Home » payudara menyusui » Efek Pompa ASI Terhadap Payudara

Efek Pompa ASI Terhadap Payudara

Efek Pompa ASI Terhadap Payudara

Banyak sekali mitos seputar efek pompa ASI terhadap payudara. Mengingat banyak pula wanita yang memerah Air Susu Ibu (ASI) mereka dengan menggunakan pompa atau breats pump. Para ibu biasanya memerah ASI mereka sebagai persediaan makanan bayi, khususnya jika si ibu sering beraktivitas keluar sehingga akan sering meninggalkan bayinya. Namun, tak sedikit juga ibu yang khawatir bahwa payudaranya bisa rusak karena terlalu sering memompa payudara mereka untuk mengeluarkan ASI. Namun benarkah itu? Beberapa dokter kandungan menyatakan bahwa mengeluarkan ASI akan sangat baik bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui sekalipun itu menggunakan breast pump. Ada beberapa alasan yang membuat para ibu memerah ASI dengan menggunakan breast pump. Salah satu alasan yang paling sering terjadi adalah karena puting susu sang ibu masuk ke dalam sehingga sang bayi tidak mampu menyedot susu yang ada pada puting ibunya. Atau bisa jadi karena si bayi itu memang tidak bisa menyedot puting sang ibu terlepas dari putingnya masuk atau tidak.

Efek-Pompa-ASI-Terhadap-Payudara

Mitos dan Fakta dari Efek Pompa ASI Terhadap Payudara

  1. Breast pump dapat merusak kelenjar payudara

Sebenarnya tidak ada efek pompa ASI terhadap payudara. Jadi, jika Anda mendengar bahwa memerah ASI dengan cara memompanya dapat merusak kelenjar payudara itu tidaklah benar. Walaupun Anda menggunkan breast pump, hanya ada sedikit tekanan dan tekanan tersebut tidak akan merusak kelenjar payudara sang ibu. Beberapa ahli juga menjawab mitos tersebut, bahwa penggunaan

  1. Breast pump dapat memicu kanker
Baca Juga  Cara Memperbanyak ASI Perah Berkualitas

Mitos kesehatan yang satu ini juga tidak benar. Penggunaan pompa untuk memeras ASI tidak berpotensi menimbulkan kanker payudara. Hal ini ditegaskan oleh beberapa ahli kandungan. Justru dengan mengeluarkan ASI bisa mencegah kanker payudara. Jika ASI Anda tidak sering-sering dikeluarkan maka akan berpotensi timbulnya kanker payudara. Jadi, efek pompa ASI terhadap payudara tidak menimbulkan kanker payudara.

Demikian penjelasan tentan dua mitos kesehatan seputar pompa ASI terhadap payudara. Namun ternyata breast pump juga mempunyai efek samping, lho. Apa sajakah efek samping tersebut? Ini dia! 

Efek Pompa ASI Terhadap Payudara

  1. Dapat membuat ASI berbau tak sedap
pelancarasibanner

Pompa bertipe terompet adalah jenis breast pump yang tidak dianjurkan oleh pakar laktasi. Karena pompa jenis tersebut dapat menimbulkan resiko yang buruk jika sering digunakan. Pompa terompet mempunyai bagian karet bundar di belakangnya. Karet tersebut tidak dapat dibersihkan dan sangat mudah untuk dimasuki oleh banyak cairan ASI. Bagian karet yang tidak bisa dibersihkan itulah yang dapat menimbulkan bau tak sedap. Tentu hal ini dapat mempengaruhi ASI segar yang baru saja dipompa menjadi berbau tak sedap pula. Selain itu bagian akret tersebut juga dapat menimbulkan kuman yang bisa mengontaminasi ASI segar yang baru saja dipompa.

  1. Sakit pada payudara

Efek selanjutnya adalah rasa kurang nyaman yang bahkan dapat menyebabkan beberapa ibu merasa kesakitan di bagian payudaranya. Biasanya hal ini terjadi pada saat menggunakan alat pompa ASI pada masa awal menyusui. Karena itulah Anda harus memperhatikan dengan cermat bagaimana cara menggunakan pompa ASI yang baik dan benar sehingga dapat menempatkan payudara dengan tepat dan tidak merasa sakit pada saat dipompa. Menggunakan pompa manual yang bertekanan negatif tidak dianjurkan karena dapat merusak saluran ASI dan kurang efektif dalam mengosongkan payudara. Padahal masih ada ASI yang bisa keluar namun karena menggunakan pompa ASI tidak efektif sehingga ada ASI yang tertinggal.

Baca Juga  Teknik Memerah ASI dengan Tangan yang Mudah

Demikian efek pompa ASI terhadap payudara, semoga dapat bermanfaat.

pelancarasibanner
Jika anda serius ingin melancarkan dan memperbanyak ASI,silahkan klik disini
error: Content is protected !!