5 Cara Memberikan Asi Perah Yang Benar

5 Cara Memberikan Asi Perah Yang Benar

Menjadi seorang ibu memang menyenangkan. Terlebih bagi Anda yang kini sedang menjalani tahun pertama mengurus dan merawat buah hati Anda. Tentu ada banyak pengalaman dan hal-hal baru yang bisa Anda lewati berdua dengan si kecil bukan?

Tak terkecuali untuk waktu dimana Anda dan buah hati bisa melewati hari-hari dengan kelucuannya. Kehadiran malaikat kecil ini sudah pasti akan menambah kebahagiaan di tengah2 keluarga anda.

Namun tidak cukup dengan kasih sayang saja, memberikan nutrisi juga menjadi hal yang mutlak Anda lakukan karena ini dapat mendukung tumbuh kembang mereka. Salah satunya adalah asi. Air susu ibu selama ini ditengarai sebagai sumber gizi yang komplit dan mampu mendongkrak perkembangan buah hati Anda. Bahkan asi disebut sebagai makanan yang bisa menyuplai gizi kompleks tanpa ada duanya.

5 Cara Memberikan Asi Perah Yang Benar

Bunda Serius Ingin Melancarkan dan Memperbanyak ASI Alami ? Silahkan Klik Disini

Jadi, bukan hal yang asing lagi jika banyak ibu memutuskan untuk memperdalam pengetahuan mengenai cara memberikan asi perah yang benar saat anak mereka memasuki usia emas 0-6 bulan. Langkah ini bertujuan agar asi yang diberikan kepada buah hati dapat tersalurkan dengan sempurna.

Nah, bagi Anda para ibu menyusui yang tetap bekerja, asi perah mau tidak mau harus anda sediakan di rumah. Asi akan dipompa sebanyak mungkin kemudian di simpan di kulkas saat. Botol kaca juga dijadikan pilihan karena ia tidak akan mengalami oksidasi seperti yang sering anda temukan pada botol plastik.

Agar anda tidak keliru, berikut beberapa cara memberikan asi perah yang benar.

  1. Mulailah dari asi yang paling lama di simpan

Trik pertama yang mudah yang bisa Anda coba ialah dengan menata air susu ibu di dalam kulkas dengan urutan dari air susu yang terlama hingga terbaru. Tips sederhana ini akan memudahkan Anda untuk memberikan asi bagi si kecil, dan Anda pun bisa menghangatkannya terlebih dahulu tanpa harus mengingat manakah asi yang paling lama Anda taruh di dalam kulkas.

Jangan sampai Anda meletakkannya secara acak hingga Anda lupa mana yang lebih dulu masuk. Berikan nomor atau label agar gampang diidentifikasi.

  1. Hindari microwave ataupun memasaknya hingga mendidih

Cara memberikan asi perah yang benar selanjutnya ialah hindari penggunaan pemanas makanan atau memasukan asi ke dalam panci yang berisi air dan memasaknya hingga mendidih di atas kompor. Tindakan ini dapat mengurangi vitamin dan mineral yang terkandung di dalam asi.

Kerugian lain yang ditimbulkan ialah meningkatnya bercak panas di permukaan botol ASI. Ini tentu sangat membahayakan bagi kesehatan bayi.

  1. Pindahkan ASI dari suhu beku ke dingin

Jika Anda menyimpan asi di dalam freezer dengan suhu -18 sampai -24 derajat celcius, maka alternatif jitu yang bisa Anda aplikasikan untuk mencairkannya adalah dengan meletakkanya di kulkas bagian bawah yang suhunya tidak membeku, sekitar 4 derajat celcius selama 8 jam.

Di area pintu kulkas juga bisa Anda gunakan untuk membuat asi cair karena lebih hangat dan aman.

  1. Hangatkan ASI

Tips terbaik untuk menghangatkan asi adalah dengan mengalirkan air hangat ke bagian luar permukaan botol yang berisi ASI. Anda juga bisa memperagakan cara memberikan asi perah yang benar dengan merendamnya ke dalam wadah yang berisi air hangat. Diamkan beberapa saat hingga asi siap disajikan untuk bayi. Campurkan asi hingga rata sebelum di sajikan. Putar-putar botol susu hingga merata. Jangan menggoyangkan atau mengaduknya dengan sendok.

  1. Panaskan jika tercium bau amis

Saat asi yang sudah dihangatkan diletakkan di dalam kulkas maka kemungkinan berbau amis tidak bisa dihindarkan. Ini disebabkan karena lemak pada susu bayi terurai. Ini sebenarnya tidak masalah. Namun jika Anda ingin menetralkan bau amis, Anda bisa memanaskannya dengan ukuran panas yang medium, pelan-pelan Anda akan melihat gelembung yang bermunculan di sekeliling air tanpa harus menunggunya mendidih.

5 cara memberikan asi perah yang benar di atas dapat Anda jadikan referensi. Ada baiknya jika Anda konsultasikan lebih lanjut hal ini dengan dokter atau tenaga professional, terutama untuk urusan seberapa lamakah asi yang layak dikonsumsi oleh bayi Anda.

Minimnya kajian mengenai batas waktu asi yang direkomendasikan ini seringkali membuat ibu di luar sana kurang hati-hati.