Home » Tips Ibu Menyusui » Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

Asi merupakan makanan terbaik untuk bayi. Pemberian asi sangat dianjurkan sampai bayi pada usia 2 tahun. Minimal sampai bayi usia 6 bulan. Alasannya adalah bayi masih memerlukan asupan nutrisi yang murni dari asi. Komponen penting dalam asi memang cukup diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu, bayi pada usia dibawah 6 bulan masih memiliki kondisi pencernaan yang masih sangat rentan. Sehingga sangat salah jika Anda memberikan makanan padat sebelum usia bayi menginjak 6 bulan. Namun kendala sering sekali dialami oleh ibu yang bekerja. Sering kali ibu yang bekerja sulit memberikan asi secara eksclusive kepada bayinya karena kesibukan bekerja. Namun sebenarnya bisa dilakukan dengan cara dipompa. Namun yang belum diketahui oleh ibu adalah  ketahanan asi setelah dipompa dan disimpan.

Ketahanan Asi Setelah Di Pompa Dan Disimpan

Asi yang diberikan secara penuh pada bayi memiliki manfaat yang cukup besar untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Namun tidak jarang, ibu mengalami kesulitan dalam memberikan asi untuk bayinya. Terkadang, ibu yang bekerja mengalami kesulitan saat memberikan asi untuk bayinya. Sehingga membuat alasan para ibu untuk memberikan susu formula kepada bayinya. Namun sebenarnya ada solusi bagi ibu yang ingin tetap memberikan asi kepada bayi yaitu dengan cara dipompa. Namun sebelumnya Anda harus mengetahui terlebih dahulu ketahanan asi setelah dipompa supaya penangann terhadap asi perah menjadi lebih optimal:

Baca Juga  Cara Menyusui Bayi Sebelah Kanan Yang Efektif Dan Nyaman

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

  • Pada dasarnya asi yang dipompa masih bisa bertahan asalkan disimpan dengan metode penyimpanan yang benar. Bagi ibu yang bekerja, ada baiknya untuk mulai memperhatikan teknik penyimpanan asi yang sudah dipompa. Supaya asi yang dipompa tersebut dapat diberikan pada bayi. Bahkan dengan memberikan asi yang sudah dipompa, ibu bekerja masih bisa memberikan asi secara seksclusive untuk bayi Anda yang baru lahir. Metode penyimpanan yang benar akan membuat asi bisa lebih tahan lama ketika disimpan dengan benar. Sehingga masih bisa diberikan untuk bayi Anda meskipun Anda bekerja seharian.
  • Asi yang disimpan pada suhu ruangan hanya akan tahan selama 8 jam saja. Sehingga jika Anda sudah memerah asi, sebaiknya disimpan pada almari pendingin supaya asi untuk bayi Anda masih bisa Anda berikan kepada bayi Anda. Bukan hanya itu saja, asi yang terlalu lama di suhu ruangan juga kemungkinan besar akan mengalami perubahan secara struktural maupun pada kandungannya secara keseluruhan. Sebaiknya asi disimpan di dalam botol kaca yang steril dan tertutup tujuannya adalah untuk memastikan bahwa asi yang Anda perah dan Anda simpan tersebut masih bisa diberikan untuk bayi Anda secara langsung meskipun Anda bekerja di kantor selama seharian.

Menyimpan Asi Yang Benar

Mengingat kandungan asi yang cukup lengkap, maka tidak ada salahnya Anda memberikan asi secara full kepada bayi Anda. Sebab kandungan asi inilah yang akan membuat bayi Anda sehat. Namun bagi ibu yang bekerja memberikan asi secara penuh tentu saja akan menjadi kendala tersendiri. Kesibukan sepanjang hari ditambahkan dengan kondisi di kantor yang sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pemberian asi secara langsung seperti ketika berada di dalam rumah. Pada dasarnya ketahanan asi setelah dipompa itu cukup baik asalkan disimpan dengan benar.

Baca Juga  7 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui

Penyimpanan di dalam botol kaca steril menjadi salah satu alternatif yang paling umum untuk ibu-ibu yang bekerja. Sehingga asi masih sangat sempurna untuk diberikan kepada bayi. Selain itu,asi yang disimpan di dalam lemari pendingin mampu bertahan selama berbulan-bulan tanpa merubah kondisi kandungan nutrisinya. Penyimpanan pada suhu rendah memang relatif dianjurkan untuk ibu yang aktif bekerja yang ingin tetap memberikan asi kepada bayi. Namun pemberian asi yang dianjurkan adalah asi disimpan dengan benar pada suhu pembekuan. Pada suhu pembekuan inilah bakteri tidak akan berkembang biak. Bahkan dengan disimpan pada suhu pembekuan, asi masih bisa bertahan dan mempertahankan kandungan nutrisinya dengan cukup baik sehingga masih sangat layak diberikan pada anak dengan cara dihangatkan hingga suhu yang sudah cukup untuk dikonsumsi oleh bayi.

pelancarasibanner
Jika anda serius ingin melancarkan dan memperbanyak ASI,silahkan klik disini