Home » Tips Ibu Menyusui » Cara Agar Bayi Tidak Muntah Setelah Minum ASI Eksklusif

Cara Agar Bayi Tidak Muntah Setelah Minum ASI Eksklusif

Cara Agar Bayi Tidak Muntah Setelah Minum ASI Eksklusif

Bayi seringkali terlihat memuntahkan makanan yang telah ditelan, seperti  ASI. Namun yang perlu diperhatikan adalah apakah itu gumoh/refluks atau muntah. Karena gumoh/refluks merupakan hal yang normal terjadi pada bayi yang sistem pencernaannya belum matang dan ukuran lambungnya yang kecil, sehingga terkadang bayi mengeluarkan cairan dari lambung ke kerongkongan dengan sendirinya. Biasanya gumoh terjadi hingga bayi berusia 4 sampai 5 bulan. Sedangkan muntah terlihat melakukan usaha untuk mengeluarkan ASI ataupun susu formula dan rewel. Oleh sebab itu sebelum mengetahui cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI, Bunda harus mengetahui penyebab awal muntah pada bayi setelah minum ASI.

Cara Agar Bayi Tidak Muntah Setelah Minum ASI Eksklusif

Penyebab Bayi Muntah

  1. Keracunan makanan

Keracunan makanan diakibatkan memakan makanan yang mengandung organisme menular, seperti bakteri, virus atau parasit karena makanan tersebut tidak diolah dengan baik. Walaupun kebanyakan kasus keracunan tergolong ringan, namun tetap harus diwaspadai. Oleh sebab itu, makanan dan alat makan untuk bayi harus dipersiapkan dengan sangat hati-hati dan dijaga kebersihannya.

  1. Masalah menyusu

Beberapa bulan pertama, penyebab terbesar biasanya bayi terlalu banyak diberi ASI atau overfeeding sehingga menyebabkan bayi muntah.

  1. Alergi protein ASI

Alergi adalah reaksi berlebihan terhadap suatu agen asing didalam tubuh. Bayi yang alergi akan memuntahkan ASI yang telah diminum sebagai reaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam ASI.

  1. Gangguan pencernaan

Sistem pencernaan bertugas untuk memecah makanan menjadi kecil-kecil sehingga nutrisinya bisa diserap dalam usus dan diedarkan keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Organ yang bertugas dalam sistem pencernaan makanan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum, hingga anus. Apabila salah satu organ pencernaan mengalami masalah, dapat mengakibatkan pencernaan yang tidak lancar. Contohnya adalah refluks gastroesofagus (penyakit asam lambung) atau GERD (gastroesophageal reflux), apabila hal ini terjadi dapat meningkatkan asam lambung sehingga membuat lambung perih bahkan berlubang dan memuntahkan makanan yang telah masuk kedalam lambung.

  1. Menangis berlebihan
Baca Juga  Cara Menyimpan dan Memberikan Asi Saat Travelling
pelancarasibanner

Bayi menangis merupakan hal yang lumrah, akan tetapi apabila bayi terlalu lama menangis akan menyebabkan batuk-batuk yang disusul dengan muntah.

Jika bayi muntah terus menerus setelah minum ASI, maka berikanlah oralit, apabila bayi tidak mau minum atau muntah setiap minum maka harus segera dibawa ke dokter.

 

Cara Mencegah Bayi Muntah dan Gumoh

Cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Jangan menyusui sambil tiduran

Upayakan bayi disusui dalam keadaan kepala yang tegak agar ASI tidak masuk kedalam saluran pernafasan atas (hidung), karena antara mulut, tenggorokan dan saluran pernafasan saling menyambung. Apabila bayi disusui dalam keadaan tiduran, maka ASI akan dapat masuk ke hidung dan menyebabkan bayi tersedak lalu muntah. Bunda bisa menyusi bayi dengan duduk ataupun berdiri sambil menggendong bayi dengan keadaan kepala bayi tegak dan tetap membiarkan kepala bayi tegak paling tidak hingga 30 menit setelah minum ASI agar cairan dapat turun dengan sempurna.

  1. Menyusui dalam keadaan tenang

Hal ini dilakukan agar bayi tidak terburu-buru dalam meminum ASI yang menyebabkan banyak udara tersedot bersamaan dengan ASI. Udara yang masuk akan menimbulkan tekanan dalam perut sehingga dapat mengakibatkan ASI didalam perut dikeluarkan kembali.

  1. Berikan ASI secukupnya

Kapasitas lambung bayi sangat kecil dan juga sistem pencernaannya belum matang, apabila Bunda memberikan ASI dalam jumlah banyak atau terlalu sering dalam menyebabkan bayi kelebihan ASI dan akhirnya memuntahkan ASI tersebut. Lebih baik memberikan ASI dalam jumlah sedikit namun frekuensinya sering ATAU memberikan ASI dalam jumlah banyak tapi frekuensinya jarang sehingga bayi mendapatkan jumlah ASI yang pas.

  1. Menyendawakan bayi

Ketika bayi meminum ASI, terkadang menghirup udara secara tidak sengaja, seperti pada poin 2 bahwa udara yang terlalu banyak akan menimbulkan tekanan dalam perut. Oleh sebab itu bayi perlu disendawakan untuk mengurangi tekanan dalam perut. Sendawakanlah bayi sebelum berpindah ke payudara satunya ataupun ditengah-tengah menyusui dengan cara menegakkan badan bayi.

  1. Hindari popok atau pakaian yang ketat
Baca Juga  Rekomendasi Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Batuk Di Usia 6 Bulan

Popok ataupun pakaian yang terlalu sempit akan memberikan tekanan pada perut bayi ketika sedang menyusui. Tekanan pada perut akan membuat bayi tidak nyaman dan memuntahkan ASI seperti yang dijelaskan pada poin 2 bahwa tekanan dalam perut akan menyebabkan bayi memuntahkan ASI. Longgarkanlah popok dan pakaiannya agar tersedia ruang diperut bayi ketika sedang menyusu.

  1. Hindari memancing bayi banyak bergerak

Biasanya orang dewasa setelah makan akan mengantuk, begitu pula dengan bayi. Setelah minum ASI dan kenyang, dia akan mengantuk. Lebih baik bayi dibiarkan saja untuk tidur setelah kenyang karena apabila keadaan perut masih penuh dan bayi banyak bergerak, akan mengakibatkan terdorongnya ASI yang sudah didalam lambung keluar ke kerongkongan dan memuntahkannya.

  1. Tidurkan bayi dengan posisi kepala lebih tinggi

Bunda bisa menidurkan bayi dengan memberikan bantal tinggi, sehingga posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya refluks ASI atau mengeluarkan ASI dari dalam lambung ke kerongkongannya dan akhirnya keluar lewat mulut (muntah).

 

Penjelasan diatas adalah cara agar bayi tidak muntah setelah minum ASI, apabila cara-cara diatas belum dapat mencegah bayi mengeluarkan ASI setelah meminumnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, jangan menunda-nunda apalagi memberikan obat herbal tanpa ada konsultasi dengan dokter sebelumnya karena belum diketahui penyebab pasti bayi memuntahkan ASI yang telah diminumnya. Dan juga jangan lupa untuk mencatat frekuensi muntah bayi dan gejalan-gejala lain yang terlihat agar dapat diberikan penanganan yang tepat oleh dokter.

pelancarasibanner
Jika anda serius ingin melancarkan dan memperbanyak ASI,silahkan klik disini