Cara Menyimpan dan Memberikan Asi Saat Travelling

Cara Menyimpan dan Memberikan Asi Saat Travelling

Mengunjungi tempat-tempat baru untuk berlibur memang menjadi kegemaran bagi sebagian orang. Selain ampuh mengusir rasa penat setelah berkutat dengan rutinitas harian, Anda pun bisa mendapatkan pengalaman baru.

Tapi bagaimana dengan Anda yang hobi travelling dan berkeinginan untuk mengajak buah hati? Tentu Anda merasa khawatir bukan? terlebih bagi Anda yang sedang memberikan mereka asi eksklusif.

Namun berbekal cara menyimpan asi saat travelling yang benar, sebetulnya Anda tak perlu merasa cemas saat membawa si kecil bepergian. Dengan mempersiapkan segala kebutuhan meliputi pakaian, peralatan tidur, dan mandi bagi bayi, serta makanan yang tidak kalah penting, kesehatan mereka akan tetap terjaga di perjalanan hingga ke tempat tujuan.

Cara Menyimpan Asi Saat Travelling

Bunda Serius Ingin Melancarkan dan Memperbanyak ASI Alami ? Silahkan Klik Disini

Sebagai ibu yang baik, pemahaman Anda mengenai tips berlibur dan mengajak si buah hati harusnya sudah anda kenali sejak jauh-jauh hari. Terlebih jika Anda memanfaatkan transportasi umum. Pastilah ada perasaan segan harus menyusui secara langsung. Alternatif yang bisa Anda coba adalah dengan membawa asi perah. Anda dapat menggunakan tempat penyimpanan yang steril untuk dibawa liburan.

Sebelum Anda mengenali cara menyimpan asi saat travelling, perlu diketahui bahwa asi ternyata menawarkan segudang manfaat bagi buah hati Anda. Diantaranya dapat meningkatkan kecerdasan otak, menjaga kekebalan tubuh, membantu proses pencernaan, dan mempererat ikatan batin antara ibu dengan anak.

Selepas bayi disuguhi asi eksklusif sampai berusia 6 bulan, mereka akan diberikan makanan pendamping asi yang umumnya akan diberhentikan saat umurnya memasuki 20-24 bulan. Bagi Anda yang menginginkan perjalanan untuk berwisata dengan buah hati tetap lancar, berikut beberapa tips yang bisa Anda jadikan referensi.

  1. Memberikan asi ketika menggunakan pesawat

Tidak semua bayi dapat dengan mudah naik pesawat, tapi tidak menutup kemungkinan jika mereka yang menaiki pesawat masih arus mendapatkan asi.

Ada peraturan yang diberlakukan saat Anda memilih pesawat sebagai transportasinya, yakni kapasitas wadah atau tempat cairan, gel, dan aerosol maksimum 100 ml ataupun ukuran sejenis. Wadah yang berisi aerosol atau gel dimasukkan ke dalam kotak plastik transparan 30 x 40 cm yang disediakan oleh bandara.

Beberapa maskapai penerbangan telah memasukkan asi sebagai jenis dai obat-obatan sehingga bisa dibawa ke kabin dalam jumlah berapa pun. Agar tidak terjadi kesalahan, sebaiknya cek mengenai kebijakan maskapai ini.

  1. Memberi asi saat berada di bus atau kereta

Ketika Anda mantap untuk memakai public transportation, pastikan semua perlengkapannya sudah Anda bawa. Apalagi jika Anda sedang menyusui. Kenakan pakaian yang sebisa mungkin bisa membuat Anda dan buah hati merasa nyaman.

Kalau anda tidka percaya diri, bisa juga mengandalkan dot. Ini bisa jadi alternatif jitu dari cara menyimpan asi saat travelling yang recommended.

Jika sekiranya Anda membutuhkan waktu tempuh perjalanan 3-4 jam, maka asi dapa Anda perah sebelum berangkat. Jagalah suhu ruangannya agar asi tetap berkualitas.

Tapi perlu Anda ingat bahwa pemberian asi secara langsung akan lebih baik ketimbang asi perah. Ini akan meminimalisir risiko bingung puting pada bayi.

  1. Menyimpan asi perah selama travelling

Ketika Anda memantapkan hati untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain, maka Anda bisa menggunakan coller bag yang berukuran kecil dan praktis dibawa kemana-mana. Anda juga dapat membawa ice gel dan plastik ASI yang diperah di perjalanan sehingga dalam penyimpanannya ibu dapat menggunakan cooler box untuk menampung ASI perah.

Asi yang sudah diperah apabila ditaruh dalam cooler bag ini bisa bertahan selama 24 jam. Hindari juga meletakkan adi di bagian pintu lemari pendingin karena suhunya akan berubah-ubah.

Di sisi lain, Anda juga bisa menyediakan apron atau celemek menyusui sehinga dapat diberikan kapan saja kepada bayi.

Selain mengetahui cara menyimpan ASI saat travelling, demi kenyamanan Anda juga bisa membawa pompa ASI, cooler bag, ice pack, atau ice gel. Ice pack akan tahan hingga 8 jam sedangkan ice gel 12-18 jam. Siapkan wadah plastik untuk menaruh asi.

Anda juga dapat mengecek jadwal pergi dan mengelola waktu untuk memerah susu dengan baik. Pastikan penginapan bisa Anda gunakan untuk menyimpan asi.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.