Home » Tips Ibu Menyusui » 3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi Susu Formula

3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi Susu Formula

3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi Susu Formula

 

American Academy of Pediatrics (AAP) dan World Health Organization (WHO) memberikan rekomendasi kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan untuk diberikan ASI Eksklusif, dengan arti bahwa bayi hanya diberikan ASI tanpa diselingi atau diganti dengan susu formula. Mengapa? Karena sebelum bayi berusia 6 hingga 9 bulan, usus bayi mudah ditembus oleh protein asing, dan ASI mengandung sIgA, antibodi inilah yang melapisi permukaan usus bayi agar tidak dapat ditembus dengan mudahnya oleh protein asing sehingga bayi tidak akan mudah terkena penyakit yang umum seperti diare dan pneumonia. ASI yang diproduksi oleh tubuh Bunda sendiri memiliki banyak manfaat untuk bayi karena memiliki kandungan seperti vitamin, protein dan lemak yang tentunya lebih mudah dicerna dibanding dengan susu formula. Sedangkan susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan bahan yang menyebabkan alergi pada bayi. Protein dalam susu sapi yang sering memicu alergi adalah laktoglobulin, kasein, albumin serum sapi, dan laktalbumin. Alergi pada bayi dapat menyebabkan muntah, dimana akan sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik. Jadi protein pada susu sapi adalah salah satu penyebab bayi muntah setelah diberi susu formula.

3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi Susu Formula

Namun terkadang Bunda juga harus memberikan keputusan yang sulit apakah harus memberika ASI eksklusif atau susu formula karena sedang bekerja dan tidak memungkinkan untuk memberikan ASI secara terus-menerus. Akan tetapi untuk bayi yang baru saja lahir alangkah baiknya jika tidak langsung diberi susu formula karena ketidakcocokan bayi dengan susu formula, bisa menyebabkan muntah. Jika ingin memberikan susu formula harus diberikan secara perlahan dengan mencampur ASI dan susu formula. Pertama kali diberikan perbandingan lebih banyak ASI dan lama kelamaan hingga perbandingannya menjadi lebih banyak susu formula. Jika langsung diberi susu formula, bayi akan menolaknya dengan memuntahkannya. Berikut adalah beberapa penyebab bayi muntah setelah diberi susu formula.

Baca Juga  Cara Menyusui Di Tempat Umum

 

Penyebab Bayi Muntah Setelah diberi Susu Formula

Susu formula, walaupun berbeda-beda merek, isinya kurang lebih sama karena produsen susu harus memenuhi standar yang ada sehingga mampu membantu tumbuh kembang bayi. Namun ada sebagian bayi yang menolak susu formula, sehingga setelah meminumnya akan langsung dimuntahkan. Ada beberapa penyebab yang perlu diketahui mengapa hal tersebut dapat terjadi.

  1. Intoleransi Laktosa
pelancarasibanner

Intoleransi memiliki arti bahwa bayi mengalami kesulitan dalam menerima zat tidak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Intoleransi laktosa berarti bayi kurang baik dalam mencerna laktosa yang ada dalam susu formula. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor yang berasal dari tubuh bayi itu sendiri, misalnya kekurangan enzim laktase (enzim yang bertugas untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa sehingga dapat dicerna oleh tubuh, karena bentuk laktosa tidak dapat dicerna dalam usus manusia).

  1. Alergi  Makanan (Susu Formula)

Alergi makanan merupakan suatu reaksi yang terjadi akibat tubuh salah merespon protein yang berasal dari makanan sebagai suatu ancaman sehingga tubuh berusaha untuk mengeluarkannya (muntah). Jenis alergi terhadap susu formula yang mengandung susu sapi adalah alergi yang banyak diderita oleh bayi yang baru saja memulai untuk minum susu formula. Alergi terhadap makanan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Imunoglobulin E

Alergi yang paling sering muncul merupakan alergi tipe ini, gejalanya akan muncul sesaat makan.

  • Non-imunoglobulin E

Alergi tipe ini ketika makan makanan yang membuatnya alergi membutuhkan waktu sebelum gejala alerginya muncul, bisa memakan waktu beberapa jam sebelum gejalanya terlihat.

  • Gabungan keduanya

Alergi gabungan dari kedua tipe diatas akan menimbulkan gejala dari dua tipe Imunoglobulin E dan Non-imunoglobulin E.

Terdapat tiga fase sebelum suatu alergen menimbulkan masalah bagi penderitanya, yaitu fase perkenalan, fase persiapan dan fase hipersensitifitas.

  • Fase 1 (Fase Perkenalan)
Baca Juga  Beberapa Cara Membersihkan Botol Susu Bayi Yang Benar

Tubuh yang baru pertama kali terpapar oleh zat asing yang merupakan alergen tidak akan menimbulkan gejala alergi (muntah, diare, dan sebagainya) karena tubuh belum mengenali zat asing tersebut sebagai alergen.

  • Fase 2 (Fase Persiapan)

Pada paparan kedua, tubuh sudah mengenali zat asing tersebut sebagai alergen. Sehingga tubuh sudah bersiap-siap untuk melawan alergen tersebut ketika tubuh terpapar alergen untuk yang seterusnya..

  • Fase 3 (Hipersensitifitas)

Sistem imun yang telah mengenali alergen dengan baik akan segera merespon ketika ada paparan masuk. Sistem imun akan menyerang alergen setiap kali tubuh terpapar dengan zat asing ini yang ditandai dengan munculnya gejala alergi seperti gatal-gatal, muntah, diare, asma dan lain sebagainya.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan selain tes alergi adalah tes eliminasi makanan. Pasien diminta untuk menghindari jenis makanan tertentu yang diduga sebagai penyebab alergi. Apabila pada kurun waktu tersebut tidak mengalami gejala alergi dan mengalami alergi kembali setelah makan makanan tersebut. Jika tidak yakin, segeralah konsultasi ke dokter, akan sangat berbahaya apabila bayi yang terus-menerus muntah setelah minum susu formula dibiarkan tanpa ada penanganan yang tepat.

  1. Susu Formula Sulit dicerna

Susu sapi sulit dicerna oleh perut bayi sehingga menyebabkan begah (tekanan pada perut meningkat) yang akan mendorong keluar susu dari perut ke kerongkongan dan memuntahkannya. Hal ini karena kandungan yang ada didalam berbeda dengan ASI yang notabene dibuat didalam tubuh manusia, dan tentunya karena sistem pencernaan bayi yang belum sempurna untuk bisa mencerna makanan-makanan lain selain ASI.

Untuk memastikan penyebab bayi muntah setelah diberi susu formula seperti yang telah dijelaskan diatas, ketidakcocokan susu formula juga bisa berasal dari tubuh bayi itu sendiri. Sehingga bayi memerlukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah dan pemeriksaan alergi jika diperlukan untuk mengetahui penanganan yang tepat.

pelancarasibanner
Jika anda serius ingin melancarkan dan memperbanyak ASI,silahkan klik disini