka bisa bernafas lega tanpa memperhatikan apa yang menjadi kewajibannya.

Ya, sebagai orang tua mereka tentu mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya. Mulai dari sandang pangan papan serta kasih sayang yang menjadi hal mutlak. Sehingga jalinan kuat antara mereka bukan sekedar fiktif belaka. Dengan ibu rutin memberikan asi atau air susu ibu maka akan terjadi skin to skin contact yang kemungkinan besar membuat anaknya paham dengan ibunya sendiri.

Asi ternyata tak hanya berperan sebagai makanan pokok yang harus dicukupi setiap harinya, cairan berwarna putih ini juga menyumbang 400 nutrisi kompleks yang terbukti mampu mendukung perkembangan buah hati secara optimal. Baik untuk kecerdasan kognitif maupun efektifnya. Di samping itu, air susu ibu juga mampu menangkal penyakit berbahaya dan meningkatkan kekebalan tubuh mereka.

7 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui

Setiap ibu tentu menginginkan agar produksi ASInya melimpah dan berkualitas. Sebab dari sinilah bayi akan mendapatkan suplai makanan yang bagus untuk mensupport pertumbuhan mereka. Dengan segudang kelebihan yang ditawarkan bahkan tak bisa Anda jumpai pada merk susu formula mana pun, tak heran jika banyak ibu memutuskan untuk memberikan asi eksklusif kepada buah hatinya.

Namun pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana cara merawat payudara saat menyusui? Terutama pada bagian puting susu yang sangat penting dalam proses menyusui ini. ibu haruslah rajin melakukan perawatan agar memberikan kenyamanan bagi buah hati. Mulai dari perawatan tradisional hingga modern bisa Anda coba. Semua tergantung pada kepercayaan anda saja.

Beberapa metode yang disuguhkan memang mengharuskan anda untuk mengeluarkan banyak uang. Tapi dengan bekal pengetahuan cara merawat payudara saat menyusui yang bisa Anda dapat dari internet, buku, atau dokter, tidak menutup kemungkinan jika Anda bisa menekan budget untuk biaya ini.

Selengkapnya, berikut tips dan trik yang bisa juga Anda aplikasikan.

  1. Bra yang tepat

Seperti yang anda ketahui selama ini, bra menjadi salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan perempuan sehari-hari. Namun sebagai ibu menyusui, anda pun harus selektif dalam membeli bra ini. Pastikan bra yang anda pakai memiliki kemampuan yang bagus dalam menyerap keringat. Cupnya sesuai dengan ukuran payudara Anda.

Pilihlah bra khusus ibu menyusui yang tidak terlalu sempit dan mampu menyangga payudara dengan baik. Hal ini berguna saat Anda ingin memberikan asi bagi buah hati.

2. Bersihkan puting Anda menggunakan air hangat

Selain menimbulkan kesan yang rileks bagi tubuh, air hangat juga menempati cara merawat payudara saat menyusui yang murah dan mudah. Bersihkan payudara Anda menggunakan air hangat setelah selesai mandi. Jangan sampai puting Anda terkena sabun mandi. Ini justru dapat membuatnya kering sehingga lapisan puting dapat terkelupas dan menimbulkan rasa nyeri saat Anda menyusui.

3. Nipple corector

Jika Anda memiliki jenis puting yang melesak ke dalam, cobalah memakai alat penarik puting. Namun alat ini dapat membuat puting Anda menonjol dalam waktu yang cepat. Perlu waktu yang cukup lama, jadi Anda harus sabar mengaplikasikannya. Jika perlu, konsultasikan lebih dulu dengan dokter.

4. Melakukan latihan gerakan otot pada badan yang dapat berfungsi sebagai penopang payudara. Cara merawat payudara saat menyusui ini juga mampu memperlancar produksi asi dan mempertahankan bentuk payudara setelah menyusui.

5. Pijatan

Teknik ini bisa Anda lakukan dengan memijat puting dan sekitarnya dengan ibu jari dan telunjuk. Anda bisa memanfaatkan minyak kelapa atau minyak zaitun agar kulut mati pada puting dapat terkelupas dan menjaganya agar selalu lembab.

6. Ambil beberapa tetes asi dan oleskan di area puting setelah menyusui. Ini dapat menyembuhkan dan biarkan hingga kering sebelum payudara di tutup dengan bra.

7. Bila puting nyeri akibat cara mengisap asi oleh bayi yang salah, cobalah untuk ganti posisi dengan menyusui dari puting satunya yang tidak sakit. Berikan asi sebelum buah hati Anda lapar agar tidak menggigit saat menyusui.

Semoga bermanfaat.

 

Inilah Cara Posisi Menyusui Yang Benar

cara posisi menyusui yang benar

Inilah Cara Posisi Menyusui Yang Benar

Asi tidak bisa dipungkiri menempati peran yang signifikan dalam menyokong tumbung kembang bayi. Keberadaan zat gizi yang lengkap di dalamnya diketahui mampu menyuplai sekitar 400 nutrisi yang sempurna guna mensupport kecerdasan buah hati anda.

Tak hanya itu saja, senyawa baik yang terdapat di dalam air susu ibu juga tidak bisa digantikan oleh susu formula merk apapun. Jadi, tidak heran jika banyak ibu yang berkeinginan untuk memberikan asi esklusif bagi buah hatinya.

Manfaat lain yang bisa didapat dari asi eksklusif ini ialah mencegah penyakit yang berbahaya bagi kesehatan anak seperti infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), gangguan pencernaan (gastroenteritis), hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.

Di samping mengkonsumsi makanan yang bisa membuat asi ibu melimpah, mengetahui cara posisi menyusui yang benar juga menjadi pengetahuan yang wajib dikuasai oleh Anda. Dengan begini, asi yang Anda pasok dapat tersalurkan dengan baik dan bayi pun akan merasa nyaman saat mereka mendapatkan asupan untuk mendorong pertumbuhannya. Berbekal wawasan ini, impian Anda untuk memperoleh anak sehat sekaligus cerdas akan terwujud.

cara posisi menyusui yang benar

Sebelum anda mengaplikasikan cara posisi menyusui yang benar, ada baiknya jika Anda mempersiapkan segala perlengkapannya. Ibu disarankan untuk mengenakan bra khusus menyusui yang pada bagian depannya terdapat kait atau kancing yang bisa dibuka. Teknik ini digunakan untuk menghindari tersumbatnya ASI serta peradangan payudara pada jaringannya.

Sementara untuk mengantisipasi kebocoran air susu yang tumpah di bra, ibu dapat menggunakan bantalan payudara (breast pad) yang diletakkan di depan bra.

Ada dua posisi yang direkomendasikan bagi bayi dan ibu ketika proses pemberian asi ini berlangsung.

  1. Berbaring miring

Ini bisa dikatakan sebagai posisi terbaik untuk Anda yang baru pertama kali memberi asi. Anda juga bisa memposisikan badan dengan berbaring dan miring saat merasa lelah atau nyeri.

  1. Duduk

Jika Anda memilih metode yang kedua ini, maka Anda harus menyediakan topangan atau sandaran pada punggung dengan posisi tegak lurus atau 90 derajat terhadap pangkuannya. Anda bisa duduk bersila di atas tempat tidur, lantai, atau duduk di kursi.

2 cara posisi menyusui yang benar tersebut akan memaksimalkan bentuk payudara dan memberi ruang untuk menempatkan bayi dengan tepat. Badan bayi dan ibu harus berhadapan dan mulut bayi diarahkan ke puting susu ibu. Leher bayi harus sedikit ditengadahkan.

Sebaiknya topang bayi pada bahu sehingga letak kepalanya yang tengadah dapat dipertahankan. Topanglah kepala dengan jari-jari tangan yang telentang atau pada lekukan siku ibunya. Akan lebih mudah lagi jika bayi sudah dipakaikan gurita atau dibungkus, sehingga tangannya berada di samping badan. Jika mulut bayi disentuhkan dengan pelan ke puting susu maka ia akan membuka mulutnya dengan lebar.

4 cara posisi menyusui yang benar di bawah ini juga bisa Anda jadikan sebagai referensi.

  1. The cradle

Mendekap dan teknik ini baik bagi bayi yang baru lahir. Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk melakukan the cradle ini. Apabila Anda meletakkan bayi di perut jadikan kulit Anda dan kulitnya bersentuhan lalu biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda dan letakkan kepalanya pada siku Anda.

  1. The cross cradle hold

Anda bisa menyebutnya sebagai posisi mendekap silang. Satu lengan menyokong tubuh bayi dan lainnya menyangga kepala, hampir serupa dengan posisi duduk hanya saja Anda memerlukan pengontrolan yang lebih besar atas kepala bayi. Ini sangat dianjurkan untuk bayi yang prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.

  1. The football hold

Pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seperti Anda sedang memegang bola kaki. Bagi Anda yang melahirkan dengan proses caesar atau mempunyai payudara besar, cara posisi menyusui yang benar ini sangat recommended. Anda juga butuh bantal untuk menopang bayi.

  1. Saddle hold

Terobosan yang ke-4 ini bisa dikatakan sebagai alternatif yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Terutama saat si kecil sedang sakit telinga atau pilek. Posisikan bayi Anda dalam keadaan duduk tegak mengangkangi Anda sendiri.

Demikian cara posisi menyusui yang benar. Semoga bermanfaat.

 

 

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Pedas Dan Minum Es

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Pedas Dan Minum Es

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Pedas Dan Minum Es ?

Menjadi seorang ibu memang menjadi idaman banyak orang. Terlebih bagi mereka yang sudah lama membina hubungan rumah tangga. Kehadiran buah hati seolah menjadi kado paling istimewa bagi setiap pasangan. Tak heran jika banyak dari mereka yang rela menempuh berbagai cara demi bisa memperoleh momongan.

Tidak hanya sampai disitu saja, begitu anda berhasil memiliki buah hati. Anda pun harus mau mengerahkan waktu dan tenaga untuk menjaga mereka. Memantau tumbuh kembangnya serta memberikan asupan yang baik untuk mendukung pertumbuhan si kecil.

Salah satunya adalah menyuplai asi. Ya, nutrisi lengkap yang terkandung di dalam asi disebut-sebut sebagai gizi yang sempurna dan tidak bisa ditemukan dalam susu formula jenis apapun. Bahkan senyawa baik yang terdapat di dalamya ditengarai mampu membuat buah hati Anda menjadi anak yang cerdas serta memiliki kekebalan tubuh yang bagus.

Air susu ibu sebagai makanan pokok terutama saat si kecil menginjak masa keemasan yakni 0-6 bulan bahkan bisa mencegah infeksi telinga, gangguan pada pencernaan, serta melindungi buah hati anda dari serangan penyakit yang berbahaya.

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Pedas Dan Minum Es

Sayangnya, dengan segudang manfaat yang ditawarkan oleh asi, masih ada saja mitos atau berita-berita buruk yang menjadi momok menakutkan bagi ibu. Diantaranya adalah mengenai bolehkah ibu menyusui makan pedas dan minum es. Padahal seperti yang Anda ketahui, kebanyakan orang sangat suka dengan kedua tipe makanan ini. Namun karena ketakutan yang teramat sangat, para ibu diluar sana rela menghindari hidangan pedas dan segar ini.

Sebenarnya tidak terlalu berpengaruh ketika Anda hanya makan pedas dalam porsi kecil saja. artinya, Anda bisa mempertimbangkan seberapa banyak kadar yang bisa Anda konsumsi agar kesehatan Anda dan si buah hati tidak terganggu. Kemudian, hindari juga hidangan dengan level pedas yang sudah diluar batas. Khususnya, seperti sekarang ini banyak beredar jajanan serba pedas yang bisa membuat siapa pun ketagihan.

Pikirkan lagi pengaruh ibu menyusui makan pedas dan minum es yang akan Anda dapatkan ini.  Selain beresiko terkena asam lambung atau sakit perut bahkan diare, kualitas asi yang harus Anda berikan kepada buah hati pun bisa saja menurun karena segala sesuatu yang Anda konsumsi juga akan berimbas pada rasa asi yang menjadi makanan pokok mereka. Jika pengetahuan Anda seputar hal ini belum begitu memadai, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau mengumpulkan wawasan sebanyak mungkin.

Melalui posyandu Anda juga dapat menanyakan kepada bidan, seperti apa makanan yang direkomendasikan dan yang harus anda hindari untuk sementara waktu selagi proses menyusui berlangsung. Meski cabai pada dasarnya dibekali dengan kandungan vitamin C yang menggiurkan, tetapi apabila Anda mengonsumsinya tanpa aturan ini justru bisa menimbulkan efek samping yang fatal.

Tidak bisa dielak bahwa menjadi seorang ibu memang memerlukan perjuangan yang sangat berat. Bebannya selama 9 bulan masih harus dibarengi dengan ketelatenan menyusui dan merawat buah hatinya dengan penuh cinta kasih.

Kabar seputar beberapa makanan atau minuman pun harus menjadi pantangan baginya. Entah itu menurut saran dokter atau hal yang sifatnya turun temurun sejak dulu. Minum es misalnya. Selepas melahirkan, mereka yang hobi dengan dunia kuliner utamanya minuman dingin harus mengorbankan kesukaannya ini lantaran takut dihinggapi permasalahan bagi kesehatan si anak.

Jika si ibu minum es maka akan membuat anak menjadi flu. Padahal antara es dan flu tidak ada hubungannya sama sekali. Bahkan belum ada penelitian yang mampu menjadi dasar bahwa flu disebabkan oleh es atau minuman dingin yang dikonsumsi oleh ibu. Pemicu flu pada bayi sendiri biasanya diakibatkan oleh cuaca, virus, hingga kekebalan tubuhnya yang terkadang masih rentan dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Apabila secara tiba-tiba bayi terserang penyakit, bisa saja dikarenakan gizinya tidak dicukupi atau tertular oleh si ibu. Namun ada baiknya jika ibu dalam kondisi kurang sehat untuk tidak minum es karena bisa membuat tenggorokan radang dan berpotensi menular pada bayi. Sehingga ibu yang sedang memberi asi eksklusif dihimbau untuk menjaga kesehatannya.

Demikian sedikit info mengenai pengaruh ibu menyusui makan pedas dan minum es. Semoga bermanfaat.

Cara Menyusui Di Tempat Umum

Cara Menyusui Di Tempat Umum

Cara Menyusui Di Tempat Umum

Menyusui menjadi hal wajib yang perlu dilakukan seorang ibu untuk anaknya. Menyusui dapat ibu lakukan dimana pun dan kapan pun saat si bayi menangis meminta ASI. Oleh sebab itu, sebagai seorang ibu yang sedang menyusui harus siap siaga. Seorang ibu harus rela menyusui dimana saja meskipun itu adalah tempat umum demi anaknya.

Walaupun rasa malu mungkin melanda namun seorang ibu harus berkorban demi anak tercintanya. Akan tetapi bagi ibu-ibu yang sedang mengalami hal ini sebaiknya tidak perlu khawatir, sebab ada cara menyusui di tempat umum yang akan membuat Anda nyaman serta tidak merasa malu.

Cara Menyusui Di Tempat Umum

  1. Menggunakan Pakaian yang Tertutup

Ketika menyusui payudara pasti akan terlihat jika tidak ditutup. Maka dari itu, ibu bisa memakai pakaian dengan ukuran yang besar dan bisa menutup pada bagian payudara meski sedang menyusui.

Ibu bisa memakai pakaian oversize sehingga akan mudah untuk menutupi payudara. Menyusui di tempat umum maka menjadi hal yang mudah jika ibu memakai pakaian tertutup, jadi rasa malu bisa dikurangi.

  1. Selalu Membawa Kain

Membawa kain yang cukup lebar bisa membantu ibu ketika menyusui di tempat umum. Kain tersebut bisa digunakan untuk menutupi payudara beserta muka bayi yang sedang menyusui. Ini adalah cara menyusui di tempat umum yang aman yang bisa dilakukan saat si bayi menangis meminta ASI. Maka hal ini akan aman dan ibu bisa menyusui dengan nyaman.

Selain kain, ibu juga bisa menggunakan kain gendong anak yang panjang atau manual. Dengan kain ini selain untuk menggendong juga multifungsi bisa menutupi dada saat menyusui. Sekarang ini juga sudah ada kain khusus penutup dada ketika menyusui, jadi lebih praktis dan nyaman. Ibu bisa membelinya khusus di toko bayi ataupun secara online.

  1. Mencari Tempat Khusus Menyusui

Sekarang di tempat umum seperti kantor, mall, dan tempat umum lainnya sudah banyak yang menyediakan ruangan khusus untuk ibu menyusui. Nah bagi ibu yang sedang berada di kantor dan bayinya tiba-tiba menangis ingin minum ASI bisa segera menuju tempat tersebut. Di tempat inilah ibu bisa menyusui dengan nyaman dan tidak usah merasa malu karena laki-laki tidak boleh masuk ke tempat ini.

  1. Menggunakan Kerudung

Bagi ibu menyusui yang mengenakan kerudung inilah manfaatnya. Manfaat dari menggunakan kerudung salah satunya adalah bisa menutupi payudara ketika menyusui.

Ibu bisa menggunakan kerudung yang cukup panjang supaya bisa menutupi bagian dada dengan sempurna. Dengan begitu menyusui di tempat umum pun tidak menjadi masalah.

Untuk kerudung sendiri pilihlah yang bahannya enak dipakai karena akan berpengaruh juga kepada si bayi. Ketika si bayi ditutup dengan kerudung bisa saja merasa tidak nyaman dan akhirnya malah menangis. Jadi pilih kerudung dengan bahan yang adem dan juga ringan.

  1. Mencari Tempat Tertutup

Tempat tertutup adalah solusi yang bisa ibu lakukan jika malu menyusui anaknya di tempat umum. Dan cara menyusui di tempat umum ini juga aman, sehingga ibu bisa menyusui dengan nyaman. Carilah tempat tertutup yang memang bersih, aman, dan nyaman sehingga tidak akan mengganggu kenyamanan.

Jika ibu sedang bersama teman ataupun saudara perempuan maka minta bantuannya untuk menjaga dan mengawasi siapa tahu ada orang yang melihatnya.

  1. Menyusui Di Dalam Mobil

Bagi ibu menyusui yang memarkirkan mobilnya di parkiran maka bisa ibu menyusui di dalam mobil. Cara menyusui di tempat umum ini bisa membuat ibu menyusui dengan leluasa karena tertutup dan lebih aman. Di dalam mobil ibu juga bisa menyusui sambil bersantai. Dengan ini bayi juga lebih nyaman sehingga pemberian ASI pun bisa berkualitas.

Menyusui memang susah-susah gampang dan menjadi kewajiban seorang ibu setelah melahirkan anaknya. Jadi usahakan untuk berikan yang terbaik untuk si anak terutama dalam hal menyusui. Menyusui yang berkualitas bisa ibu berikan yang pada akhirnya juga akan memengaruhi psikologis si bayi. Sebab dengan menyusui akan terjalin ikatan batin yang kuat antara ibu dan juga anak. Oleh sebab itu jadikan kegiatan menyusui sebagai quality time bersama si bayi.

Nah, sedikit info diatas tentang cara menyusui di tempat umum semoga bisa bermanfaat untuk para ibu menyusui.

Tips Aman Memilih Bra Untuk Ibu Menyusui

Tips Aman Memilih Bra Untuk Ibu Menyusui

Tips Aman Memilih Bra Untuk Ibu Menyusui

Buah dada yang mulai membesar ketika hamil membuat seorang ibu harus menggunakan bra yang berukuran sesuai dengan kebutuhan. Dan setelah bayi lahir biasanya bra yang biasanya dipakai ketika hamil ukurannya sudah tidak sesuai lagi. Maka dari itu pasca melahirkan ibu butuh bra yang ukurannya sesuai dan pastinya memudahkan ketika menyusui si buah hati.

Bra meski terlihat sepele ternyata memiliki manfaat untuk mendukung proses laktasi. Bra khusus ibu menyusui biasanya didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan bra yang bisa menyangga payudara dengan baik. Selain itu bra untuk ibu menyusui dirancang dengan cup terbuka. Dan ibu bisa membuka flap pada cup, jadi bayi dapat menyusu tanpa harus membuka seluruh bra.

Bagi ibu yang saat ini sedang kesulitan mencari bra mana yang baik untuk menyusui, maka berikut ini adalah cara memilih bra untuk ibu menyusui yang aman dan juga nyaman.

Tips Aman Memilih Bra Untuk Ibu Menyusui

  1. Pilih Ukuran Bra yang Sesuai

Cara pertama yang bisa ibu lakukan untuk memilih bra untuk ibu menyusui adalah pilihlah yang ukurannya sesuai dengan ukuran payudara. Hal ini bisa membuat bayi lebih nyaman saat menyusui.

Kemudian hindari memilih bra yang ukurannya ketat karena bisa membuat ibu menjadi tidak nyaman ketika payudara sedang membesar. Selain itu memilih bra yang terlalu ketat dapat mengakibatkan sakit dan juga membuat payudara menjadi tertekan.

  1. Flap Pada Bra Mudah Dibuka

Biasanya bayi menangis minta ASI di waktu yang tidak terduga dan bisa kapan saja. Maka dari itu, ibu perlu mengetahui kondisi ini dengan cara memilih bra dengan flap yang mudah dibuka. Perlu diketahui juga bahwa untuk kondisi terbaik sebaiknya flap bisa dibuka dengan mudah menggunakan satu tangan. Hal ini karena ketika bayi ingin menyusu lengan ibu yang satu menyangga bati jadi akan kesulitan saat memulai proses laktasi.

  1. Pilih Bra yang Nyaman

Memilih bra untuk ibu menyusui adalah hal penting dan wajib untuk ibu lakukan. Dengan bra yang nyaman maka ketika ibu melakukan aktivitas sehari-hari ataupun ketika menyusui menjadi nyaman.

Menggunakan bra yang nyaman juga akan membuat aliran ASI menjadi lancar. Selain itu bra yang bahannya bagus juga bisa mencegah terjadinya gatal ataupun iritasi pada kulit.

  1. Pillih Cup Bra Dari Bahan Mudah Menyerap Keringat

Cup pada bra sebaiknya terbuat dari bahan yang dapat dengan mudah menyerap keringat. Ini berguna supaya setelah selesai menyusui sisa ASI yang menempel di kulit bisa terserap dengan baik oleh cup pada bra. Anda bisa memilih bra yang terbuat dari bahan katun karena bisa menyerap keringat ataupun air dengan baik.

Menjaga kelembapan payudara juga penting, jangan sampai payudara terlalu lembap karena keringat. Sebab keringat tersebut bisa mendatangkan bakteri yang berbahaya untuk bayi.

  1. Hindari Underwires

Apabila memilih bra underwire, sebaiknya hindari menggunakannya pada awal kelahiran karena jaringan penghasil susu payudara akan meluas jadi kembali ke tulang rusuk serta ketiak. Underwire bisa menghalangi saluran ASI pada daerah tersebut dan juga akan mengganggu kenyamanan Anda.

  1. Penuhi Ketersediaan Bra

Ketika menyusui aktivitas cukup banyak terjadi pada payudara. Kita tidak pernah tahu mungkin saja payudara menjadi kotor karena keringat dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, selama menyusui sebaiknya penuhi kebutuhan bra dengan cukup. Cara memilih bra untuk ibu menyusui ini dilakukan untuk menjaga payudara tetap bersih dan sehat. Sehingga ASI yang diberikan kepada bayi pun tetap bersih.

Adanya ketersediaan bra juga bisa menghindari terjadinya kekurangan bra. Misalnya saja bra yang satu sedang dicuci dan basah, maka ibu bisa menggunakan bra yang lainnya. Jadi menyediakan bra yang cukup ketika menyusui itu perlu sekali dilakukan.

Seorang ibu yang sedang mengalami masa menyusui harus mengutamakan kenyamanan dalam memakai bra. Pilihlah bra dengan bahan yang nyaman serta bisa menyerap keringat dengan baik. Dengan begitu payudara tetap sehat dan bersih dari kotoran. Selain itu dengan bra yang nyaman maka ASI yang diberikan untuk si buah hati pun menjadi lancar tanpa gangguan. Ayo ibu utamakan kenyamanan dan keamanan.

 

 

Cara Memilih Pompa ASI Yang Bagus

Cara Memilih Pompa ASI Yang Bagus

Cara Memilih Pompa ASI Yang Bagus Setelah melahirkan maka tugas ibu adalah menyusui bayinya. ASI atau Air Susu Ibu dibutuhkan seorang bayi untuk bertahan hidup dan tetap sehat. Karena ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk kebaikan si bayi.

Bayi harus diberi ASI secara optimal agar pertumbuhannya pun juga optimal. Bahkan World Helath Organize (WHO) menganjurkan bahwa pemberian ASI sebaiknya secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.

Meski ASI adalah hal yang sangat terpenting untuk bayi, namun ada saja kendalanya. Biasanya banyak ibu yang susah memberikan ASI karena harus bekerja dan tidak bisa cuti. Dan lebih memilih ASI cadangan dari ibu lain untuk memenuhi kebutuhan air susu si anak. Padahal jika kita tahu bahwa ASI itu sangat penting diberikan kepada si bayi. Jika kita bisa memberikannya secara eksklusif kenapa tidak?

Maka dari itu, kita perlu menyelesaikan masalah ini dengan solusi terbaik berupa pompa ASI. Pompa ASI ini akan menyelamatkan para ibu yang terlalu sibuk bekerja sampai tidak  bisa memberikan ASInya untuk si buah hati. Dengan pompa ASI ini maka ibu masih bisa memberikan ASI untuk anaknya sendiri.

Cara Memilih Pompa ASI Yang Bagus

Ketika hendak memutuskan untuk menggunakan pompa ASI maka ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Hal-hal tersebut yaitu mengenai pompa ASI yang akan digunakan apakah fungsinya baik atau tidak. Selain itu juga kualitas serta apakah aman untuk digunakan. Ada beberapa cara memilih pompa ASI yang bagus untuk para ibu menyusui, antara lain yaitu :

  1. Perhatikan ukuran payudara dengan corong pompa

Ingat, sebelum membeli pompa ASI pastikan bahwa corong pompa ukurannya sesuai dengan payudara Anda. Hal ini bertujuan supaya ASI tidak merembes saat keluar.Jangan sampai ukuran payudara tidak sesuai dengan corong karena bisa membuat ibu menjadi tidak nyaman ketika pumping.

Kemudian puting harus benar-benar ada di tengah-tengah corong agar tidak bergesekan dengan corong dan menyebabkan luka. Perhatikan seberapa sering pompa ASI digunakan

Apabila setiap hari Anda memompa ASI, sebaiknya gunakan pompa elektrik dengan pompa dobel supaya ASI keluar secara bersamaan dari payudara. Akan tetapi jika Anda jarang memompa maka gunakanlah pompa ASI elektrik dengan pompa manual atau tunggal. Penggunaan pompa tersebut bisa disesuaikan lagi dengan kebutuhan si ibu.

  1. Pilih pompa ASI yang mudah digunakan

Untuk memudahkan ibu ketika memompa ASI, maka pilih pompa yang mudah dipakai, mudah dibersihkan, dan juga mudah dibongkar pasang. Dengan cara memilih pompa ASI yang bagus inilah ibu akan selalu nyaman saat melakukan pumping, sehingga ASI yang diberikan untuk si bayi selalu berkualitas.

  1. Dimana Ibu akan memompa ASI

Supaya lebih mudah membawa ataupun menggunakannya, maka pilih pompa yang mudah dibawa kemana-mana. Sebenarnya pompa elektrik dengan tenaga baterai ataupun manual mudah dibawa kemana pun.

Dan yang perlu diketahui bahwa ada pompa elektrik dengan tenaga listrik serta membutuhkan saklar saat pengoperasiannya, jadi susah untuk dibawa kemana-mana. Dengan pilihan tersebut maka dimanapun ibu memompa ASI tetap selalu nyaman dan ASI yang keluar bisa optimal.

Adapun saat memompa ASI ibu perlu mengetahui beberapa hal berikut ini :

  • Sebelum memompa, sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun sampai 15-20 detik. Kemudian bilaslah menggunakan air hangat dan keringkan dengan tisu atau handuk.
  • Sebelum menggunakan pompa baca terlebih dahulu petunjuk pemakaiannya.
  • Lalu bersihkan payudara Anda menggunakan krim atau produk lain.
  • Setelah selesai memompa maka bersihkan pompa menggunakan sabun dan bilas dengan ari hangat. Pisahkan bagian pompa supaya bisa dibersihkan dengan mudah dan menyeluruh.
  • Apabila ada ASI yang tertinggal di pompa sebaiknya bersihkan sesuai dengan instruksi yang ada di kemasan produk. Lalu pastikan bahwa pompa ASI benar-benar kering setelah selesai dibersihkan.
  • Simpan kembali pompa ASI pada tempatnya atau kedalam tas pompa.
  • Belilah pompa ASI yang memang sesuai dengan kebutuhan agar pemberian ASI untuk si bayi tetap lancar.

Cara memilih pompa ASI yang bagus memang susah-susah gampang. Yang penting ibu nyaman memakainya dan pompa ASI yang digunakan selalu dalam keadaan bersih. Demikianlah semoga bermanfaat.

Tips Agar ASI Melimpah Saat Puasa

Tips Agar ASI Melimpah Saat Puasa

Tips Agar ASI Melimpah Saat Puasa

Bulan puasa adalah bulan keberkahan yang selalu umat muslim jalankan untuk berpuasa. Meskipun sedang bulan puasa, seorang ibu yang sedang menyusui pastinya juga tidak ingin melewatkan bulan yang suci ini dengan tetap menjalakan ibadah puasa.

Namun yang sering ditakuti oleh para ibu adalah jika ASI yang keluar nanti sedikit dan tidak mencukupi kebutuhan si bayi. Sehingga banyak ibu menyusui yang memutuskan untuk tidak berpuasa selama bulan ramadhan.

Dalam Islam sebenarnya diperbolehkan bagi ibu yang menyusui untuk tidak berpuasa. Dengan catatan mengganti puasanya di hari lain. Namun untuk ibu yang tetap ingin berpuasa selama ramadhan boleh-boleh saja dengan memperhatikan beberapa tips agar ASI melimpah saat puasa berikut ini :

  1. Memperhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Tips agar ASI melimpah saat puasa yakni dengan memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi. Supaya ASI tetap lancar selama berpuasa maka ibu harus makan makanan yang sehat dan juga bergizi tinggi. Hal ini berguna supaya ASI yang keluar tetap lancar dan banyak.

Tips Agar ASI Melimpah Saat Puasa

Ada beberapa makanan yang bisa meningkatkan produksi ASI untuk ibu menyusui seperti kurma, jus sayuran hijau, smoothies hijau, dan buah-buahan segar. Selain itu ibu juga bisa menambahkan oatmeal ketika sahur. Sebab oatmeal mengandung protein yang sangat tinggi dan bermanfaat untuk ibu menyusui.

Ibu juga perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari protein, karbohidrat, mineral, vitamin, dan lain sebagainya. Ini bertujuan supaya energi ibu menyusui tetap penuh dan kuat menjalankan puasa seharian.

  1. Makan Seusai Sholat Tarawih

Ibu yang sedang menyusui butuh asupan kalori lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak menyusui. Dan karena itu, ibu menyusui dianjurkan untuk makan setelah sholat tarawih guna mencukupi asupan kalori tersebut.

Ibu tidak harus makan nasi agar ASI melimpah saat puasa, tetapi bisa makan-makanan yang mengenyangkan seperti roti, kue, buah, atau lain sebagainya yang penting sehat.

  1. Memperbanyak Minum Air Putih

Air putih menjadi minuman wajib seorang ibu hamil. Karena air putih akan mencegah ibu hamil dari dehidrasi ketika berpuasa seharian penuh. Minumlah air putih yang banyak ketika malam hari dan pada saat sahur. Minum air putih sedikit demi sedikit dan diberi jeda.

  1. Tetap Memberikan ASI untuk Si Buah Hati

Walaupun berpuasa sebaiknya usahakan untuk tetap memberikan ASI kepada si bayi. Sebab banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa memberikan ASI kepada si bayi justru akan membuat ASI semakin melimpah. Untuk itu, tetap suplai ASI ke anak agar ASI melimpah saat puasa.

  1. Menghindari Stress

Stres ketika menyusui adalah suatu hal yang sebaiknya dihindari. Sebab stress bisa mempengaruhi kondisi serta ASI yang dikeluarkan menjadi tidak optimal. Oleh sebab itu ketika masa menyusui buatlah hati Anda tetap bahagia demi sang buah hati. Usahkan untuk selalu berpikir positif dan hindari pikiran-pikiran yang negatif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ini tentunya agar agar ASI melimpah saat puasa.

  1. Rutin Memompa ASI

Kegiatan memompa ASI dapat mempengaruhi sedikit atau banyaknya ASI yang keluar. Ketika bulan puasa, karena kegiatan memasak hidangan berbuka ataupun sahur, kemudian kegiatan shalat tarawih, dan kegiatan lain maka bisa mengurangi waktu untuk memompa ASI. Hal tersebut kemudian membuat produksi ASI menjadi turun.

Apabila waktu ibu tersita untuk banyak kegiatan selama bulan ramadhan, maka ibu bisa memompa ASI di hari lain ketika waktu senggang. Ini dilakukan agar kebutuhan ASI untuk si bayi tetap terjaga.

Ibu juga bisa menambah waktu pumping ASI dari 3 kali menjadi 4 kali sehari. Dengan cara inilah ASI yang keluar akan menjadi lancar. Melakukan pumping juga memiliki manfaat lain yaitu menjaga asupan ASI tidak kurang selama bulan puasa.

  1. Istirahat yang Cukup

Istirahat dengan cukup merupakan tips agar ASI melimpah saat puasa. Ketika puasa biasanya tubuh menjadi cepat lelah dan ngantuk. Oleh sebab itu sebaiknya ibu dianjurkan untuk tetap menjaga waktu istirahatnya dengan baik agar tubuh selalu vit. Dengan begitu ASI yang keluar akan lancar dan banyak.

Cukup mudah bukan bagaimana cara agar ASI melimpah saat puasa? Jadi sekarang ibu tidak perlu lagi akan kebutuhan ASI sang buah hati.