Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

Bagi ibu yang aktif bekerja pada siang hari tentu saja memberikan asi secara full menjadi sebuah tantangan tersendiri. Sebab ibu menyusui tidak bisa bersama bayinya selama seharian penuh karena tuntutan pekerjaan. Bekerja pada pada pagi sampai dengan sore hari sama sekali tidak boleh menyurutkan semangat ibu untuk memberikan asi secara eksclusive kepada bayi. Sebab pemberian asi merupakan cara terbaik ibu untuk menyayangi anaknya. Bahkan dengan tetap menaklukkan tantangan ketidak bersamaan ibu dengan bayi akan memberikan kedekatan secara emosional antara ibu dan anak. Memerah asi menjadi salah satu solusi yang harus dilakukan oleh ibu yang bekerja namun tetap ingin menyusui. Namun kendalanya adalah Anda harus mengetahui daya tahan asi perah tanpa kulkas jika ternyata di kulkas tidak memiliki kulkas untuk tempat menyimpan asi perah Anda.

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Sebagai Pendingin

Memerah asi ketika sedang bekerja memang menjadi solusi paling ampuh bagi para ibu yang saat ini baru saja memiliki bayi namun masih sangat aktif bekerja. Pekerjaan yang dilakukan selama seharian dari mulai pagi hari hingga sore hari tentu saja membuat pada ibu tidak bisa bersama bayinya selama 24 jam penuh. Sehingga solusi atas permasalahan ibu bekerja adalah dengan memberikan asi perah untuk bayi. Namun masalahnya daya tahan asi perah tanpa kulkas itu sebenarnya tidak terlalu lama. Berikut daftarnya:

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

  • Asi perah yang disimpan pada suhu ruangan sebenarnya hanya bisa bertahan selama kurang lebih 8 jam. Selebihnya dari 8 jam asi perah sudah tidak boleh diberikan lagi kepada bayi. Sebab dikhawatirkan asi perah yang disimpan di suhu ruangan tanpa pendinginan kandungan nutrisinya sudah berubah. Bukan hanya kandungan nutrisinya saja yang berrubah, namun dikhawatirkan sudah mengandung bakteri yang sangat berbahaya untuk kesehatan bayi. Meskipuh asi perah sudah disimpan pada botol yang tertutup rapat, namun akan tetap berbahaya jika ibu masih menyimpannya pada suhu ruangan dengan waktu lebih dari 8 jam
  • Jika asi perah yang sudah dibekukan kemudian dicairkan dan dibiarkan dalam suhu ruangan, asi perah ini hanya bertahan kurang lebih 4 jam saja. Sehingga jika Anda sudah terlanjur mencairkan asi perah Anda dan tidak segera diminumkan hanya bisa bertahan hingga 4 jam saja. Selebihnya ada baiknya Anda buang saja demi keamanan dan kesehatan bayi Anda. Bagi asi yang sudah dihangatkan sebaiknya langsung diminumkan sampai habis. Jika tidak diminumkan sampai habis ada baiknya Anda buang saja. Sebab bakteri kemungkinan sudah mulai bisa tumbuh di asi perah Anda. Oleh karenanya penting bagi para ibu bekerja untuk menyimpan asi pada sebuah kemasan botol yang tertutup sesuai dengan takaran kemampuan bayi Anda minum asi.

Menyimpan Asi Yang Benar Tanpa Kulkas

Ada beberpa cara yang bisa dilakukan oleh Anda yang saat sekarang sedang menyusui namun terkendala Anda bekerja dan di kantor tidak memiliki kulkas. Caranya adalah dengan Anda membawa sebuah tas khusus yang dilapisi dengan aluminium foil kemudian tas itu diisi dengan plastik es batu. Ada baiknya Anda membawa gel es yang akan lebih tahan lama. Gel es ini ketika sudah beku bisa mendinginkan asi Anda sampai setidaknya beberapa jam. Aluminium foil yang ada di dalam tas khusus tersebut berfungsi untuk menahan suhu di dalam tas tetap stabil dinginnya.

Gel es yang sudah mencair bisa Anda bekukan kembali dan Anda gunakan kembali untuk menyimpan dan mempertahankan asi perah yang Anda akan berikan untuk bayi anda. Daya tahan asi perah tanpa kulkas yang hanya dalam beberapa jam tersebut tentu saja membuat Anda harus cerdas dalam menyimpan asi supaya kandungan gizi di dalam asi tidak berubah dan Anda masih bisa memberikan asi secara eksclusive kepada bayi Anda meskipun Anda saat sekarang sedang sangat aktif bekerja pada pagi hingga sore hari. Biasanya gel es dan tas khusus ini dijual secara sepaket. Sebab biasanya tas penyimpanan ini akan sangat bermanfaat untuk ibu-ibu yang bekerja. Meskipun Anda harus menebus harga tas khsusus ini sangat mahal, namun hal ini cukup terbaik bagi ibu yang bekerja dan ingin tetap aktif menyusui.

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

5 Cara Memberikan Asi Perah Yang Benar

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

Asi merupakan makanan terbaik untuk bayi. Pemberian asi sangat dianjurkan sampai bayi pada usia 2 tahun. Minimal sampai bayi usia 6 bulan. Alasannya adalah bayi masih memerlukan asupan nutrisi yang murni dari asi. Komponen penting dalam asi memang cukup diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu, bayi pada usia dibawah 6 bulan masih memiliki kondisi pencernaan yang masih sangat rentan. Sehingga sangat salah jika Anda memberikan makanan padat sebelum usia bayi menginjak 6 bulan. Namun kendala sering sekali dialami oleh ibu yang bekerja. Sering kali ibu yang bekerja sulit memberikan asi secara eksclusive kepada bayinya karena kesibukan bekerja. Namun sebenarnya bisa dilakukan dengan cara dipompa. Namun yang belum diketahui oleh ibu adalah  ketahanan asi setelah dipompa dan disimpan.

Ketahanan Asi Setelah Di Pompa Dan Disimpan

Asi yang diberikan secara penuh pada bayi memiliki manfaat yang cukup besar untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Namun tidak jarang, ibu mengalami kesulitan dalam memberikan asi untuk bayinya. Terkadang, ibu yang bekerja mengalami kesulitan saat memberikan asi untuk bayinya. Sehingga membuat alasan para ibu untuk memberikan susu formula kepada bayinya. Namun sebenarnya ada solusi bagi ibu yang ingin tetap memberikan asi kepada bayi yaitu dengan cara dipompa. Namun sebelumnya Anda harus mengetahui terlebih dahulu ketahanan asi setelah dipompa supaya penangann terhadap asi perah menjadi lebih optimal:

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

  • Pada dasarnya asi yang dipompa masih bisa bertahan asalkan disimpan dengan metode penyimpanan yang benar. Bagi ibu yang bekerja, ada baiknya untuk mulai memperhatikan teknik penyimpanan asi yang sudah dipompa. Supaya asi yang dipompa tersebut dapat diberikan pada bayi. Bahkan dengan memberikan asi yang sudah dipompa, ibu bekerja masih bisa memberikan asi secara seksclusive untuk bayi Anda yang baru lahir. Metode penyimpanan yang benar akan membuat asi bisa lebih tahan lama ketika disimpan dengan benar. Sehingga masih bisa diberikan untuk bayi Anda meskipun Anda bekerja seharian.
  • Asi yang disimpan pada suhu ruangan hanya akan tahan selama 8 jam saja. Sehingga jika Anda sudah memerah asi, sebaiknya disimpan pada almari pendingin supaya asi untuk bayi Anda masih bisa Anda berikan kepada bayi Anda. Bukan hanya itu saja, asi yang terlalu lama di suhu ruangan juga kemungkinan besar akan mengalami perubahan secara struktural maupun pada kandungannya secara keseluruhan. Sebaiknya asi disimpan di dalam botol kaca yang steril dan tertutup tujuannya adalah untuk memastikan bahwa asi yang Anda perah dan Anda simpan tersebut masih bisa diberikan untuk bayi Anda secara langsung meskipun Anda bekerja di kantor selama seharian.

Menyimpan Asi Yang Benar

Mengingat kandungan asi yang cukup lengkap, maka tidak ada salahnya Anda memberikan asi secara full kepada bayi Anda. Sebab kandungan asi inilah yang akan membuat bayi Anda sehat. Namun bagi ibu yang bekerja memberikan asi secara penuh tentu saja akan menjadi kendala tersendiri. Kesibukan sepanjang hari ditambahkan dengan kondisi di kantor yang sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pemberian asi secara langsung seperti ketika berada di dalam rumah. Pada dasarnya ketahanan asi setelah dipompa itu cukup baik asalkan disimpan dengan benar.

Penyimpanan di dalam botol kaca steril menjadi salah satu alternatif yang paling umum untuk ibu-ibu yang bekerja. Sehingga asi masih sangat sempurna untuk diberikan kepada bayi. Selain itu,asi yang disimpan di dalam lemari pendingin mampu bertahan selama berbulan-bulan tanpa merubah kondisi kandungan nutrisinya. Penyimpanan pada suhu rendah memang relatif dianjurkan untuk ibu yang aktif bekerja yang ingin tetap memberikan asi kepada bayi. Namun pemberian asi yang dianjurkan adalah asi disimpan dengan benar pada suhu pembekuan. Pada suhu pembekuan inilah bakteri tidak akan berkembang biak. Bahkan dengan disimpan pada suhu pembekuan, asi masih bisa bertahan dan mempertahankan kandungan nutrisinya dengan cukup baik sehingga masih sangat layak diberikan pada anak dengan cara dihangatkan hingga suhu yang sudah cukup untuk dikonsumsi oleh bayi.

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

Merawat badan merupakan salah satu kegemaran wanita. Terlebih wanita yang ingin senantiasa terlihat cantik. Sehingga dengan perawatan yang teratur penampilan akan menjadi lebih baik. Bahkan merawat badan juga bisa dilakukan oleh ibu hamil maupun menyusui. Salah satu proses perawatan yang sering sekali dilakukan oleh perempuan secara umum adalah melakukan bleaching atau pemutihan badan. Bleaching atau pemutihan badan termasuk salah satu perawatan kecantikan yang umum dilakukan oleh wanita. Namun apabila Anda termasuk yang paling sering melakukan bleaching dan sekarang sedang hamil atau menyusui, maka sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan ulang kebiasaan bleaching yang sering Anda lakukan. Sebenarnya apakah bleaching badan untuk ibu menyusui itu aman?

Apakah Bleaching Pada Ibu Menyusui Aman?

Bleaching memiliki manfaat yang paling diidamkan oleh wanita. Salah satu alasannya karena perawatan bleaching ini memiliki manfaat untuk membut kulit menjadi lebih putih dan bersih. Perawatan ini dilakukan dengan menggunakan cream khusus yang dioleskan pada beberapa bagian badan tertentu. Selain itu, ada beberapa treatment lainnya yang memiliki efek memutihkan untuk badan. Namun jika ibu yang sedang menyusui kemudian ingin melakukan proses bleaching, maka anda wajib mempertimbangkan faktor keamanan dari bleaching badan untuk ibu menyusui terhadap bayi Anda. Berikut addalah penjelasannya:

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

  • Perawatan bleaching merupakan salah satu perawatan kecantikan yang menggunakan cream pemutih. Jika yang dinamakan adalah cream pemutih, maka otomatis cream ini terbuat dari bahan kimia. Sehingga bahan kimia yang digunakan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi bayi terutama akan mempengaruhi kondisi asi yang diberikan untuk bayi. Meskipun cream yang digunakan diklaim berasal dari bahan alami, namun tetap saja sebaiknya Anda menghindari terlebih dahulu treatment bleaching ini. Bleaching sebaiknya mulai dihindari ketika ibu sudah mulai memasuki masa kehamilan. Sebab cream yang digunakan untuk memutihkan badan itu dikhawatirkan sudah mulai mempengaruhi kondisi kesehatan janin bahkan sampai bayi sudah dilahirkan sekalipun. Sehingga ada baiknya jika Anda menghindari saja proses perawatan dengan metode bleaching yang mempengaruhi kondisi kesehatan bayi Anda secara keseluruhan.
  • Penggunaan cream untuk memutihkan anggota badan dikhawatirkan akan masuk ke aliran darah. Cream yang digunakan di kulit bagian luar dikhawatirkan akan terserap masuk ke pori-pori kulit dan pada akhirnya masuk ke aliran darah. Sehingga bagi ibu yang menyusui dan ingin melakukan treatmen bleaching ini sebaiknya dipertimbangkan ulang. Sebab cream yang masuk melalui aliran darah dikhawatirkan akan ikut terbawa ke asi yang Anda berikan kepada bayi. Dikhawatirkan pula, cream yang masuk ke aliran produksi asi akan mempengaruhi dan membahayakan kesehatan bayi yang mengkonsumsi asi dari ibunya. Salah satu efek yang dikhawatirkan adalah keracunan pada bayi.

Perawatan Bleaching

Melakukan bleaching memang dianggap sebagai perawata yang lazim dilakukan oleh wanita. Khususnya yang ingin memiliki tubuh yang putih. Namun pada ibu yang sedang hamil maupun menyusui, ada berbagai dampak kesehatan yang membahayakan bayi ketika ibu nekat melakukan perawatan bleaching. Sehingga ada baiknya jika ibu yang menyusui menghindari terlebih dahulu perawatan bleaching. Dampak bleaching badan untuk ibu menyusui sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan bayi. Bahkan diklaim mampu membuat bayi menjadi keracunan. Bahkan yang paling ekstrim adalah bayi akan menjadi cacat jika  hal ini terus dilakukan oleh ibu yang sedang menyusui. Sehingga bagi ibu menyusui yang terkadang sangat ingin melakukan bleaching sebaiknya dihindari terlebih dahulu.

Tidak ada salahnya untuk membiarkan kulit menjadi hitam sejenak daripada membiarkan bayi Anda menderita keracunan akibat penggunakan cream pemutih yang berbahaya untuk kesehatan bayi yang masih dalam preawatan Anda. Meskipun Anda saat ini sangat ingin memiliki kulit yang putih, namun ada baiknya jika Anda menghentikan terlebih dahulu perawatan yang sering Anda lakukan untuk membuat warna kulit menjadi lebih putih dan mulus. Meskipun perawatan bleaching sebaiknya dihindari terlebih dahulu, namun Anda masih bisa terlihat cantik dengan melakukan perawatan kecantikan lainnya yang relatif lebih aman untuk ibu hamil maupun untuk ibu menyusui. Salah satunya adalah treatment facial yang lebih aman untuk ibu menyusui maupun ibu hamil.

Mengenali Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

Mengenali Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

Anemia menjadi penyakit yang tidak bisa dihindari begitu saja. Anemia yang dapat menyerang siapa saja tentunya menjadi salah satu penyakit yang wajib diwaspadai. Oleh karenanya kekurangan darah atau yang sering disebut sebagai anemia harus segera diatasi. Terutama untuk ibu-ibu yang sedang dalam masa menyusui. Ibu yang sedang menyusui memerlukan asupan nutrisi yang sesuai untuk membantu produksi asi menjadi lebih maksimal. Selain membantu produksi asi secara maksimal, nutrisi yang benar akan membantu bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan mendapatkan asupan nutrisi terbaik dari asi. Meskipun digolongkan ke dalam golongan wanita yang sangat rentan terkena anemia, namun ibu menyusui juga memiliki hak untuk tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Namun sayangnya banyak ibu-ibu yang belum mengenali ciri ciri anemia pada ibu menyusui yang patut diwaspadai.

Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui Yang Patut Diwaspadai

Anemia yang memiliki banyak resiko serta dampak yang cukup besar untuk kehidupan sehari-hari bisa mengintai siapa saja. Termasuk mengintai ibu yang sedang menyusui. Namun sayangnya kebanyakan dari ibu menyusui sama sekali tidak mengenali ciri ciri anemia pada ibu menyusui secara jelas. Sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Berikut adalah ciri-ciri anemia yang patut diwaspadai jika itu terjadi pada Anda:

Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

  • Sering sakit kepala. Anemia yang salah satunya dicirikan dengan seringnya frekuensi sakit kepala tentu saja harus diwaspadai. Sering kali keluhan sakit kepala sering dianggap sebagai keluhan remeh yang tidak segera diatasi dengan baik. Sakit kepala sebenarnya sudah merupakan pertanda bahwa dalam tubuh ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kesehatannya. Sakit pada bagian kepala pada orang yang terkena anemia disebabkan oelh aliran oksigen yang kurang lancar saat sedang membawa darah sampai ke otak. Demikan juga ciri anemia pada ibu yang sedang menyusui. Bagi Anda yang sering terkena sakit kepala ketika sedang menyusui, maka Anda wajib waspada jangan-jangan anemi sedang mengintai Anda. Jika hal ini menimpa Anda, maka tidak ada salahnya Anda melakukan pemeriksaan diri untuk ditangani lebih lanjut oleh dokter yang berpengalaman.
  • Mudah sekali lelah. Bagi ibu yang sedang menyusui terkadang lelah itu dianggap sebagai salah satu hal yang wajar. Bahkan rasa lelah dianggap sebagai salah satu hal yang wajar. Sebab rasa lelah tersebut disebabkan oleh siklus tidur ibu yang kurang teratur. Terutama karena bayi yang sering sekali terbangun dan membutuhkan asupan asi. Jika Anda sudah merasakan lelah dan frekuensinya terlalu sering, maka Anda harus sangat waspada. Sebab rasa lelah ini bisa jadi pertanda Anda sedang terkena anemia. Jika hal itu terjadi ada baiknya Anda segera melakukan konsultasi kepada dokter yang lebih berpengalaman agar keluhan penyakit Anda bisa segera diatasi dengan baik.

Anemia Pada Ibu Menyusui

Anemia yang terjadi pada ibu menyusui memang terkadang sulit sekali dikenali. Bahkan dengan berbagai kesibukan mengurus bayi yang baru lahir, sering kali pertanda ini diabaikan oleh ibu. Sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara tepat dan cepat. Padahal anemia pada ibu yang menyusui memiliki dampak yang cukup besar pada kondisi kesehatan ibu sendiri. Mengenali ciri ciri anemia pada ibu menyusui sejak awal gejala ini muncul memang menjadi salah satu cara yang paling aman supaya Anda bisa mengetahui apakah gejala tersebut merupakan gejala anemia yang berbahaya maupun gejala penyakit lainnya.

Anemia pada ibu menyusui bisa disebabkan oleh banyak faktor. Kurang lancarnya oksigen yang mengalir ke seluruh tubuh menyebabkan pasokan darah yang mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya, pasokan darah tersebut berkurang secara drastis. Faktor lainnya yang cukup mendasar mengapa ibu menyusui sangat rentan terkena anemia adalah faktor kelelahan. Kelelahan mengurus bayi menjadi faktor yang cukup dominan pada ibu menyusui. Selain itu, faktor makanan yang kurang bergizi serta asupan gizi yang kurang juga bisa menjadi pemicu utama munculnya keluhan anemia pada ibu yang sedang menyusui yang patut untuk diwaspadai secara detail.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Penambah Darah?

bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Penambah Darah?

Anemia atau yang sering disebut sebagai kurang darah merupakan penyakit yang bisa dikategorikan sebagi penyakit yang paling sering diderita oleh banyak perempuan. Hampir semua perempuan pernah merasakan terkena penyakit ini. Gejala penyakit anemia atau kurang darah ini dikatakan hampir mirip dengan penyakit lainnya. Kepala pusing dan mudah sekali lelah menjadi salah satu gejala penyakit yang paling mudah sekali muncul. Termasuk pada ibu yang sedang menyusui. Sehingga sebenarnya bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah harus dijawab dengan hati-hati dan juga dijawab menggunakan bahasa ilmiah yang mudah dimengerti. Tujuannya adalah melakukan edukasi terhadap bahayanya anemia jika tidak segera diatasi yang menyerang kaum perempuan.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Penambah Darah Kimiawi?

Ibu menyusui sama sekali tidak terbebas dari semua jenis penyakit yang kemungkinan besar mengintainya. Salah satunya yang paling memungkinkan adalah anemia. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan ibu menyusui terkena anemia. Salah satunya adalah faktor kelelahan yang terjadi karena baru saja memiliki  bayi dan sulit sekali beristirahat. Sehingga jika ibu menyusui terkena anemia maka solusi yang paling praktis adalah dengan mengkonsumsi obat penambah darah. Namun pertanyaannya adalah bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah yang banyak dijual di apotik maupun toko obat? Berikut alasannya:

bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah

  • Ibu menyusui termasuk golongan orang yang tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat. Secara sembarangan. Sehingga ibu menyusui memiliki perlakuan yang sama ketika berhadapan dengan dosis dan juga cara mengkonsumsi obat-obatan maupun vitamin. Konsumsi vitamin tau obat-obatan sembarangan yang dikonsumsi ketika ibu hamil maupun menyusui di khawatirkan akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi yang ada di dalam kandungan maupun bayi yang sedang disusui. Ibu menyusui termasuk ke dalam kategori wanita yang cukup memerluka perhatian yang besar. Mengingat ibu yang sedang menyusui membutuhkan kondisi yang senantiasa sehat untuk menjamin tumbuh kembang anak menjadi normal. Sehingga sama sekali tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat secara sembarangan ketika sedang menyusui.
  • Ibu menyusui membutuhkan suplemen yang alami yang aman untuk ibu menyusui. Sebab jika ibu menyusui mengkonsumsi suplemen penambah darah secara sembarangan, dikhawatirkan produksi asi menjadi sedikit terpengaruh. Ketika produksi asi terpengaruh maka akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi. Meskipun demikian ibu menyusui membutuhkan vitamin yang sangat baik untuk mengatasi anemia khususnya untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungan bahan kimia yang terdapat dalam berbagai jenis vitamin penambah darah dikhawatirkan akan membuat kandungan asi yang diproduksi untuk bayi menjadi sedikit terpengaruh. Oleh karenanya, diperlukan vitamin maupun obat khusus untuk mengatasi anemia. Jika diperlukan sebaiknya konsultasikan keada dokter jenis obat seperti apakah yang boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui agar efektif untuk melaawan keluhan anemia.

Dosis Dan Aturan Obat Penambah Darah

Mengkonsumsi obat penambah darah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Vitamin penambah darah yang dikonsumsi oleh ibu menyusui ada beberapa jenis. Masing-masing memiliki dampak atau efek samping yang berbeda djika dikonsumsi secara sembarangan. Inilah alasan selanjutnya mengapa ibu menyusui sama sekali tidak boleh menbgkonsumsi obat penambah darah secara sembarangan. Sebenarnya bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah jawabannya adalah boleh.

Namun tidak semua jenis obat-obatan untuk menambah darah boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. Ada beberapa jenis obar-obatan yang diperbolehkan dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. Yaitu jenis obat penambah darah yang terdiri dari vitamin B yang baik untuk mengatasi anemia.  Selain mengkonsumsi vitamin B, yang dianjurkan untuk dijadikan obat alami untuk mengatasi keluhan anemia adalah jenis makanan penambah darah. Mengkonsumsi makanan khususyang membanru untuk meningkatkan kondisi kesehatan terutama ibu menyusui yang terkena serangan anemia tentu saja lebih dianjurkan. Konsumsi makanan bergizi serta mengkonsumsi makanan untuk menambah darah jauh lebih dianjurkan untuk ibu yang sedang menyusui namun terkena anemia. Cara ini dianggap aman dan juga relatif lebih efketif untuk mengatasi keluhan anemia yang sedang diderita oleh ibu yang sedang menyusui sekalipun dan dianggap paling aman untuk dilakukan.

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui Secara Efektif

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui Secara Efektif

Anemia bisa saja terjadi pada siapa saja. Anemia sering dikatakan secara awam sebagai gejala kurang darah. Anemia menjadi salah satu keluhan kesehatan yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab jika keluhan seperti ini diabaikan begitu saja. Sebab jika diabaikan, maka aktivitas sepanjang hari akan menjadi sangat terganggu. Sebagai seseorang yang dituntung untuk terus fit dan juga sehat ketika sedang menyusui, seorang ibu harus terus menjaga kondisi kesehatannya. Anemia yang terjadi pada seorang ibu menyusui tentu saja akan sangat tidak nyaman. Sebab ibu tidak akan tenang ketika sedang menyusui bayinya. Jika ibu menyusui mengalaminya, maka harus dicari cara mengobati anemia pada ibu menyusui agar ibu bisa kembali menyusui bayinya.

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui Secara Alami

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui

Keluhan anemia yang dialami oleh ibu menyusui merupakan salah satu gangguan yang tidak bisa dianggap remeh. Para ibu menyusui yang mengalami keluhan anemia tentu saja harus segera menemukan cara mengobati anemia pada ibu menyusui supaya ibu bisa segera kembali sehat dan menyusui dengan penuh semangat lagi. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi anemia:

  • Konsumsilah makanan yang bergizi dan kaya akan zat besi. Zat besi yang terkandung di dalam makanan mampu meningkatkan kadar hemoglobin yang ada di dalam darah. Tanpa konsumsi makanan yang kaya akan zat besi akan memberikan pertolongan yang cukup efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Ada beberapa jenis bahan makanan yang mengandung zat besi yang cukup tinggi. Selain dari beberapa jenis sayuran yang ada Anda bisa mengkonsumsinya Anda bisa mengkonsumsi jenis bahan makanan lainnya yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Jenis makanan lainnya yang mengandung zat besi adalah daging merah. Daging merah juga direkomndasikan untuk mengatasi kekurangan hemoglobin dalam darah yang membuat ibu menyusui terkena anemia. Ada beberapa jenis buah-buahan yang juga bermanfaat untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah yang juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kondisi kesehatan.
  • Konsumsi buah kurma juga bisa membantu untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Kandungan mineral yang cukup banyak pada buah kurma dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Keluhan anemia yang dirasakan oleh ibu yang sedang menyusui tentu akan segera bisa diatasi. Meskipun buah kurma secara umum mampu meningkatkan energi untuk beraktivitas, ternyata buah kurma juga memiliki manfaat untuk mengatasi anemia. Terutama pada ibu yang baru menyusui. Kandungan buah kurma yang cukup bermanfaat ini tentu saja akan mampu menyelamatkan ibu menyusui dari keluhan anemia yang sangat mengganggu. Konsumsi kurma secara rutin selain dapat mengurangi keluhan anemia, kurma juga mampu membantu untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh ibu yang baru menyusui.

Mengatasi Anemia

Anemia sebenarnya merupakan keluhan yang sangat umum. Sehingga banyak yang seringkali mengabaikan keluhan tersebut. Gejala dari penyakit anemia sama sekali tidak dapat dibedakan dari penyakit lainnya. Sehingga mengatasinya juga harus dilakukan secara tepat. cara mengobati anemia pada ibu menyusui sebenarnya hampir sama dengan mengatasi anemia pada orang yang sedang tidak menyusui. Diantaranya adalah:

  • Perbanyak konsumsi buah pisang. Pisang bisa dikatakan sebagai salah satu jenis buah yang kaya akan mineral. Kandungan mineral penting dalam buah pisang dapat membantu untuk mengurangi keluhan anemia terutama untuk ibu yang sedang menyusui. Konsumsi pisang juga akan membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.
  • Perbanyak konsumsi sayuran hijau. Kebanyakan sayuran yang berwarna hijau memiliki kandungan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral zat besi di dalam tubuh terutama untuk ibu yang sedang menyusui. Konsumsi sayuran hijau pada ibu yang baru menyusui juga akan membantu memperlancar produksi asi. Asi akan lebih lancar produksinya ketika ibu rajin mengkonsumsi sayuran hijau. Selain itu asi yang diproduksi dari ibu yang rajin mengkonsumsi sayuran hijau juga akan membantu bayi tetap senantiasa sehat selalu setiap saat. Sehingga selain akan membuat ibu bebas dari anemia, konsumsi sayuran hijau akan membantu bayi memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dari serangan penyakit yang mudah menyerang bayi.

Waspada Benjolan Keras Di Payudara Pada Ibu Menyusui

Benjolan Keras Di Payudara Pada Ibu Menyusui

Waspada Benjolan Keras Di Payudara Pada ibu Menyusui

Deteksi payudara merupakan salah satu hal yang paling penting. Sebab payudara yang merupakan salah satu bagian dari organ wanita yang paling penting harus dipelihara. Menjaga kesehatan payudara serta mewaspadai keberadaan sesuatu yang tidak lazim yang ada di payudara merupakan salah satu hal yang paling penting. Sehingga para wanita harus lebih waspada dengan keberadaan benjolan pada payudara. Hampir semua wanita yang ada di dunia memiliki sedikit benjolan pada daerah payudara. Benjolan payudara yang sering sekali diidentikkan dengan kanker pada dasarnya tidak semuanya adalah kanker.  Salah satunya bisa saja terjadi pada ibu yang sedang menyusui. Benjolan keras di payudara pada ibu menyusui harus selalu diwaspadai keberadaannya dan harus segera dikenali penyebabnya.

Penyebab Benjolan Keras DI Payudara Pada Ibu Menyusui

Benjolan pada payudara yang bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja bisa menjadi sebuah bencana jika tidak segera dilakukan penanganan. Melakukan penanganan secara serius terhadap adanya benjolan pada area payudara memungkinkan kesehatan organ penting wanita bisa senantiasa terjaga. Jika seorang ibu yang sedang menyusui tiba-tiba menemukan adanya benjolan pada payudaranya, maka berikut adalah kemungkinan penyebab dari adanya Benjolan keras di payudara pada ibu menyusui yang harus segera dilakukan penanganan secara serius:

Benjolan Keras Di Payudara Pada Ibu Menyusui

  • Adanya fibroadenoma. Fibroadenoma sejatinya sama sekali tidak berbahaya. Fibroadenoma ini sebenarnya lebih dikenal dengan istilah mastitis. Benjolan pada payudara yang sering disebut sebagai mastitis ini disebabkan oleh adanya kelebihan produksi kelenjar susu. Kelenjar susu akan memproduksi susu selama ibu masih sangat aktif menyusui. Gejala ini biasanya akan nampak jika seorang ibu tidak menyusukan seluruh air susu yang diproduksinya kepada bayinya. Hal ini sangat memungkinkan terjadi. Mengingat ada beberapa golongan ibu yang memiliki produksi susu yang berlimpah. Namun bayi tidak sanggup menyusu seluruh air susu yang diproduksi oleh ibunya sampai habis. Akibatnya air susu yang tidak berhasil dikeluarkan atau tidak di susukan tadi berubah menjadi benjolan yang sering disebut sebagai mastitis.
  • Infeksi bakteri. Benjolan pada payudara ketika ibu sedang menyusui sebenarnya bisa saja terjadi karena ibu terkena infeksi virus atau bakteri di daerah payudara. Kemungkinan adanya infeksi kemungkinan karena puting ibu terkena bakteri ketika mulut bayi masuk sedang menyusui dengan ibunya. Selain itu, ada juga karena saluran susu yang tertutup. Saluran yang tertutup ini menyebabkan bayi sulit menyusui. Akibatnya ketika bayi tidak sempurna menghabiskan susunya, maka susu akan kembali ke saluran susu. Akibatnya akan terjadi benjolan pada bagian payudara karena saluran susu yang tertutup dan menimbulkan benjolan akibat adanya infeksi bakteri.

Mencegah Benjolan Payudara

Meskipun benjolan pada daerah payudara ketika ibu sedang menyusui bukan suatu hal yang berbahaya, namun jika tidak segera diatasi, maka benjolan ini akan berubah menjadi kanker. Meskipun demikian, Benjolan keras di payudara pada ibu menyusui sebenarnya masih bisa di cegah dengan melakukan beberapa tindakan ringan untuk memperlancar asi keluar. Berikut adalah caranya:

  • Susukan sampai habis susu yang ada di saluran susu Anda kepada bayi Anda menyusukan sampai habis susu yang diproduksi mampu mencegah terjadinya benjolan. Namun jika bayi Anda tidak mampu menghabiskan susunya di payudara sampai habis, maka hal paling penting yang harus Anda lakukan adalah melakukan pompa asi dan menyimpannya di dalam botol kaca. Melakukan pumping asi untuk mengosongkan payudara menjadi salah satu langkah paling bijak yang bisa Anda lakukan ketika bayi tidak habis menyusu pada Anda.
  • Jika yang terjadi adalah saluran susu Anda tersumbat atau asi tidak bisa keluar, maka Anda bisa melakukan beberapa tindakan. Salah satunya adalah dengan membersihkan area puting sebelum menyusui. Selain akan menjamin puting senantiasa bersih sebelum disusukan ke bayi, tindakan ini mampu membuat kotoran pergi dari puting Anda. Selain itu lakukan pengompresan pada area payudara sebelum menyusui juga ikut membantu air susu bisa keluar dengan lancar. Sehingga ketika air hangat yang Anda gunakan untuk mengompres payudara akan sedikit memberikan bantuan terhadap saluran susu supaya lebih lancar.

Penyebab Dan Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Penyebab Dan Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Kebahagiaan seorang ibu adalah ketika bisa memberikan ASI eksklusif pada bayi tercinta. Namun, bagi yang baru pertama kali merasakan pasti pernah mendapai rasa nyeri pada puting sehingga kurang nyaman. Dalam artikel ini, anda bisa baca dulu cara mengatasi payudara perih saat menyusui dan juga ketahui penyebabnya. Untuk itu, mari kita bahas dulu apa saja penyebab dari rasa nyeri yang biasa anda rasakan saat sedang member ASI. Untuk yang pertama, adalah tongue tie. Hal ini disebabkan karena sang anak masih belum bisa menggerakkan mulutnya dengan benar sehingga akan minum dengan membuat rasa tidak nyaman pada sang bu. Yang kedua, adalah dermatitis. Kondisi ini adalah dimana anda sedang alami gangguan pada area puting yang disebabkan salah penggunaan sabun atau pun produk lainnya. Bisa jadi anda malah merasa gatal dan perih saat merasakan ini. Lalu, anda juga bisa merasa nyeri karena bayi sedang tumbuh gigi. Akan jadi fase yang tidak nyaman saat anak sudah mulai tumbuh gigi sehingga bisa jadi gigi akan sedkit melukai bagian puting. Oleh sebab itu, anda bisa coba atasi rasa nyeri yang ada dengan cara berikut ini.

Ketahui Beberapa Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Ketika anda merasa nyeri yang tidak tahan saat member ASI padahal bayi sangat membutuhkannya, maka ada hal yang bisa dilakukan. Anda bisa kurangi rasa nyeri yang sering mengganggu sehingga tidak akan membuat anda tidak nyaman saat anak sedang minum ASI.

Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

  1. Anda bisa mulai dari perhatikan penggunaan bra yang tepat. Bra terkadang menjadi factor yang membuat posisi puting menjadi kurang nyaman. Sehingga pastikan anda menggunakan bra yang pas dan tidak membuat anda merasa kesakitan.
  2. Jika ada infeksi seperti dermatitis tadi, anda bisa coba pergi ke dokter. Dengan ini anda bisa dapat saran dan juga obat yang direkomendasikan sehingga sudah tidak perlu bingung lagi bagaimana cara atasi masalah dermatitis tadi.
  3. Untuk yang lainnya, anda bisa coba posisi yang paling nyaman saat hendak menyusui. Posisi sangat menentukan dimana anak akan menyusu pada anda. Sehingga pastikan anda tidak merasa sakit nanti misal dengan berbaring dalam posisi miring.
  4. Sebelum menyusui, anda juga bisa melakukan kompres pada payudara terlebih dahulu. Lakukan cara mengatasi payudara perih saat menyusui yang satu ini dengan menggunakan air hangat sehingga lebih baik. Dan ketika sudah menyusui bisa dengan air dingin atau dengan kubis putih. Hal ini juga bagus dalam menghindari adanya pembengkakan yang tidak nyaman nantinya.
  5. Anda juga bisa menyusui saat anak sedang tidak rewel. Hal ini bantu kurangi terjadinya luka saat anak sedang menyusu. Jika anak sedang rewel dan baru anda tawarkan, biasanya akan ada banyak gerakan sehingga nantinya malah sulit buat anda terhindar dari rasa nyeri.
  6. Jika anda masih merasa nyeri, maka anda bisa peras susu terlebih dahulu dan berikan dengan dot. Hal ini biasanya juga menjadi alternatif yang baik apa lagi saat ini sudah ada media yang bisa bantu anda untuk tetap jaga kualitas ASI meskipun ditaruh dalam botol. Bahkan hal ini juga disarankan saat anda sedang bepergian.

Saran Dari Dokter Untuk Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Jika anda memiliki dokter pribadi, maka anda bisa coba konsultasi. Atau anda bisa juga pergi ke ahli laktasi sehingga tidak bingung untuk cari saran yang anda inginkan dan cocok dengan kondisi menyusui anda tentunya. Jadi, itulah hal yang bisa anda ketahui soal penyebab dan juga cara mengatasi rasa nyeri dan perih ketika sedang menyusui. Pastikan anak anda tetap dapatkan ASI terbaik sehingga anda tidak akan berikan ASI yang tidak sempurna. Jika terjadi keluhan segera pergi ke dokter. Namun, untuk cara yang lebih cepat bisa ikuti cara mengatasi payudara perih saat menyusui di atas seperti yang sudah diperjelas sebelumnya. Jadilah ibu siaga dan tahu atasi masalah laktasi untuk si kecil.

Bolehkan Ibu Menyusui Minum Kopi?

Bolehkan Ibu Menyusui Minum Kopi

Bolehkan Ibu Menyusui Minum Kopi?

Minum kopi menjadi salah satu pro kontra bagi sebagian ibu menyusui. Jika anda salah satunya pasti sering bertanya, bolehkah ibu menyusui minum kopi? Memang benar jika kandungan kafein dalam kopi terlalu banyak dikonsumsi apa lagi saat sedang menyusui, akan mempengaruhi kondisi ASI yang diberikan pada bayi. Untuk itu, anda mesti tahu apa pengaruhnya kafein dan seberapa banyak takaran yang masih ditoleransi tubuh terutama menyangkut pemberian ASI eksklusif pada si buah hati. Sebenarnya, jika anda mengkonsumsi kopi, maka kandungan kafein yang akan masuk dalam ASI berkisar 1% dan bergantung seberapa banyak anda minum kopi tersebut. Perlu dipahami juga kalau yang bisa sebabkan kandungan kafein meningkat dalam pemberian ASI juga dipengaruhi makanan atau minuman lain, seperti the, coklat, dan masih banyak lagi.

Membahas Fakta Terkait; Bolehkan Ibu Menyusui Minum Kopi?

Memang tidak mudah buat seseorang menghentikan kebiasaan minum kopi. Apa lagi kopi tersebut memang sudah pasti mengandung banyak kafein. Jika anda adalah seorang ibu yang sedang dalam menyusui, pasti sangat paham kalau hal ini nanti bisa berpengaruh pada kondisi si bayi. Untuk itu, mari dilihat lebih dalam soal fakta dari konsumsi kopi untuk anda yang memang gemar minum kopi dari saat sebelum anda mengandung.

Bolehkan Ibu Menyusui Minum Kopi

  1. Perlu diperhatikan kalau kandungan kafein yang ada dalam kopi pasti akan tersalur ke dalam ASI. Kafein ini sendiri bisa merubah zat besi yang ada di dalam kopi tersebut. padahal, zat besi adalah kandungan yang tidak bisa disepelekan untuk memberikan bayi nutrisi yang bagus pula. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan lagi untuk anda seorang ibu yang masih menyusui jika mau meminum kopi.
  2. Fakta yang kedua dalam hal ini adalah bayi bisa jadi terkena banyak resiko organ. Tahukah anda jika anda meminum kopi terlalu sering pada saat masih menyusui dimana usia byi masih di bawah 3 bulan, maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan bayi? Hal ini benar karena memang ASI yang diberikan akan bertumpu pada bayi yang meminumnya. Semakin banyak kopi semakin banyak kandungan kafein yang ada di tubuhnya. Sedangkan dalam tubuh bayi masih banyak organ yang belum bisa menerima kandungan kafein dengan lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting buat anda memahami jika ada pertanyaan bolehkah ibu menyusui minum kopi?
  3. Selain itu, pada dasarnya kopi bisa membuat anda sebagai ibu sulit tidur. Kurangnya waktu istirahat karena banyak minum kopi akan pengaruh sekali pada kualitas ASI dan imunitas. Selain kafein yang tinggi, anda pun tidak memiliki kondisi yang agus serta nutrisi yang cukup untuk si buah hati.
  4. Jika anda banyak konsumsi kopi secara berlebihan, maka anda malah cenderung mengalami asam lambung yang berlebih. Asam lambung ini sangat membuat rasa tidak nyaman di dalam perut. Apa lagi jika ini sampai diterima oleh bayi yang konsumsi ASI anda. Maka bisa dibayangkan kalau hal ini nanti akan sangat beresiko untuk kesehatan bayi anda sendiri.
  5. Lebih baik untuk berusahan hentikan kebiasaan minum kopi pada saat anda masih menyusui. Meskipun berat, tetapi hal ini penting demi kesehatan si buah hati. Anda mesti tahu kalau hal ini akan sangat pengaruh ke dalam nutrisi ASi apabila diteruskan dalam jangka waktu yang lama.

Pertimbangan Tepat Untuk Menjawab; Bolehkan Ibu Menyusui Minum Kopi?

Sedikit lagi kita bahas soal kafein dalam kopi, untuk orang yang sehat kopi juga sangat pengaruh dan bisa berikan resiko yang tidak baik jika dikonsumsi berleihan. Apa lagi anda yang sedang menyusui setidaknya jangan sampai malah minum kopi dengan aturan yang sesuka hati anda. Jika terlalu banyak, maka akan berakibat fatal untuk bayi. Gantilah kebiasaan minum kopi dengan minum susu atau pun makan buah yang segar. Anda bisa temukan khasiat dan manfaat yang lebih baik, sehingga bolehkah ibu menyusui minum kopi? Jawabannya, lebih baik tidak selama anda masih menyusui si buah hati tercinta.

Bolehkah Ibu Menyusui Ikut Donor Darah?

Bolehkah Ibu Menyusui Ikut Donor Darah

Bolehkah Ibu Menyusui Ikut Donor Darah?

Jika anda adalah seorang ibu menyusui, maka ada banyak hal yang mesti diperhatikan. Salah satunya adalah bolehkah ibu menyusui ikut donor darah? Hal ini menjadi pertanyaan yang ternyata masih sering muncul terutama pada ibu muda saat ini. Banyak yang ragu dengan jawaban yang ada. apa lagi saat sedang menyusui pastinya akan butuh ASI yang cukup sehingga apakah donor darah akan pengaruh pada pemberian ASI untuk si buah hati? Untuk tahu jawabannya dengan lebih pasti, maka berikut ini ada sedikit info yang bisa anda pahami. Jadi, perhatikan dengan seksama sehingga tidak akan membuat kandungan ASI yang anda miliki turun kualitasnya terutama untuk sang buah hati tercinta.

Membahas Hal- Hal Yang Terkait Dalam; Bolehkah Ibu Menyusui Ikut Donor Darah?

Menyusui bagi para ibu adalah menjadi momen penting. Sang ibu bisa berikan ASI dengan kualitas yang bagus terutama untuk dukung tumbuh kembang anak semakin membaik. Akan tetapi, kalau sampai anda sebagai salah satu ibu terbiasa mendonorkan darah saat masih belum memiliki anak, apakah kegiatan ini masih diperolehkan saat anda sedang menyusui. Berikut ini penjelasannya yang bisa bantu anda sedikit memahami keputusan donor atau tidak.

Bolehkah Ibu Menyusui Ikut Donor Darah

  1. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti dunia, ada yang memberikan jawaban yang beragam. Sebagian menyatakan boleh asalkan seorang ibu yang menyusui sudah melewati masa pemberian ASI eksklusif. Namun, ada juga yang tidak membenarkan hal ini. Bahkan ada juga buat anda yang mau donor darah dan masih menyusui diperbolehkan untuk donor darah. Dengan catatan kalau anda sendiri tidak anemia.
  2. Jika dilihat lagi, seorang ibu yang sedang dalam masa menyusui jangan sampai kekurangan darah. Jadi, bisa dikatakan kalau anda mau donor darah, hal yang dikhawatirkan adalah kekurangan darah. Untuk itu, akan lebih baik untuk tidak usah mendonor.
  3. Keputusan untuk donor darah saat sedang menyusui juga menjadi salah satu yang bisa dipertimbangkan seseorang dilihat dari kondisi kesehatan. Jika anda memiliki riwayat kesehatan bagus maka anda bisa donor. Namun, anda tidak usah khawatir karena saat anda mau donor semua pengecekan kesehatan akan dilakukan sehingga akan ada jawaban dari tiap kondisi individu yang hendak mendonorkan darahnya. Hal ini juga termasuk anda yang merupakan ibu menyusui.
  4. Jika seorang ibu masih dalam usia 6 bulan selepas melahirkan, maka akan lebih baik untuk tidak mendonor darah. Dalam masa ini anda sedang dalam pemberian ASI eksklusif, sehingga jika ditanya bolehkah ibu menyusui ikut donor darah? Maka jawabannya cenderung menjadi tidak. Namun, anda bisa konsultasikan lagi pada dokter yang akan bertanggung jawab dalam hal donor darah ini terkait dengan anda yang masih aktif menyusui sang buah hati.

Kekhawatiran Dari Pertanyaan; Bolehkah Ibu Menyusui Ikut Donor Darah?

Jika menurut beberapa ahli kesehatan donor darah itu selalu aman untuk siapa saja yang memenuhi syarat, maka sekilas yang hanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Biasanya hal ini mencakup pada kondisi seseorang sehat jasmani dan rohani berat, badan minimal 45 kg, tidak sedang menderita penyakit tertentu, dan juga tidak sedang mengkonsumsi obat- obatan. Namun, jika anda ibu yang sedang menyusui akan beda lagi pertimbangannya. Anda masih dilihat apakah sedang dalam masa pemberian ASI ekslusif tidak.selain itu, jika anda donor maka yang ditakutkan adalah kandungan ASI yang berkurang nutrisinya karena sang ibu harus kekurangan darah yang mungkin berbeda dari sebelum donor. Hal ini juga bisa jadi berimbas pada kondisi kesehatan sang buah hati. Untuk itu, lebih baik setiap ibu yang merasa ingin donor darah bisa datangi dokter pribadinya. Dengan konsultasi kekhawatiran yang ada pun bisa hilang. Bahkan dengan melakukan donor maka akan ada regenerasi dari sirkulasi darah yang ada di tubuh anda. Maka dari itu, jika ada pertanyaan soal bolehkah ibu menyusui ikut donor darah, jawabannya akan bergantung pada kondisi kesehatan ada sebagai seorang ibu yang sedang dalam masa pemberian ASI.