Cara Melancarkan ASI Dan Memperbanyak ASI Setelah Melahirkan

Cara Melancarkan ASI Setelah Melahirkan

Cara Melancarkan ASI Dan Memperbanyak Setelah Melahirkan

Kebiasaan merokok buruk bagi kesehatan, semua orang tau itu. Kandungan racun yang tinggi mampu mempengaruhi kesehatan tubuh, walaupun hanya 1 batang rokok saja. Tidak hanya merusak kesehatan bagi perokok, tapi juga pada second hand smoker atau yang artinya adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menghisap rokok dari orang lain. Beberapa orang yang kecanduan mampu terlepas dari rokok, namun tentunya hal tersebut tidaklah mudah. Tidak hanya laki-laki, namun banyak juga wanita yang kecanduan rokok. Kebiasaan yang sulit dihentikan ini tak hayal tetap dilakukan walaupun dalam keadaan hamil maupun menyusui. Apakah rokok dapat berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI? Para ahli menyebutkan bahwa produksi ASI dapat berpengaruh terhadap kandungan dalam rokok.

Karena ASI yang diproduksi bergantung terhadap apa yang dimakan oleh ibu. Jika mengkonsumsi makanan yang bergizi, makan ASI yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Kandungan dalam rokok mampu mempengaruhi kualitas ASI dan juga membuat hormon prolaktin pada ibu sehingga mengalami penurunan produksi ASI secara signifikan. Beberapa kasus juga menunjukkan rokok tidak hanya mengurangi produksi ASI tapi juga menghentikan produksi ASI sehingga sang ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Rokok sekalin mampu menghentikan produksi ASI, juga dapat menyebabkan ASI sulit keluar dari payudara karena adanya sindrom LDR (Let Down Reflects). Bayi menjadi tidak mendapatkan kebutuhan gizi yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Sekalipun ASI lancar, namun kualitas ASI akan buruk karena adanya kandungan nikotin dalam ASI. Jika ASI yang mengandung nikotin dikonsumsi oleh bayi, maka bayi akan mudah mengalami sakit perut, gelisah dan juga gampang rewel. Ibu yang merokok juga membuat resiko bayi terpapar asap rokok menjadi semakin tinggi, menyebabkan resiko terkena peyakit saluran pernapasan semakin tinggi, seperti asma, infeksi sinus, brokitis dan juga radang paru-paru. Bahkan bayi yang terpapar rokok lebih sering akan meningkatkan kematian pada bayi 7 kali lebih besar.

Cara Melancarkan ASI Setelah Melahirkan
Selain rokok, alkohol juga mampu masuk kedalam ASI pada konsentrasi yang sama seperti yang ada pada darah. Meskipun bayi hanya memimum sedikit kandungan alkohol yang ada pada ASI, organ tubuh bayi yang belum berkembang dengan sempurna belum bisa memproses alkohol dengan baik di livernya. Bisa saja kandungan alkohol yang sedikit sudah bisa membuat bayi mabuk, karena proses mencerna alkohol di liver bayi bisa setengah kali lebih lambat dari orang dewasa. Hasil studi menunjukkan bahwa alkohol bisa menyebabkan kebiasaan makan dan tidur bayi berubah. Bayi akan menjadi lebih cepat mengantuk dan juga lebih cepat terbangun dari tidurnya. Hal tersebut menyebabkan bayi tidak mendapatkan tidur yang cukup sehingga membuatnya kelelahan.

Orang dewasa yang kelelahan saja membuat ia mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya rendah, coba bayangkan hal tersebut pada bayi. Tentunya bayi akan lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan orang dewasa.
Bukan itu saja, alkohol dapat menurunkan produksi susu dan kandungan alkohol dalam ASI membuat bayi hanya menyusui lebih sedikit, bahkan hingga 20% dari biasanya. Oleh sebab itu asupan alkohol terhadap wanita yang hamil maupun menyusui harus dibatasi. Namun ada yang perlu disyukuri adalah kandungan yang paling beracun dalam alkohol yaitu asetaldehida tidak akan terserap kedalam ASI sehingga tidak diminum oleh bayi.

Apabila ibu ingin mengkonsumsi alkohol, maka perlu diketahui bahwa tingkat alkohol dalam darah puncaknya pada menit 30 hingga 60 setelah minum alkohol walaupun waktu yang dibutuhkan untuk setiap orang berbeda tergantung dari lamanya waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengeluarkan alkohol, setiap orang berbeda-beda. Perlu diingat bahwa semakin banyak minum alkohol maka akan semakin lama punya alkohol dikeluarkan dari dalam tubuh. Maka sebaiknya jangan menyusui bayi ketika sedang minum atau tepat saat setelah minum alkohol karena tidak baik untuk kesehatan bayi. Sehingga jumlah yang dianjurkan untuk diminum adalah hanya 1 hingga 2 gelas saja. Secara detailnya adalah ibu tidak boleh mengonsumsi lebih dari 0,5 gram alkohol per kg berat badan ibu dalam 24 jam. 0,5 gram alkohol setara dengan 60 ml liquor, 235 ml wine, atau 2 botol bir untuk ibu dengan berat badan 60 kg. Untuk ibu dengan berat badan yang berbeda dari contoh, bisa dihitung kira-kira seberapa banyak konsumsi alkohol yang diperbolehkan.

Jika anda bersikukuh ingin mengkonsumsi alkohol padahal seharusnya waktunya untuk menyusui bayi, harus dipersiapkan stok ASI dalam botol untuk minum bayi. Hindari memberikan susu formula karena susu terbaik untuk bayi adalah ASI. Alternatif lainnya adalah melakukan pompa-buang ASI setelah anda minum alkohol untuk menghilangkan kandungan alkohol pada bayi dan juga untuk mengurangi rasa sakit yang timbul karena melewatkan sesi menyusui. Dan jangan menyusui ketika mabuk, berilah sesi menyusui ketika ibu dalam keadaan sadar sepenuhnya.

Karena tidak ada yang tahu apa yang ibu lakukan ketika berada dalam pengaruh alkohol. Hal ini mampu membutakan kesadaran anda dari kehadiran bayi dan bisa menjadi sangat terganggu dan melakukan hal yang tidak diinginkan ketika mendengar tangisan bayi yang sangat menganggu. Untuk ibu dari bayi dengan usia kurang dari 3 bulan, ibu harus mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sebelum meminum alkohol. Karena otak bayii yang baru saja lahir masih dalam perkembangan yang kritis dan rentan. Hindarilah alkohol untuk beberapa bulan pertama untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi menimpa bayi.

Hal diatas adalah beberapa hal yang harus dihindari selama menyusui. Selanjutnya kita akan masuk faktor penyebab produksi ASI tidak lancar.

Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Biasanya setelah melahirkan, ASI atau Air Susu Ibu akan keluar karena adanya pengaruh hormonal. Namun ada beberapa kasus yang menyebabkan ASI tidak keluar sehingga belum bisa menyusui bayinya selama beberapa hari. Hal tersebut adalah hal yang normal, sehingga tidak perlu takut. ASI biasanya keluar 2 hingga 3 hari setelah melahirkan. Yang menjadi masalah adalah ketika ASI tidak keluar hingga hari keempat atau hanya keluar sedikit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI bayi. Salah satu cara melancarkan ASI adalah isapan bayi, makin sering bayi menghisap payudara ibunya, maka ASI akan semakin lancar keluar. Jika dari awal ASI yang  keluar sedikit dan akhirnya ibu jarang memberikan ASI, maka produksi ASI akan terhenti dan tidak akan keluar lagi.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ASI tidak keluar, seperti faktor kelahiran, faktor menyusui, faktor kesehatan ibu dan lainnya. Berikut akan dijelaskan beberapa faktornya.

  1. Faktor kelahiran

  • Proses melahirkan akan memberikan stress terhadap tubuh ibu karena proses yang sangat lama dan atau dengan operasi caesar sehingga hormon stress pada tubuh meningkat dan menyebabkan pengeluaran ASI tertunda.
  • Pendarahan saat melahirkan dapat mengganggu kelenjar hipofisi yang ada diotak. Kelenjar tersebut mengontrol hormon laktasi.
  • Hal-hal yang dapat mempengaruhi fungsi plasenta seperti plasenta yang tertahan.
  • Penghilang rasa sakit kerap diberikan saat proses melahirkan, obat ini dapat menunda ASI keluar.
  1. Faktor menyusui

Beberapa rumah sakit memisahkan bayi dan ibunya diruangan yang berbeda, karena bayi membutuhkan perawatan khusus setelah lahir. Hal ini mempengaruhi keluarnya ASI. Karena sebenarnya semakin cepat bayi menyusui terutama dihari pertama setelah melahirkan akan membuat produksi ASI semakin baik. Jika pada awal-awal setelah melahirkan tidak menyusui dan menggunakan pompa ASI, produksi ASI hanya akan sedikit atau bahkan berhenti. Ingat, bahwa semakin sering ASI dikeluarkan maka semakin lancar produksi ASI.

  1. Faktor kesehatan ibu

Masalah kesehatan yang terjadi ditubuh ibu juga mempengaruhi hormon untuk produksi ASI. kondisi kesehatan yang mempengaruhi produksi ASI adalah sebagai berikut.

  • Diabetes saat kehamilan

Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan tubuh tidak memproduksi cukup insulin dan diabetes melitus tipe 2 dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada didalam tubuh dengan baik. Insulin mempengaruhi produksi ASI dan ketiadaaan insulin ataupun ketidakmampuan dalam menggunakan insulin dapat berdampak terhadap cadangan ASI. Hanya beberapa kasus yang memiliki masalah ini, jadi jangan khawatir. Namun walau begitu tetap harus mengontrol kadar gula darah dan juga kadar insulin agar dapat menjaga produksi ASI tetap melimpah.

  • Gestational ovarian theca lutein cysts

Atau biasa disebut dengan kista. Kista biasanya berkembang ketika dalam masa kehamilan, menyebabkan kadar hormon testosteron meningkat dan menekan jumlah ASI yang diproduksi setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar testosteron menurun setelah 3 atau 4 minggu setelah kista diatasi. Setelah itu proses menyusui dapat berjalan seperti biasa.

  • Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan dan bahkan obesitas beresiko untuk mengalami penurunan  produksi ASI. ASI yang keluar hanya sedikit, hal ini berkaitan dengan produksi prolaktin yang rendah akibar kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme, contohnya sindrom ovarium polikistik atau disebut juga dengan hipertiroidisme. Kondisi ini juga mempengaruhi cadangan ASI. Banyaknya kondisi yang menyebabkan menurunnya jumlah ASI akibat kelebihan berat badan, membuat ibu harus waspada. Memang biasanya selama hamil berat badan naik, namun setelah melahirkan cobalah untuk mulai berolahraga agar berat badan menurun. Tidak hanya agar produksi ASI meningkat, namun agar suami juga bahagia. Menurunkan berat badan merupakan cara melancarkan ASI yang mudah dan juga murah.

  • Konsumsi obat-obatan

Beberapa obat yang dapat menyebabkan produksi ASI berkurang adalah kontrasepsi hormonal karena mengandung hormon estrogen. Hormon estrogen ini mampu mempengaruhi produksi ASI.

  1. Faktor payudara

Efek Menyusui Hanya Sebelah Kiri

Beberapa masalah payudara yang mempengaruhi keluarnya ASI adalah sebagai berikut.

  • Kelahiran prematur

Kelahiran prematur bayi menyebabkan terhentinya pertumbuhan payudara yang memproduksi ASI pada akhir kehamilan yang menyebabkan jaringan pada payudara yang memproduksi ASI juga sedikit. Tapi hal ini dapat diatasi dengan cara menyusui yang benar sehingga pertumbuhan payudara dapat berlanjut lagi walaupun sudah melahirkan.

  • Payudara belum berkembang sempurna

Dapat disebabkan karena hipoplastia atau yang disebut juga dengan jaringan kelenjar susu yang tidak cukup. Karena belum berkembang dengan sempurna, maka produksi ASI menjadi tidak lancar dan yang keluar hanya sedikit.

  • Operasi atau cedera pada payudara

Operasi atau cedera yang membuat jaringan payudara menghilang, rusak atau saraf yang berhubungan dengan produksi ASI di payudara rusak, membuat jaringan payudara berkurang dan produksi ASI dapat berkurang atau bahkan berhenti.

  • Bentuk puting payudara tidak biasa

Bentuk outing payudara yang datar atau masuk kedalam membuat bayi kesusahan dalam meminum ASI. karena bayi tidak dapat meminum ASI maka tidak terjadi rangsangan yang membantu produksi ASI terus berjalan. Lama kelamaan produksi ASI akan berhenti.

Ketika ASI pertama kali keluar, akan terlihat cairan warna kekuningan yang sedikit kental. Banyak orang yang menyebutnya sebagai ASI basi dan membuangnya. Padahal itu adlaah cairan kolostrum yang sangat diperlukan bagi bayi yang baru saja lahir. Kolostrum mengandung banyak protein, vitamin dan juga mineral yang membantu tubuh bayi melawan bakteri dan virus, selain itu juga menghasilkan antbodi yang akan memperkuat ketebalan tubuh bayi. Manfaat kolostrum lainnya adalah mampu melapisi bagian dalam usus bayi dan melindunginya dari alergi serta gangguan pencernaan.

Karena itulah ASI merupakan makanan pokok pada bayi, maka ASI wajib diberikan karena mengandung banyak zat gizi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Komposisi yang ada pada ASI tidak dapat digantikan oleh susu apapun, termasuk susuk sapi dan susu kedelai. Maka sangat penting untuk menjaga jumlah ASI agar cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila mengalami kesulitan dalam mengeluarkan ASI, diartikel ini akan dijelaskan cara memperlancar ASI pada ibu.

  1. Perbanyak air putih

Meminum air putih yang banyak, minimal 10 gelas perhari merupakan cara memperlancar ASI yang mudah dan murah karena tubuh membutuhkan cairan untuk memproduksi ASI. cairan tersebut disediakan oleh air putih.

  1. Sering memberikan ASI

Bayi yang baru lahir membutuhkan banyak ASI untuk kebutuhannya. Hampir setiap 2 hingga 3 jam sekali bayi membutuhkan ASI. Dan produksi ASI pada payudara mengikuti prinsip supply dan demand yang berarti bahwa tubuh akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika jarang memberi ASI bayi, maka tubuh akan mengira bahwa kebutuhan bayi tidak banyak sehingga hanya memproduksi ASI dalam jumlah sedikit. Bila rutin memberikan ASI hingga bayi kenyang, payudara akan memberikan sinyal ke otak untuk memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Dan biasanya produksi ASI akan bertambah dalam 3 hingga 7 hari.

Namun ingat, jangan sampi ibu ketiduran ketika sedang menyusui bayi, bayi dapat mengalami sesak nafas. Karena tubuh bayi berhadapan dengan tubuh ibu maka nafas bayi dapat terhenti dan bahkan bisa menyebabkan kematian. American Academy of Pediatrics (AAP) telah melarang ibu dan ayah tidur dekat dengan bayi tanpa penghalang. Karena dikhawatirkan ibu dan ayah akan menindih bayi secara tidar sadar. Apalagi bayi yang baru lahir dengan berat yang ringan (dibawah umur 4 bulan). Jika ingin tidur dekat bayi dengan aman, maka bisa menidurkan bayi dalam boks atau ranjang khusus bayi yang diletakkan berdekatan dengan ibu dan ayah. Bisa juga dalam kasur yang sama diberi pembatas, sehingga dapat mencegah ibu dan ayah menindih bayi.

Cara Mengatasi Masalah Bayi Bingung Puting

Maka dari itu, sebelum menyusui sebaiknya perhatikan posisi ibu dan bayi dengan benar, sehingga ketika ibu tertidur maka tubuh masih dapat tertahan dan tidak menindih bayi secara tidak sadar. Ibu bisa duduk disofa dengan mengatur beberapa bantal untuk membantu mencegah bayi tertindih, dan bayi ada dalam keadaan yang aman. Pastikan juga ibu duduk ditempat yang tidak memungkinkan bayi untuk terjatuh ketika ibu tidur. Selain itu ibu juga dapat menggunakan alarm untuk mengatur waktu jika ibu tertidur saat menyusui. Perlu diperhatikan suara alarm jangan sampai membangunkan bayi, bisa disetel dalam volume rendah atau mode getar. Letakkan alarm pada tempat yang bisa dijangkau dengan tangan ibu, tidak diletakkan didekat bayi.

Ketika bayi tertidur setelah disusui, segeralah pindahkan ke tempat tidurnya. Dan agar bayi tidak kaget ketika puting dilepas, tips nya adalah dengan mengganti puting payudara dengan ibu jari bayi, kempeng atau dot.

  1. Bergantian payudara setiap selesai menyusui

Jika telah selesai menyusi bayi pada payudara kanan, sebaiknya untuk menyusui selanjutnya menggunakan payudara kiri. Dengan begitu kedua payudara akan menghasilkan jumlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, tidak berat sebelah. Jika hanya menyusui pada satu payudara, entah kanan atau kiri akan membuat salah satu payudara hanya memproduksi sedikit ASI.

  1. Memijat dan membersihkan payudara

Memerah ASI dengan Tangan

Rajinlah membersihkan puting payudara minimal setiap beberapa hari sekali mulai dari trimester pertama setelah melahirkan. Caranya membersihkan dengan menggunakan baby oil sebelum mandi. Pilin puting payudara terutama pada lipatan diujung puting. Selagi membersihkan, seringlah dipijat payudaranya dengan menggunakan baby oil dengan berbagai macam gerakan sebagai relaksasi untuk memperlancar produksi ASI.

  1. Teknik menyusui yang benar

Agar ASI Kental dan Mengenyangkan Bayi

Ibu yang baru melahirkan anak pertama, sering kali merasa sakit ketika. Tak jarang banyak ibu menghentikan selama beberapa hari dan beralih menggunakan susu formula. Mengganti dengan susu formula menyebabkan produksi ASI berkurang, karena ASI dalam payudara tidak dikosongkan, dan tubuh mengira jumlah kebutuhan bayi hanya segitu maka payudara tidak memproduksi ASI dalam jumlah besar lagi. Apabila posisi ketika menyusui benar, maka menyusui tidaklah sakit.

Hal pertama kali yang dilakukan adalah menempelkan bayi di dada ibu. Menempelkan bayi di dada membantu bayi untuk menyusu dengan lebih baik dan juga membantu ibu agar puting payudara lecet, payudara bengkak dan terhindari dari resiko infeksi. Cara memastikan apakah bayi sudah menempel dengan baik adalah dengan memegang payudara dan sentuh bibir bayi menggunakan puting payudara.

Apabila bayi membuka mulutnya, berarti bayi ingin menyusu. Maka bantulah bayi untuk mencapai puting payudara dengan mendekapnya lebih dekat dan pegang payudara sambil memberikannya dan mengarahkannya ke bibir bayi. Jangan lupa memastikan semua puting payudara dan sebagian atau seluruh area aerola (daerah berwarna coklat diarea sekitar puting payudara) masuk ke mulut bayi. Terkadang ibu dapat mendengar sura menelan dan melihat rahang bayi bergerak maju mundur ketika menyusu. Hal ini menjadi tanda bahwa bayi menerima ASI dengan sangat batik.

Apabila bayi terlihat kesulitan bernapas ketika menyusu karena hidung bayi terlalu dekat dengan payudara sehingga udara tidak dapat masuk melalui hidung bayi, sebaiknya tekan payudara yang dekat dengan hidung bayi agar dapat memberikan sedikit ruang agar bayi dapat bernapas dengan baik.

Pertama kali menyusui mungkin tidak akan berjalan mulus seperti yang anda baca-baca diinternet, bisa jadi ibu harus mencoba berkali-kali hingga menemukan posisi yang nyaman bagi bayi untuk menyusu. Jangan menyerah agar bayi dapat menyusu dengan nyaman. Dan menyusui pertama kali seharusnya tidak menyakitkan. Namun, jika Anda merasa kesakitan saat bayi menempel di payudara, Anda bisa membantu melepas isapan bayi dengan cara memasukkan jari kelingking Anda antara gusi bayi dan payudara Anda. Bayi kemudian akan membuka mulutnya. Dan, cobalah lagi menyusui bayi dengan posisi yang nyaman agar bayi menempel dengan benar.

Cara Mengentalkan ASI yang Bening dan Encer

  1. Kontak kulit langsung dengan bayi

Hindari membiasakan bayi menghisap ASI dari dot, karena jika sudah terbiasa nantinya bayi akan menolak ketika disusui dari puting payudara. Karena dot pada botol bayi lebih mudah dalam mengeluarkan susu ketimbang puting payudara. Selain itu dengan menyusui langsung melalui payudara akan membuat kedekatan emosi dengan bayi semakin kuat. Dengan begitu otak akan memerintahkan untuk memproduksi ASI lebih banyak. Banyak negara yang menganjurkan pada ibu sebagai salah satu cara melancarkan ASI dengan skin to skin contact ketika menyusui.

Karena itu sangat penting untuk segera menyusui bayi setelah bayi lahir. Para ahli mengatakan bahwa sebaiknya menyusui dimulai sejak 30 menit bayi lahir. Meletekkan bayi pada dada mendorong kontak kulit antara ibu dan bayi yang dinamakan dengan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). IMD mampu membantu bayi untuk bisa menyusu lebih cepat. Ketika bayi mencari puting payudara pertama kalinya, bayi sedang berlatih untuk menyusu. Diperkirakan membutuhkan wakut satu jam agar bayi terbiasa. Apabila ASI tidak langsung keluar, maka bisa tetap melakukan kontak kulit walaupun tidak melakukan apapun, cukup mendekap bayi dengan penuh kasih sayang sambil mencoba menawarkan ke payudara lainnya. Hal ini dapat merangsang pengeluaran ASI. Jika bayi lahir prematur, mungkin tidak bisa menyusui nya langsung, tapi bisa tetap memberikan ASI dengan cara memompa ASI sehingga membantu melancarkan produksi ASI.

  1. Memompa ASI

Cara Memperbanyak ASI Perah

Memompa ASI menjadi salah satu cara melancarkan ASI bagi ibu baru yang mungkin sedikit kesulitan dalam menyusui. Karena kesalahan dalam posisi menyusui menyebabkan proses menyusui yang tidak tepat dan ASI tidak akan keluar dengan lancar. Setiap selesai menyusui, gunakan pompa ASI. tidak perlu mencoba untuk memenuhi botol, yang perlu diingat adalah tujuannya, yaitu memberikan rangsangan atau stimulasi pada payudara agar dapat memproduksi ASI dalam jumlah banyak. Selain itu memompa juga membantu untuk mengosongkan ASI yang tidak dihabiskan oleh bayi.

  1. Kompres payudara

Terkadang payudara terasa keras sehingga bayi menolak untuk menghisapnya. Cobalah untuk mengkompres payudara menggunakan handuk hangat. Dengan begitu payudara akan melunak dan ASI dapat keluar dengan lancar.

  1. Konsumsi makanan sehat

Makanan Untuk Memperbanyak Asi

Beberapa makanan terbukti sebagai cara melancarkan ASI. Contohnya adalah pepaya, daun katuk, havermouth, wortel, bayam yang sering digunakan untuk melancarkan ASI dan baik bagi ibu menyusi karena kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut.

  1. Hindari Rokok

Rokok terkenal tidak baik untuk kesehatan. Bagi ibu yang hamil ataupun menyusui sering diingatkan bahwa rokok tidak aman dan harus menghindari rokok, apakah ibu mengkonsumsi rokok itu sendiri ataupun terkena asap dari perokok lain. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa produksi ASI tergantung dari makanan yang dikonsumsinya. Oleh sebab itu ibu menyusui harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Rokok terbukti menyebabkan hormon prolaktin mengalami penurunan secara signifikan sehingga produksi ASI berkurang.

Solusi Cara Melancarkan Dan Memperbanyak ASI yang Sedikit

Beberapa tips diatas bisa memperlancar produksi ASI, ada pula cara melancarkan ASI lainnya dengan cara mengkonsumsi teh celup pelancar ASI. karena kandungannya mampu meningkatkan produksi ASI dengan rasa yang enak, aman dan juga murah. Jangan ragu-ragu untuk memesannya di http://lancarasi.com/produk.

 

3 Cara Memperbanyak Asi Yang Sudah Sedikit

3 Cara Memperbanyak Asi Yang Sudah Sedikit

Inilah 3 Cara Memperbanyak Asi Yang Sudah Sedikit

Asi tidak bisa dipungkiri menyumbang peran yang signifikan bagi kecerdasan anak. Kandungan AA, DHA, Omega 6, lakotosa, taurin, serta protein yang terdapat di dalamnya mampu mendongkrak perkembangan syaraf maupun otaknya untuk lebih tanggap dalam menyikapi sesuatu. Untuk itulah, banyak ibu yang mendambakan untuk menyuguhkan asi eksklusif bagi buah hatinya.

Sayangnya, harapan ini kerap kali tidak sejalan dengan kenyataan, mayoritas ibu diluar sana sering dibingungkan saat produksi asinya menurun. Hal ini jelas mengkhawatirkan lantaran berpotensi menghambat pastikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Untuk itulah, diperlukan cara memperbanyak asi yang sudah sedikit dan efektif.

Terdapat banyak hal yang andil di balik kondisi ini. Sebut saja gaya hidup tidak sehat, kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji, faktor gen, hingga kemungkinan bersarangnya penyakit tertentu di dalam tubuh.

Adapun hormon yang mempengaruhi produksi asi ialah prolaktin dan oksitosin. Dimana prolaktin berkontribusi besar terhadap asi yang dihasilkan, sedangkan oksitosin akan berpengaruh dalam kelancaran asi. Perlu diketahui bahwa produksi asi berbanding lurus dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh sang ibu.

Semakin banyak pasokan gizinya, maka kelancaran asi tidak akan terganggu. Oleh sebab itu, sebelum ibu mempraktekkan cara memperbanyak asi yang sudah sedikit sangat dianjurkan untuk memperhatikan menu apa yang disantapnya.

3 Cara Memperbanyak Asi Yang Sudah Sedikit

Sementara hormon oksitosin juga bekerja berdasarkan aktifitas pada puting payudara. Makin sering di hisap maka asinya akan keluar dalam kapasitas yang memadai. Jika kedua hormon tidak bergerak sebagaimana mestinya, maka secara tidak langsung hal ini akan membuat asi mengering. Jika Anda selama ini masih dipusingkan dengan penyebab keringnya asi selain ketidakstabilan hormon tadi, maka inilah jawabannya.

  1. Penyumbatan pada saluran air susu ibu

Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan kecil yang keras sat dipijat. Umumnya, ketidaksesuaian bra yang digunakan, pompa asi yang kurang bagus, hingga pemberian asi yang tidak tuntas menjadi pemicunya.

  1. Stress

Keadaan ini acapkali menimpa ibu yang baru saja melahirkan terutama untuk anak pertama. Seorang ibu diharuskan siaga selama 24 jam demi bisa mengurus anaknya secara maksimal. Terlebih jika suaminya juga sibuk berkerja dan tidak ada upaya kerja sama yang bagus. Bukan tidak mungkin jika ibu mengalami tekanan secara psikologisnya.

  1. Kapasitas penyimpanan yang kecil

Volume ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ukuran payudara. Jika kapasitas asi kecil, maka sering-seringlah untuk mengosongkan cadangan asi sehingga bisa merangsang produksi asi kembali.

  1. Kafein, soda, dan alkohol

Ketiga jenis minuman ini seakan tidak pernah bisa lepas dari keseharian. Utamanya kopi. Jika dulu Anda terbiasa mengganti sarapan dengan segelas kopi. Maka sekarang usahakan untuk merubahnya dengan panganan yang bergizi tinggi.

Setelah Anda mengetahui beberapa hal yang membuat asi tidak lancar, kini saatnya untuk menggalakkan cara memperbanyak asi yang sudah sedikit dengan metode yang aman sekaligus tanpa efek samping.

  1. Meningkatkan frekuensi menyusui

Prinsip supply and demand sejatinya membuktikan bahwa payudara akan menghasilkan asi sesuai dengan kebutuhan bayi. Seperti yang Anda ketahui bahwa bay baru lahir lebih sering lapar. Maka sebaiknya susuilah mereka lebih sering. 2-3 jam sekali menyusui, maka tindakan ini akan mengirimkan perintah ke otak untuk mengeluarkan asi yang melimpah.

Apabila anda seorang ibu pekerja, maka cara memperbanyak asi yang sudah sedikit bisa dipraktekkan dengan memerah asi dengan bantuan pompa listrik atau manual.

Anda bisa menyusun jadwal dalam memberikan asi kepada sang bayi. Bahkan Anda pun diperbolehkan untuk menyusui mereka meskipun mereka sudah kenyang.

Mengapa? Bayi mempunyai lambung yang kecil sedangkan asi mudah diserap. Kandungan lemak pada awal-awal biasanya rendah, dan akan terus meningkat menjelang berakhirnya proses menyusui.

Dalam 3 bulan produksi asi akan berkurang, maka jika Anda rutin memberi asi, prolaktin akan terangsang.

Bayi yang meminta susu juga bukan karena semata-mata ia lapar namun ia memerlukan kedekatan emosional dari ibunya.

  1. Minimalisir kadar stress dengan breastfeeding father

Sadarkah anda bahwa tuntutan pekerjaan rumah, ataupun bidang yang anda geluti terkadang menimbulkan depresi ataupun perasaan tidak karuan yang membuat mood menjadi berantakan. Cara memperbanyak asi yang sudah sedikit dengan mengurangi frustasi, menyeimbangkan dan melakoni hal-hal yang akan membuat semangat Anda kembali dapat menghadirkan ketenangan.

Kejiwaan disinyalir menempati posisi yang dominan dalam pengurangan kadar asi, dan hal ini tentu saja berakibat negative bagi sang bayi.

Dengan situasi semacam ini, ayah atau suami sangat berperan penting. Hendaknya pasangan selalu memurahkan kasih sayang, mengalirkan support, serta turut serta dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan si buah hati. Lebih jauh lagi, keharmonisan harus terpelihara agar tidak terjadi pertengkaran.

  1. Ramuan pelancar asi

Cara memperbanyak asi yang sudah sedikit selanjutnya mungkin sudah tidak asing lagi bagi anda. Racikan menu turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang bisa Anda jadikan alternatif yang ekonomis serta terbukti berhasil. Hebatnya, Anda bisa memanfaatkan tumbuhan herbal yang ada di sekitar. Mengolahnya menjadi jamu atau air rebusan yang siap minum. Jika Anda berminat, sederet tanaman ini patut anda sertakan sebagai panduan.

  • Fenugreek

Anda mungkin mengenalnya sebagai terobosan untuk mengusir bau badan yang menyengat. Namun tahukah anda jika teh dari tanaman herbal ini juga baik untuk melancarkan asi?. Teh fenugreek bisa dengan gampang Anda jumpai di apotek atau toko obat terdekat

  • Daun katuk

Daun katuk kaya akan protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, dan vitamin. Katuk juga menyimpan alkaloid dan sterol yang berdampak pada produksi ASI. Dalam 100 gr daun katuk terkandung 239 vitamin C. Sehingga Anda tidak perlu minum suplemen agar fit sepanjang hari.

Cara memperlancar asi yang sudah sedikit ini dilengkapi dengan asam seskuiterna yang ada di dalamnya. Untuk pengolahannya, anda bisa memasak sayur bening katuk yang ditambahkan jagung muda atau kecambah.

  • Pare

Senyawa fitokimia dan lutein pada sumber makanan pelancar asi ini akan merangsang produksi insulin. Baik untuk ibu menyusui yang menderita diabetes karena efektif menurunkan kadar gula dalam darah. Pare juga kondang sebagai antikanker, antibiotik, dan pembasmi cacing usus.

Selamat mencoba. Semoga berhasil.

7 Cara Melancarkan Asi Setelah Melahirkan

Cara Melancarkan Asi Setelah Melahirkan

7 Cara Melancarkan Asi Setelah Melahirkan – Air susu ibu merupakan salah satu nutrisi penting yang wajib diterima oleh bayi. Mengingat segudang kandungan yang bermanfaat mendongkrak kecerdasan si buah hati, tentu sangat disayangkan apabila nutrisi pokok ini tergantikan dengan kehadiran susu formula yang notebene tidak dilengkapi senyawa penting sekompleks ASI. Memberi asi bukan saja perihal kewajiban seorang ibu kepada anaknya. Tindakan ini secara tidak langsung akan memperkuat ikatan emosional yang diantara mereka.

Miris bukan main saat banyak ibu diluar sana tidak mau menyusui anaknya dengan berbagai alasan. Padahal cara melancarkan asi setelah melahirkan setidaknya bisa mereka jadikan panduan untuk mengatasi sederet problema, seperti tersumbat saluran susu yang berpengaruh pada kuantitas asi. Sebelum mempraktekkan beberapa langkah tersebut, ada baiknya jika Anda mengenali lebih dulu beberapa penyebab air asi keluar sedikit atau tidak sama sekali, diantaranya:

  1. Faktor gen atau keturunan
  2. Kekurangan asupan gizi yang dimakan ibu
  3. Sinyal dari keberadaan penyakit tertentu, misal kanker payudara
  4. Adanya penyumbatan pasca operasi
  5. Kecilnya ruang penyimpanan asi (tidak ada hubungannya dengan besar payudara)
  6. Lifestyle yang tidak sehat

Sejatinya masih terselip banyak hal yang mengganggu kelancaran produksi air susu ibu. Namun bukan berarti Anda tidak bisa berusaha untuk keluar dari belitan persoalan yang pelik tersebut. Buktinya sejumlah cara melancarkan asi setelah melahirkan ini dapat Anda jadikan alternatif jitu yang menjanjikan.

Cara Melancarkan Asi Setelah Melahirkan

  1. Makanan peningkat produksi asi
  • Som Jawa

Nama tanaman yang satu ini mungkin terkesan asing bagi kebanyakan orang. Namun siapa sangka jika som Jawa diperkaya dengan segudang nilai plus. Sebut saja menjaga stamina tubuh, dan yang terpenting memperbanyak asi seusai persalinan. Anda bisa mengolahnya sebagai tumisan yang lezat dan dikombinasikan dengan bahan lain agar semakin menggoda.

  • Daun murbei

Buah kecil yang beken dengan sebutan arben ini merupakan buah yang digemari karena rasanya yang asam manis. Buah murbei menyimpan sejuta kegunaan terutama di bidang kesehatan dan kecantikan, sehingga banyak dibudidayakan. Selain buahnya yang bisa dimakan secara langsung, cara melancarkan asi setelah melahirkan bisa diaplikasikan dari daunnya yang dimasak menjadi oseng atau sejenisnya.

  • Akar jombang

Nama lain dari tumbuhan ini adalah Dandelion. Bunganya kalau sudah tua berwarna putih dan bisa beterbangan apabila ditiup. Akar jombang mampu membantu proses produksi asi. Cuci akar jombang dan potong tipis-tipis. Didihkan air sebanyak 2 atau 3 gelas dalam sebuah panci lalu masukkan akar jombang. Biarkan hingga menguap dan menyisakan air setengahnya. Dinginkan dan saring.

  • Kubis

Siapa yang tidak familiar dengan sayuran pelengkap sup atau lalapan ini?. ternyata kubis mampu meningkatkan produksi asi berkat kandungan yang baik di dalamnya. Namun Anda tidak dianjurkan untuk memakannya dengan sambal lantaran kurang baik bagi kualitas asi.

  1. Rutin menyusui

Teratur menyuplai asi kepada bayi secara bergantian antara payudara bagian kanan dan kiri, 2-3 jam sekali, dapat mengirim perintah ke otak untuk membuat asi mengalir secara optimal. Memang pada awal Anda menyusui, asi yang keluar tidak langsung dalam jumlah yang banyak. Tapi dengan diterapkannya cara ini, asi akan terangsang perlahan.

Atur jadwalnya, namun Anda pun tidak boleh menyuguhkan asi secara berlebihan. Sebab si kecil yang kekenyangan akan memuntahkan asinya, sehingga nutrisi yang ia butuhkan akan kurang.

Prinsip cara melancarkan asi setelah melahirkan ini berdasarkan pada supply dan demand, artinya tubuh memproduksi asi sesuai kebutuhan bayi

  1. Membersihkan puting dan melakukan pijatan

Cara melancarkan asi setelah melahirkan sebenarnya bisa dimulai dari trisemester pertama. Bersihkan puting susu dengan baby oil sebelum mandi agar jalan keluar ASI lancar. Lakukan sambil memilin-milin puting terutama pada lipatan di ujung puting. Terapkan tips ini beberapa hari sekali.

Anda juga bisa menjajal pijatan payudara dengan memakai minyak kelapa murni. Gerakan melingkar yang dimulai dari bagian bawah payudara ke atas selama 10 sampai 15 menit dengan pelan atau mengompres payudara dengan handuk dan air hangat akan mengatasi tersumbatnya saluran air susu yang berimbas pada sedikitnya ASI. Cara melancarkan asi setelah melahirkan ini dapat Anda praktekkan sendiri di rumah.

  1. Memompa asi

Bagi ibu baru, keterampilan menyusui belum maksimal. Kesalahan posisi menyusui acapkali mempengaruhi asi yang dikeluarkan. Gunakan pompa setiap kali selesai menyusui. Jangan pedulikan berapa banyak asi yang Anda dapat, karena tujuan diberlakukannya tips ini adalah menjadi perangsang dan stimulasi pada payudara.

Metode ini secara tidak langsung dapat mengosongkan ASI yang tidak dihabiskan bayi sehingga payudara memproduksi ASI kembali untuk mengganti ASI yang sudah keluar. Hilangkan keraguan untuk mengaplikasikan cara melancarkan asi setelah melahirkan ini.

  1. Skin to skin contact

Situasi in bisa dibilang sebagai momen paling membahagiakan. Bayi yang disusui dalam keadaan telanjang mendapatkan kontak langsung ke kulit dada kita. Hal ini juga efektif menghasilkan banyak asi.

Emosi yang terjalin begitu erat akan menyuruh otak untuk lebih banyak lagi memasok ASI. Beberapa negara yang mendukung program ibu menyusui menganjurkan skin to skin contact sebagai treatment sekaligus program apik yang disupport penuh oleh pemerintahnya.

  1. Memilih KB yang tepat

Pil mini adalah pil KB yang paling disarankan untuk ibu menyusui karena tidak berpengaruh terhadap hormon yang diperlukan untuk memproduksi asi. Pilihan lainnya adalah trik yang tidak menyangkut KB, misalnya hormon. Untuk referensinya, anda bisa menjajal LAM (Lactational Amenorrhea Method), Spermisida yang berupa jel, busa, spons, dan dioleskan pada vagina dengan tujuan membunuh sperma.

  1. Posisi menyusui

Banyak orang yang tidak terfikirkan untuk mencari tahu bagaimana cara melancarkan asi setelah melahirkan ini. Ibu yang baru saja menyusui sering merasa sakit pada putingnya. Akibatnya banyak yang berhenti dan memberi susu formula. Kesalahan perlekatan dapat membuat puting nyeri saat dihisap oleh bayi. Cross Cradle memposisikan kepala bayi pada payudara kiri, dengan tangan kanan menopang tubuh dan leher bayi. Tangan kiri sambil memegang payudara sambil memijat ke arah puting.

Demikian cara melancarkan asi setelah melahirkan. Semoga ibu tidak terkendala lagi dalam menyusui si kecil.

 

5 Cara Memperbanyak Asi Untuk Ibu Bekerja

5 Cara Memperbanyak Asi Untuk Ibu Bekerja

5 Cara Memperbanyak Asi Untuk Ibu Bekerja – Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti berarti Anda tidak bisa melebarkan sayap untuk berkarir. Selama kiprah yang anda pilih tidak terlalu menyita waktu untuk mengurus anak dan suami, maka tidak ada salahnya jika anda menekuni pekerjaan tersebut.

Namun, seringkali seorang ibu dilanda kebingungan saat ia harus memenuhi kewajibannya untuk memberikan susu bagi si buah hati. Sesibuk apapun Anda, pastikan tidak melupakan satu hal ini. Asi yang notabene makanan pokok mampu menyuplai nutrisi memadai dan tidak ada tandingannya.

Berkaca dari gambaran di atas, anda tentu memerlukan cara memperbanyak asi untuk ibu bekerja yang efektif bukan?. Ya, berbekal pengetahuan ini setidaknya anda bisa bernafas lebih lega lantaran tumbuh kembang malaikat kecil di rumah tidak akan terganggu.

5 Cara Memperbanyak Asi Untuk Ibu Bekerja

Asi yang dihasilkan setiap ibu tentu tidak sama, hal ini bergantung pada kapasitas penyimpannya. Secara keseluruhan, saluran air susu juga bisa mengalami penyumbatan akibat beberapa hal, seperti:

  • Faktor keturunan atau gen
  • Gaya hidup tidak sehat
  • Kurang berolahraga
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol, soda, dan kafein
  • Stress

Nah, khusus untuk wanita karir, poin yang terakhir inilah yang mesti Anda jadikan peringatan agar sepadat apapun rutinitasnya, Anda bisa meminimalisir depresi atau mengontrol emosi agar lebih stabil. Anda tentu tidak inginkan kalau si kecil rewel gara-gara makanannya tidak bisa dipenuhi?.

Sebelum Anda mengaplikasikan cara memperbanyak asi untuk ibu bekerja, ada baiknya jika Anda menyimak baik-baik segudang nilai plus yang tersemat pada asi berikut ini:

  • Asi dilengkapi dengan DHA, AA, Omega 6, Laktosa, taurin, protein, laktobasius, laktoferin, dan lisozim yang semuanya dalam takaran yang pas untuk bayi.
  • Dengan menyusui, kedekatan emosional antara ibu dan bayi akan lebih erat. Jadi bukan hal yang aneh lagi kalau anak yang memperoleh asi eksklusif dari ibunya cenderung lebih akrab dan terbuka dengan sang ibu.
  • Meningkatkan sistem imunitas. Asi mempunyai keunggulan lain untuk pembentukan daya tahan tubuh yang akan menghindarkan anak dari resiko terserang penyakit.
  • Air susu ibu tidak basi dan selalu segar lantaran tidak terjadi kontak langsung dengan tangan maupun benda lainnya.
  • Penyimpanannya yang terletak di payudara menjadikan asi steril dan terjaga dengan suhu yang dibutuhkan buah hati. Karena proses pembuatannnya tidak dimasukkan ke dalam botol, asi tidak akan tercemar dengan senyawa atau bakteri yang berbahaya.

Tantangan Anda sebagai wanita karir sekaligus ibu memang kerap membuat kepala pusing. Namun dengan menerapkan sederet cara memperbanyak asi untuk ibu bekerja di bawah ini pasokan asi untuk bayi akan berjalan lancar.

  1. Manfaatkan waktu cuti untuk menyusui

Artinya, Anda diharuskan untuk menyuguhkan asi lebih sering ketimbang saat hari kerja seperti biasanya. Misal saat tanggal merah atau masa cuti berlangsung, Anda bisa menggunakannya untuk menyusu bayi 2-3 jam sekali. Tindakan ini akan mengirimkan perintah ke otak untuk memproduksi asi lebih banyak. Jika Anda telaten menyusui, kapasitas asi yang dihasilkan akan bertambah 3-7 hari setelah dipraktekkanya instruksi tersebut.

Cara memperbanyak asi untuk ibu bekerja ini mengikuti prinsip supply anda demand, dimana payudara hanya akan memunculkan asi sesuai dengan porsi yang dibutuhkan bayi. Jika Anda jarang menyusui, tidak menutup kemungkinan jika asi tersumbat.

  1. Banyak mengkonsumsi makanan bergizi

Ibu yang menyusui bayinya akan menguras banyak energi dan tenaga yang terdapat di dalam tubuh. Terutama untuk anda wanita karir, yang secara tidak langsung anda perlu double cadangan energi agar stamina tetap bugar. Maka asupan bergizilah yang bisa anda mintai pertolongan.

Dengan menyantap makanan empat sehat lima sempurna, dari sayuran segar dan buah-buahan, anda akan disuplai vitamin, lemak, mineral, serta sejumlah zat lain yang akan mendorong produksi air susu untuk bayi. Hidangan dengan nilai gizi yang mumpuni juga berefek pada kualitas asi. Untuk menyukseskan cara memperbanyak asi untuk ibu bekerja ini Anda harus menghindari junk food maupun makanan cepat saji.

  1. Dukungan dari keluarga

Anda tidak bisa berdiri sendiri tanpa support dari suami dan orang-orang tercinta di sekeliling Anda. Sebelum Anda memutuskan untuk berbijibaku dengan bidang yang anda geluti saat ini, bahan pertimbangan yang matang atas persetujuan yang Anda terima tentu bukan perkara gampang. Apalagi jika menyangkut buah hati.

Karena tidak bisa mendampinginya secara langsung, Anda mungkin akan menyerahkan sedikit tanggung jawab kepada mertua, ibu, atau pengasuh untuk merawat anak.

Disinilah cara memperbanyak untuk bagi ibu bekerja menampakkan keikutsertaannya. Suami seharusnya memberikan Anda motivasi serta memelihara keharmonisan rumah tangga, meringankan beban pikiran, dan semacamnya.

  1. Memerah asi saat berada di kantor

Langkah ini akan menstimulasi asi agar lancar. Pada dasarnya semakin banyak kebutuhan air susu yang dikeluarkan akan semakin banyak pula tubuh memproduksi ASI. Anda tidak perlu malu atau canggung, perah asi ditempat tertutup agar Anda bisa dengan leluasa menghasilkan asi yang banyak. Teknik memerah air susu yang benar adalah sebagai berikut.

Gunakan tangan dan pastikan steril. Letakkan ibu jari di atas puting dan jari telunjuk serta jari tengah di bagian bawah puting. Tanpa merubah posisi jarinya, dorong payudara anda ke arah depan seperti sedang memijat. Jangan remas payudara atau putingnya. Pemakaian pompa sejatinya tidak disarankan. Namun anda bisa menjadikannya sebagai alternatif saat tangan sudah terasa pegal.

Tempatkan asi tersebut dalam botol yang di tutup rapat, beri label mengenai tanggal dan waktu pemerahan asi.

  1. Pijat payudara

Sebetulnya Anda bisa mendatangi klinik atau ahli pijat untuk hal ini. Namun jika Anda tidak sempat meluangkan waktu, Anda pun bisa mengaplikasikannya sendiri. Lakukan pemanasan dengan menghangatkan payudara memakai handuk hangat selama 2 menit 4-5 kali. Mulai pemijatan dengan memijat puting secara perlahan dari atas ke bawah. Cara memperbanyak asi untuk ibu bekerja yang selanjutnya Anda bisa melakukan gerakan ke arah atas dan bawah dari kiri ke kanan 5-6 kali pada tiap payudara. Pijatan melingkar dengan tangan dan spiral juga efektif mengatasi saluran air susu yang tersumbat.

Bagaimana? Ibu sudah tidak bingung lagi kan?.