Bunda inilah 8 Cara mengobati batuk pada bayi

Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Batuk

Cara mengobati batuk pada bayi – Anda tentu sebagai orang tua si kecil tidak menginginkan sesuatu yang berbahaya ataupun hal-hal yang bisa mengurangi kesehatan bayi Anda , sebagian dari orang tua biasanya akan memberikan ASI  pada bayinya yang dipercaya lebih baik dari susu formula yang dijual di pasaran saat ini . Cara tersebut memang dibenarkan oleh Dokter dan sebagian para ahli gizi lainya , namun terkadang pada kenyataannya keadaan berkata lain , sikecil mudah terserang virus penyakit seperti flu , batuk dan demam , meskipun Anda sendiri sekuat tenaga menjaganya dan memberi asupan makanan dengan gizi yang baik .

Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Batuk

Bayi memang sangat rentan sekali terserang virus penyakit seperti flu , batuk dan demam , itu dikarenakan memang sistem imun pada tubuh bayi belum bekerja secara optimal seperti orang dewasa pada umumnya . Jika kita terserang penyakit-penyakit tersebut mudah saja bagi kita untuk mengobatinya , hanya dengan pergi ke toko obat terdekat , lalu minum obat yang dijual dipasaran tersebut . Berbeda halnya ketika bayi kita mengalami kondisi ini , akan berefek tidak baik bagi kesehatan sikecil jika kita sering menggunakan obat warung sebagai penyembuh batuk dan flu tersebut .

Alangkah lebih baiknya kita sebagai orang tua untuk lebih mengetahui jenis penyakit batuk apa yang saat ini sedang dialami oleh sikecil , dibawah ini kami sudah rangkum secara singkat jenis-jenis batuk yang kerap kali menyerang bayi Anda .

  • Batuk Croup , adalah jenis batuk yang sering menyerang anak berusia enam bulan hingga 3 tahun , jenis batuk ini cukup berbahaya bila kita tidak segera menangani untuk pengobatanya . Jika bayi kita terserang jenis batuk ini maka gejala awal yang pertama kali ditimbulkan yakni akan terjadi sesak pernafasan , itu semua dikarenakan laring jalan pernafasan menuju paru-paru menjadi terhambat atau membengkak pada area trakea .
  • Batuk Rejan , sama seperti batuk croup , jenis batuk ini juga akan menyerang saluran pernafasan pada paru-paru si kecil yang akan membuat pernafasan menjadi sesak , bayi yang teserang jenis batuk ini juga disetai dengan keluarnya ingus terus menerus dan demam ringan , cukup berbahaya jika kita tidak segera mengobatinya , karena bayi Anda akan mengalami batuk kering yang berkepanjangan . Jika banyi Anda terdapat gejala demikian , maka segeralah untuk memberi pengobatan tahap awal yakni dengan cara memberikan vaksin .
  • Brochiolitis , dari ketiga jenis batuk yang berbahya maka batuk Brochiolitis ini lah yang paling kuat , kenapa demikian ? jenis batuk Brochiolitis ini memiliki serangan yang sangat kuat pada kesehatan bayi Anda , Bayi yang terekena batuk Brochiolitis cenderung akan hilang selera makan , demam panas yang cukup parah , keluar ingus kental , infeksi pada telinga ,pilek ,dan peumonia . Jika bayi anda mengalami gejala-gejala diatas , maka segeralah bawa bayi Anda ke dokter untuk penyembuhan .

Untuk para orang tua yang saat ini memiliki bayi dengan usia enam sampai satu Tahun , tidak usah khawatir karena kami akan berbagi tips yang cukup ampuh untuk mencegah dan mengobati batuk pada bayi Anda . Berikut dibawah ini langkah dan tips nya :

1 . Berikan Makanan dengan gizi yang baik dan seimbang

Tahukah Anda pemberian asupan makanan dan minuman yang memiliki gizi tinggi akan menjadikan daya imun dari bayi kita menjadi lebih baik , sehingga bayi Anda akan jauh lebih kuat terhadap serangan virus penyakit , juga asupan gizi yang seimbang dengan tubuh bayi akan membuat metabolisme di dalam tubuh menjadi bekerja optimal . Untuk itu kami sarankan berikanlah makanan dan minuman yang mengandung gizi baik seperti buah-buahan , sayuran , air susu ibu dan lain sebagainya .

2 . Tingkatkan cairan tubuh bayi

Pemberian extra cairan pada bayi  yang terserang batuk dan pilek adalah sangat baik , karena cairan ignus dan lendir di tenggorokan akan menjadi sedikit lebih cair sehingga si kecil bisa bernafas dengan sedikit lebih lancar . Anda juga bisa memberinya asupan makanan seperti sup ayam hangat , jus , dan coklat hangat . Makanan-makanan tersebut hanya bisa diberikan untuk bayi dengan usia 6 hingga 1 tahun , tidak berlaku bagi bayi yang baru berusia 6 bulan kebawah . Untuk bayi 6 bulan kebawah pemberian ASI extra sangatlah baik untuk sistem imun bayi , jika bayi Anda sedikit rengkel maka Anda bisa berikan susu formula yang berkualitas .

3 . Berikan sedikit madu setiap hari

Madu adalah jneis sari makanan yang sangat baik sekali bagi kesehatan tubuh kita , tidak hanya untuk bayi , bagi orang dewasa pun madu ini sangat baik digunakan . Madu mengandung banyak sekali kandungan gizi dan, vitamin dan anti-oksidan didalamnya , salah satunya yakni Vitamin C yang telah kita tahu baik sekali untuk imunitas tubuh . Untuk para Ibu yang memiliki bayi cobalah rutin setiap hari berikan seidkit madu untuk daya imun tubuhnya , Kita bisa berika dengan takaran 1/2 sendok teh saja setiap harinya .

  1. Naikan kepala bayi saat terasa sesak nafas

Tips ini juga bisa kita lakukan saat kita temukan bayi kita sesak nafas dikarenakan saluran udara ke paru-paru tidak lancar , caranya sangat sederhana sekali , cukup Andanaikan saja kepalanya perlahan-lahan atau berika Dia bantal dengan ukuran agak sedikit tinggi ,agar sikecil diharapkan bisa lebih lencar saat bernafas . Cara ini juga sebenarnya sering kita lakukan saat merasa sesak dalam pernafasan atau merasa tidak nyaman dengan posisi tidur .

5 .Berikan makanan yang sifatnya meringankan batuk

Pemberian asupan makanan yang bisa meringankan batuk pada bayi berusia enam bulan keatas yakni contohnya , pudding , yogurt , agar , dan jelly bervitamin . jenis-jenis makanan tersebut dipercaya sedikit membantu meringankan gejala batuk pada bayi Anda . Namun untuk bayi dengan usia 6 bulan kebawah sebaiknya hanya diberikan ASI yang cukup dan tambahan sedikit susu formula saja .

6 . Perhatikan waktu istirahat bayi

Jika bayi Anda tengah terserang batuk dan pilek ,maka biasanya ada sedikir resel dan gelisah . Hal itu bisa membuatnya kurang nafsu makan dan sulit untuk tidur , Tugas kita sebagai orang tua yakni cobalah sedikit kreatif untuk menidurkan bayi kita dengan cara mengikuti kemauannya seperti tidur di ayunan , atau tidur di pelukan kita . Istirahat yang cukup akan membuat batuk pada bayi anda cepat sembuh .

7 . Minum obat penurun demam

Paracetamol adalah salah satu obat yang cukup populer di Indonesia yang dipercaya sangat efektif dalam menyembuhkan demam dan batuk pada anak kecil , perlu di ingat pemberian paracetamol hanya untuk anak dengan usia 6 bulan keatas saja , tidak untuk bayi berusia 6 bulan kebawah . Lalu obat apa untuk bayi dengan usia 6 bulan kebawah ? kami sarankan Anda membawa bayi pada Dokter anak yang lebih mengerti obat mana yang paling baik untuk si kecil .

8 . Berikan uap air panas

Cara yang satu ini sangat sederhana sekali untuk kita lakukan dirumah , cukup Anda masak air hingga mendidih lalu masukan pada wadah seperti ember kecil atau baskom kecil . Cara pengobatanya yakni hanya dengan mendekatkan wajah si bayi dengan air panas tersebut , kami sarankan Anda memberikan jarak yang cukup jauh antara muka bayi dan air agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan . Pemberian uap air panas ini baik untuk menghangatkan hidung yang tersumbat dan melancarkan saluran pernafasan pada hidung .

Demikianlah tips bagaimana cara mengobati batuk pada bayi yang bisa Anda praktekan dirumah , Semoga bermanfaat .

Pelancar ASI Madu ASI UMI

Madu ASI UMI:  Di era dimana ilmu pengetahuan sudah semakin berkembang ini, seorang Ibu telah memahami pentingnya memberikan ASI kepada bayinya. ASI memiliki banyak sekali manfaat yang sangat baik bagi seorang bayi yang baru lahir. ASI utamanya berperan dalam memenuhi kebutuhan makanan bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Selain itu, seorang bayi juga memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga harus dibantu untuk memperkuatnya dengan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.

ASI telah terbukti ampuh untuk meningkatkan daya imunitas tubuh bayi sehingga bayi akan lebih tahan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan juga virus. Bahkan ASI juga bisa berguna sebagai obat yang membantu menyembuhkan penyakit pada bayi seperti diare. Seorang bayi yang meminum ASI eksklusif selama enam bulan terbukti memiliki resiko kematian yang sangat kecil. Namun tidak semua ibu dikaruniai ASI yang lancar. Beberapa ibu ternyata ASInya tidak lancar karena disebabkan oleh beberapa hal. Sala satu penyebabnya adalah hormon ibu yang tidak seimbang.

Hormon ini menjadi salah satu faktor penting untuk memperlancar jumlah produksi ASI. Hormon ini juga di pengaruhi oleh beberapa hal seperti tingkat stres dan juga obat obatan. Seorang ibu yang sedang menyusui sangat tidak danjurkan memiliki kondisi stres. Sebaiknya Anda sebagai seorang ibu menyempatkan melakukan beberapa hal yang Anda sukai untuk menghilangkan stres, berkumpul bersama teman atau melakukan rekreasi dapat menjadi solusinya. Selain itu seorang ibu yang sedang menyusui juga tidak boleh mengkonsumsi obat karena selain dapat meracuni bayi, obat juga dapat mempengaruhi hormon dari Ibu sehingga produksi ASI tidak lancar.

Anda sebagai seorang Ibu tentu mengharapkan dapat memproduksi AS

I secara lancar, jika Anda telah melakukan hal hal diatas dan belum memiliki ASI yang lancar maka Anda dapat meminum Madu Pelancar ASI sebagai solusi terbaik.

Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya kualitas penelitian dalam kasus kesehatan ibu dan anak, maka terobosan baru dalam bidang kesehatan bayi yang berupa produk Madu Pelancar ASI merupakan salah satu alternatif yang direkomendasikan bagi ibu  yang merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ASI untuk bayinya.

Mengkonsumsi Madu Pelancar ASI bukan

lah merupakan hal yang membahayakan kesehatan, justru fungsi dari madu ini adalah untuk membantu tubuh ibu dalam memproduksi hormon Prolaktin sebagai hormon yang memegang peran utama dalam produksi ASI seorang wanita. Madu ini pun terbuat dari bahan herbal, sehingga tubuh akan bersahabat dengan kandungan nutrisi yang terdapat dalam madu ini.

Dengan meminum Madu ASI UMI, ibu dapat mengoptimalkan produksi ASI nya. Jika menginginkan hasil terbaik, maka ibu bisa mengimbanginya dengan nutrisi yang cukup dan menyusui bayi sesering mungkin. Lambung bayi hanya dapat menampung ASI kurang dari 50 ml, sehingga hanya dengan meminum sedikit saja bayi sudah merasa kenyang.

Namun, dengan begitu bayi juga akan mudah merasa lapar karena hanya menyimpan sedikit ASI dalam tubuhnya. Dengan begitu, bayi akan sering menyusu dengan frekuensi 6 sampai 8 kali perhari. Jika ibu mengkonsumsi Madu pelancar ASI dan menerapkan hidup sehat ditambah dengan menyusui bayinya sesering mungkin, maka ibu tidak akan mengalami kekurangan ASI.

Kemungkinan besar ibu justru akan memproduksi ASI yang sangat lancar sehingga bisa menyimpan cadangan ASI  dalam botol dan disimpan di kulkas, dan ASI dalam botol ini pun bisa dikonsumsi oleh bayi di lain waktu.

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

Bagi ibu yang aktif bekerja pada siang hari tentu saja memberikan asi secara full menjadi sebuah tantangan tersendiri. Sebab ibu menyusui tidak bisa bersama bayinya selama seharian penuh karena tuntutan pekerjaan. Bekerja pada pada pagi sampai dengan sore hari sama sekali tidak boleh menyurutkan semangat ibu untuk memberikan asi secara eksclusive kepada bayi. Sebab pemberian asi merupakan cara terbaik ibu untuk menyayangi anaknya. Bahkan dengan tetap menaklukkan tantangan ketidak bersamaan ibu dengan bayi akan memberikan kedekatan secara emosional antara ibu dan anak. Memerah asi menjadi salah satu solusi yang harus dilakukan oleh ibu yang bekerja namun tetap ingin menyusui. Namun kendalanya adalah Anda harus mengetahui daya tahan asi perah tanpa kulkas jika ternyata di kulkas tidak memiliki kulkas untuk tempat menyimpan asi perah Anda.

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Sebagai Pendingin

Memerah asi ketika sedang bekerja memang menjadi solusi paling ampuh bagi para ibu yang saat ini baru saja memiliki bayi namun masih sangat aktif bekerja. Pekerjaan yang dilakukan selama seharian dari mulai pagi hari hingga sore hari tentu saja membuat pada ibu tidak bisa bersama bayinya selama 24 jam penuh. Sehingga solusi atas permasalahan ibu bekerja adalah dengan memberikan asi perah untuk bayi. Namun masalahnya daya tahan asi perah tanpa kulkas itu sebenarnya tidak terlalu lama. Berikut daftarnya:

Daya Tahan Asi Perah Tanpa Kulkas Berapa Lama?

  • Asi perah yang disimpan pada suhu ruangan sebenarnya hanya bisa bertahan selama kurang lebih 8 jam. Selebihnya dari 8 jam asi perah sudah tidak boleh diberikan lagi kepada bayi. Sebab dikhawatirkan asi perah yang disimpan di suhu ruangan tanpa pendinginan kandungan nutrisinya sudah berubah. Bukan hanya kandungan nutrisinya saja yang berrubah, namun dikhawatirkan sudah mengandung bakteri yang sangat berbahaya untuk kesehatan bayi. Meskipuh asi perah sudah disimpan pada botol yang tertutup rapat, namun akan tetap berbahaya jika ibu masih menyimpannya pada suhu ruangan dengan waktu lebih dari 8 jam
  • Jika asi perah yang sudah dibekukan kemudian dicairkan dan dibiarkan dalam suhu ruangan, asi perah ini hanya bertahan kurang lebih 4 jam saja. Sehingga jika Anda sudah terlanjur mencairkan asi perah Anda dan tidak segera diminumkan hanya bisa bertahan hingga 4 jam saja. Selebihnya ada baiknya Anda buang saja demi keamanan dan kesehatan bayi Anda. Bagi asi yang sudah dihangatkan sebaiknya langsung diminumkan sampai habis. Jika tidak diminumkan sampai habis ada baiknya Anda buang saja. Sebab bakteri kemungkinan sudah mulai bisa tumbuh di asi perah Anda. Oleh karenanya penting bagi para ibu bekerja untuk menyimpan asi pada sebuah kemasan botol yang tertutup sesuai dengan takaran kemampuan bayi Anda minum asi.

Menyimpan Asi Yang Benar Tanpa Kulkas

Ada beberpa cara yang bisa dilakukan oleh Anda yang saat sekarang sedang menyusui namun terkendala Anda bekerja dan di kantor tidak memiliki kulkas. Caranya adalah dengan Anda membawa sebuah tas khusus yang dilapisi dengan aluminium foil kemudian tas itu diisi dengan plastik es batu. Ada baiknya Anda membawa gel es yang akan lebih tahan lama. Gel es ini ketika sudah beku bisa mendinginkan asi Anda sampai setidaknya beberapa jam. Aluminium foil yang ada di dalam tas khusus tersebut berfungsi untuk menahan suhu di dalam tas tetap stabil dinginnya.

Gel es yang sudah mencair bisa Anda bekukan kembali dan Anda gunakan kembali untuk menyimpan dan mempertahankan asi perah yang Anda akan berikan untuk bayi anda. Daya tahan asi perah tanpa kulkas yang hanya dalam beberapa jam tersebut tentu saja membuat Anda harus cerdas dalam menyimpan asi supaya kandungan gizi di dalam asi tidak berubah dan Anda masih bisa memberikan asi secara eksclusive kepada bayi Anda meskipun Anda saat sekarang sedang sangat aktif bekerja pada pagi hingga sore hari. Biasanya gel es dan tas khusus ini dijual secara sepaket. Sebab biasanya tas penyimpanan ini akan sangat bermanfaat untuk ibu-ibu yang bekerja. Meskipun Anda harus menebus harga tas khsusus ini sangat mahal, namun hal ini cukup terbaik bagi ibu yang bekerja dan ingin tetap aktif menyusui.

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

5 Cara Memberikan Asi Perah Yang Benar

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

Asi merupakan makanan terbaik untuk bayi. Pemberian asi sangat dianjurkan sampai bayi pada usia 2 tahun. Minimal sampai bayi usia 6 bulan. Alasannya adalah bayi masih memerlukan asupan nutrisi yang murni dari asi. Komponen penting dalam asi memang cukup diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu, bayi pada usia dibawah 6 bulan masih memiliki kondisi pencernaan yang masih sangat rentan. Sehingga sangat salah jika Anda memberikan makanan padat sebelum usia bayi menginjak 6 bulan. Namun kendala sering sekali dialami oleh ibu yang bekerja. Sering kali ibu yang bekerja sulit memberikan asi secara eksclusive kepada bayinya karena kesibukan bekerja. Namun sebenarnya bisa dilakukan dengan cara dipompa. Namun yang belum diketahui oleh ibu adalah  ketahanan asi setelah dipompa dan disimpan.

Ketahanan Asi Setelah Di Pompa Dan Disimpan

Asi yang diberikan secara penuh pada bayi memiliki manfaat yang cukup besar untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Namun tidak jarang, ibu mengalami kesulitan dalam memberikan asi untuk bayinya. Terkadang, ibu yang bekerja mengalami kesulitan saat memberikan asi untuk bayinya. Sehingga membuat alasan para ibu untuk memberikan susu formula kepada bayinya. Namun sebenarnya ada solusi bagi ibu yang ingin tetap memberikan asi kepada bayi yaitu dengan cara dipompa. Namun sebelumnya Anda harus mengetahui terlebih dahulu ketahanan asi setelah dipompa supaya penangann terhadap asi perah menjadi lebih optimal:

Mengenal Ketahanan Asi Setelah Dipompa

  • Pada dasarnya asi yang dipompa masih bisa bertahan asalkan disimpan dengan metode penyimpanan yang benar. Bagi ibu yang bekerja, ada baiknya untuk mulai memperhatikan teknik penyimpanan asi yang sudah dipompa. Supaya asi yang dipompa tersebut dapat diberikan pada bayi. Bahkan dengan memberikan asi yang sudah dipompa, ibu bekerja masih bisa memberikan asi secara seksclusive untuk bayi Anda yang baru lahir. Metode penyimpanan yang benar akan membuat asi bisa lebih tahan lama ketika disimpan dengan benar. Sehingga masih bisa diberikan untuk bayi Anda meskipun Anda bekerja seharian.
  • Asi yang disimpan pada suhu ruangan hanya akan tahan selama 8 jam saja. Sehingga jika Anda sudah memerah asi, sebaiknya disimpan pada almari pendingin supaya asi untuk bayi Anda masih bisa Anda berikan kepada bayi Anda. Bukan hanya itu saja, asi yang terlalu lama di suhu ruangan juga kemungkinan besar akan mengalami perubahan secara struktural maupun pada kandungannya secara keseluruhan. Sebaiknya asi disimpan di dalam botol kaca yang steril dan tertutup tujuannya adalah untuk memastikan bahwa asi yang Anda perah dan Anda simpan tersebut masih bisa diberikan untuk bayi Anda secara langsung meskipun Anda bekerja di kantor selama seharian.

Menyimpan Asi Yang Benar

Mengingat kandungan asi yang cukup lengkap, maka tidak ada salahnya Anda memberikan asi secara full kepada bayi Anda. Sebab kandungan asi inilah yang akan membuat bayi Anda sehat. Namun bagi ibu yang bekerja memberikan asi secara penuh tentu saja akan menjadi kendala tersendiri. Kesibukan sepanjang hari ditambahkan dengan kondisi di kantor yang sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pemberian asi secara langsung seperti ketika berada di dalam rumah. Pada dasarnya ketahanan asi setelah dipompa itu cukup baik asalkan disimpan dengan benar.

Penyimpanan di dalam botol kaca steril menjadi salah satu alternatif yang paling umum untuk ibu-ibu yang bekerja. Sehingga asi masih sangat sempurna untuk diberikan kepada bayi. Selain itu,asi yang disimpan di dalam lemari pendingin mampu bertahan selama berbulan-bulan tanpa merubah kondisi kandungan nutrisinya. Penyimpanan pada suhu rendah memang relatif dianjurkan untuk ibu yang aktif bekerja yang ingin tetap memberikan asi kepada bayi. Namun pemberian asi yang dianjurkan adalah asi disimpan dengan benar pada suhu pembekuan. Pada suhu pembekuan inilah bakteri tidak akan berkembang biak. Bahkan dengan disimpan pada suhu pembekuan, asi masih bisa bertahan dan mempertahankan kandungan nutrisinya dengan cukup baik sehingga masih sangat layak diberikan pada anak dengan cara dihangatkan hingga suhu yang sudah cukup untuk dikonsumsi oleh bayi.

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

Merawat badan merupakan salah satu kegemaran wanita. Terlebih wanita yang ingin senantiasa terlihat cantik. Sehingga dengan perawatan yang teratur penampilan akan menjadi lebih baik. Bahkan merawat badan juga bisa dilakukan oleh ibu hamil maupun menyusui. Salah satu proses perawatan yang sering sekali dilakukan oleh perempuan secara umum adalah melakukan bleaching atau pemutihan badan. Bleaching atau pemutihan badan termasuk salah satu perawatan kecantikan yang umum dilakukan oleh wanita. Namun apabila Anda termasuk yang paling sering melakukan bleaching dan sekarang sedang hamil atau menyusui, maka sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan ulang kebiasaan bleaching yang sering Anda lakukan. Sebenarnya apakah bleaching badan untuk ibu menyusui itu aman?

Apakah Bleaching Pada Ibu Menyusui Aman?

Bleaching memiliki manfaat yang paling diidamkan oleh wanita. Salah satu alasannya karena perawatan bleaching ini memiliki manfaat untuk membut kulit menjadi lebih putih dan bersih. Perawatan ini dilakukan dengan menggunakan cream khusus yang dioleskan pada beberapa bagian badan tertentu. Selain itu, ada beberapa treatment lainnya yang memiliki efek memutihkan untuk badan. Namun jika ibu yang sedang menyusui kemudian ingin melakukan proses bleaching, maka anda wajib mempertimbangkan faktor keamanan dari bleaching badan untuk ibu menyusui terhadap bayi Anda. Berikut addalah penjelasannya:

Efek Bleaching Badan Untuk Ibu Menyusui

  • Perawatan bleaching merupakan salah satu perawatan kecantikan yang menggunakan cream pemutih. Jika yang dinamakan adalah cream pemutih, maka otomatis cream ini terbuat dari bahan kimia. Sehingga bahan kimia yang digunakan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi bayi terutama akan mempengaruhi kondisi asi yang diberikan untuk bayi. Meskipun cream yang digunakan diklaim berasal dari bahan alami, namun tetap saja sebaiknya Anda menghindari terlebih dahulu treatment bleaching ini. Bleaching sebaiknya mulai dihindari ketika ibu sudah mulai memasuki masa kehamilan. Sebab cream yang digunakan untuk memutihkan badan itu dikhawatirkan sudah mulai mempengaruhi kondisi kesehatan janin bahkan sampai bayi sudah dilahirkan sekalipun. Sehingga ada baiknya jika Anda menghindari saja proses perawatan dengan metode bleaching yang mempengaruhi kondisi kesehatan bayi Anda secara keseluruhan.
  • Penggunaan cream untuk memutihkan anggota badan dikhawatirkan akan masuk ke aliran darah. Cream yang digunakan di kulit bagian luar dikhawatirkan akan terserap masuk ke pori-pori kulit dan pada akhirnya masuk ke aliran darah. Sehingga bagi ibu yang menyusui dan ingin melakukan treatmen bleaching ini sebaiknya dipertimbangkan ulang. Sebab cream yang masuk melalui aliran darah dikhawatirkan akan ikut terbawa ke asi yang Anda berikan kepada bayi. Dikhawatirkan pula, cream yang masuk ke aliran produksi asi akan mempengaruhi dan membahayakan kesehatan bayi yang mengkonsumsi asi dari ibunya. Salah satu efek yang dikhawatirkan adalah keracunan pada bayi.

Perawatan Bleaching

Melakukan bleaching memang dianggap sebagai perawata yang lazim dilakukan oleh wanita. Khususnya yang ingin memiliki tubuh yang putih. Namun pada ibu yang sedang hamil maupun menyusui, ada berbagai dampak kesehatan yang membahayakan bayi ketika ibu nekat melakukan perawatan bleaching. Sehingga ada baiknya jika ibu yang menyusui menghindari terlebih dahulu perawatan bleaching. Dampak bleaching badan untuk ibu menyusui sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan bayi. Bahkan diklaim mampu membuat bayi menjadi keracunan. Bahkan yang paling ekstrim adalah bayi akan menjadi cacat jika  hal ini terus dilakukan oleh ibu yang sedang menyusui. Sehingga bagi ibu menyusui yang terkadang sangat ingin melakukan bleaching sebaiknya dihindari terlebih dahulu.

Tidak ada salahnya untuk membiarkan kulit menjadi hitam sejenak daripada membiarkan bayi Anda menderita keracunan akibat penggunakan cream pemutih yang berbahaya untuk kesehatan bayi yang masih dalam preawatan Anda. Meskipun Anda saat ini sangat ingin memiliki kulit yang putih, namun ada baiknya jika Anda menghentikan terlebih dahulu perawatan yang sering Anda lakukan untuk membuat warna kulit menjadi lebih putih dan mulus. Meskipun perawatan bleaching sebaiknya dihindari terlebih dahulu, namun Anda masih bisa terlihat cantik dengan melakukan perawatan kecantikan lainnya yang relatif lebih aman untuk ibu hamil maupun untuk ibu menyusui. Salah satunya adalah treatment facial yang lebih aman untuk ibu menyusui maupun ibu hamil.

Mengenali Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

Mengenali Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

Anemia menjadi penyakit yang tidak bisa dihindari begitu saja. Anemia yang dapat menyerang siapa saja tentunya menjadi salah satu penyakit yang wajib diwaspadai. Oleh karenanya kekurangan darah atau yang sering disebut sebagai anemia harus segera diatasi. Terutama untuk ibu-ibu yang sedang dalam masa menyusui. Ibu yang sedang menyusui memerlukan asupan nutrisi yang sesuai untuk membantu produksi asi menjadi lebih maksimal. Selain membantu produksi asi secara maksimal, nutrisi yang benar akan membantu bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan mendapatkan asupan nutrisi terbaik dari asi. Meskipun digolongkan ke dalam golongan wanita yang sangat rentan terkena anemia, namun ibu menyusui juga memiliki hak untuk tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Namun sayangnya banyak ibu-ibu yang belum mengenali ciri ciri anemia pada ibu menyusui yang patut diwaspadai.

Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui Yang Patut Diwaspadai

Anemia yang memiliki banyak resiko serta dampak yang cukup besar untuk kehidupan sehari-hari bisa mengintai siapa saja. Termasuk mengintai ibu yang sedang menyusui. Namun sayangnya kebanyakan dari ibu menyusui sama sekali tidak mengenali ciri ciri anemia pada ibu menyusui secara jelas. Sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Berikut adalah ciri-ciri anemia yang patut diwaspadai jika itu terjadi pada Anda:

Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Menyusui

  • Sering sakit kepala. Anemia yang salah satunya dicirikan dengan seringnya frekuensi sakit kepala tentu saja harus diwaspadai. Sering kali keluhan sakit kepala sering dianggap sebagai keluhan remeh yang tidak segera diatasi dengan baik. Sakit kepala sebenarnya sudah merupakan pertanda bahwa dalam tubuh ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kesehatannya. Sakit pada bagian kepala pada orang yang terkena anemia disebabkan oelh aliran oksigen yang kurang lancar saat sedang membawa darah sampai ke otak. Demikan juga ciri anemia pada ibu yang sedang menyusui. Bagi Anda yang sering terkena sakit kepala ketika sedang menyusui, maka Anda wajib waspada jangan-jangan anemi sedang mengintai Anda. Jika hal ini menimpa Anda, maka tidak ada salahnya Anda melakukan pemeriksaan diri untuk ditangani lebih lanjut oleh dokter yang berpengalaman.
  • Mudah sekali lelah. Bagi ibu yang sedang menyusui terkadang lelah itu dianggap sebagai salah satu hal yang wajar. Bahkan rasa lelah dianggap sebagai salah satu hal yang wajar. Sebab rasa lelah tersebut disebabkan oleh siklus tidur ibu yang kurang teratur. Terutama karena bayi yang sering sekali terbangun dan membutuhkan asupan asi. Jika Anda sudah merasakan lelah dan frekuensinya terlalu sering, maka Anda harus sangat waspada. Sebab rasa lelah ini bisa jadi pertanda Anda sedang terkena anemia. Jika hal itu terjadi ada baiknya Anda segera melakukan konsultasi kepada dokter yang lebih berpengalaman agar keluhan penyakit Anda bisa segera diatasi dengan baik.

Anemia Pada Ibu Menyusui

Anemia yang terjadi pada ibu menyusui memang terkadang sulit sekali dikenali. Bahkan dengan berbagai kesibukan mengurus bayi yang baru lahir, sering kali pertanda ini diabaikan oleh ibu. Sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara tepat dan cepat. Padahal anemia pada ibu yang menyusui memiliki dampak yang cukup besar pada kondisi kesehatan ibu sendiri. Mengenali ciri ciri anemia pada ibu menyusui sejak awal gejala ini muncul memang menjadi salah satu cara yang paling aman supaya Anda bisa mengetahui apakah gejala tersebut merupakan gejala anemia yang berbahaya maupun gejala penyakit lainnya.

Anemia pada ibu menyusui bisa disebabkan oleh banyak faktor. Kurang lancarnya oksigen yang mengalir ke seluruh tubuh menyebabkan pasokan darah yang mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya, pasokan darah tersebut berkurang secara drastis. Faktor lainnya yang cukup mendasar mengapa ibu menyusui sangat rentan terkena anemia adalah faktor kelelahan. Kelelahan mengurus bayi menjadi faktor yang cukup dominan pada ibu menyusui. Selain itu, faktor makanan yang kurang bergizi serta asupan gizi yang kurang juga bisa menjadi pemicu utama munculnya keluhan anemia pada ibu yang sedang menyusui yang patut untuk diwaspadai secara detail.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Penambah Darah?

bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Penambah Darah?

Anemia atau yang sering disebut sebagai kurang darah merupakan penyakit yang bisa dikategorikan sebagi penyakit yang paling sering diderita oleh banyak perempuan. Hampir semua perempuan pernah merasakan terkena penyakit ini. Gejala penyakit anemia atau kurang darah ini dikatakan hampir mirip dengan penyakit lainnya. Kepala pusing dan mudah sekali lelah menjadi salah satu gejala penyakit yang paling mudah sekali muncul. Termasuk pada ibu yang sedang menyusui. Sehingga sebenarnya bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah harus dijawab dengan hati-hati dan juga dijawab menggunakan bahasa ilmiah yang mudah dimengerti. Tujuannya adalah melakukan edukasi terhadap bahayanya anemia jika tidak segera diatasi yang menyerang kaum perempuan.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Penambah Darah Kimiawi?

Ibu menyusui sama sekali tidak terbebas dari semua jenis penyakit yang kemungkinan besar mengintainya. Salah satunya yang paling memungkinkan adalah anemia. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan ibu menyusui terkena anemia. Salah satunya adalah faktor kelelahan yang terjadi karena baru saja memiliki  bayi dan sulit sekali beristirahat. Sehingga jika ibu menyusui terkena anemia maka solusi yang paling praktis adalah dengan mengkonsumsi obat penambah darah. Namun pertanyaannya adalah bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah yang banyak dijual di apotik maupun toko obat? Berikut alasannya:

bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah

  • Ibu menyusui termasuk golongan orang yang tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat. Secara sembarangan. Sehingga ibu menyusui memiliki perlakuan yang sama ketika berhadapan dengan dosis dan juga cara mengkonsumsi obat-obatan maupun vitamin. Konsumsi vitamin tau obat-obatan sembarangan yang dikonsumsi ketika ibu hamil maupun menyusui di khawatirkan akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi yang ada di dalam kandungan maupun bayi yang sedang disusui. Ibu menyusui termasuk ke dalam kategori wanita yang cukup memerluka perhatian yang besar. Mengingat ibu yang sedang menyusui membutuhkan kondisi yang senantiasa sehat untuk menjamin tumbuh kembang anak menjadi normal. Sehingga sama sekali tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat secara sembarangan ketika sedang menyusui.
  • Ibu menyusui membutuhkan suplemen yang alami yang aman untuk ibu menyusui. Sebab jika ibu menyusui mengkonsumsi suplemen penambah darah secara sembarangan, dikhawatirkan produksi asi menjadi sedikit terpengaruh. Ketika produksi asi terpengaruh maka akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi. Meskipun demikian ibu menyusui membutuhkan vitamin yang sangat baik untuk mengatasi anemia khususnya untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungan bahan kimia yang terdapat dalam berbagai jenis vitamin penambah darah dikhawatirkan akan membuat kandungan asi yang diproduksi untuk bayi menjadi sedikit terpengaruh. Oleh karenanya, diperlukan vitamin maupun obat khusus untuk mengatasi anemia. Jika diperlukan sebaiknya konsultasikan keada dokter jenis obat seperti apakah yang boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui agar efektif untuk melaawan keluhan anemia.

Dosis Dan Aturan Obat Penambah Darah

Mengkonsumsi obat penambah darah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Vitamin penambah darah yang dikonsumsi oleh ibu menyusui ada beberapa jenis. Masing-masing memiliki dampak atau efek samping yang berbeda djika dikonsumsi secara sembarangan. Inilah alasan selanjutnya mengapa ibu menyusui sama sekali tidak boleh menbgkonsumsi obat penambah darah secara sembarangan. Sebenarnya bolehkah ibu menyusui minum obat penambah darah jawabannya adalah boleh.

Namun tidak semua jenis obat-obatan untuk menambah darah boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. Ada beberapa jenis obar-obatan yang diperbolehkan dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. Yaitu jenis obat penambah darah yang terdiri dari vitamin B yang baik untuk mengatasi anemia.  Selain mengkonsumsi vitamin B, yang dianjurkan untuk dijadikan obat alami untuk mengatasi keluhan anemia adalah jenis makanan penambah darah. Mengkonsumsi makanan khususyang membanru untuk meningkatkan kondisi kesehatan terutama ibu menyusui yang terkena serangan anemia tentu saja lebih dianjurkan. Konsumsi makanan bergizi serta mengkonsumsi makanan untuk menambah darah jauh lebih dianjurkan untuk ibu yang sedang menyusui namun terkena anemia. Cara ini dianggap aman dan juga relatif lebih efketif untuk mengatasi keluhan anemia yang sedang diderita oleh ibu yang sedang menyusui sekalipun dan dianggap paling aman untuk dilakukan.

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui Secara Efektif

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui Secara Efektif

Anemia bisa saja terjadi pada siapa saja. Anemia sering dikatakan secara awam sebagai gejala kurang darah. Anemia menjadi salah satu keluhan kesehatan yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab jika keluhan seperti ini diabaikan begitu saja. Sebab jika diabaikan, maka aktivitas sepanjang hari akan menjadi sangat terganggu. Sebagai seseorang yang dituntung untuk terus fit dan juga sehat ketika sedang menyusui, seorang ibu harus terus menjaga kondisi kesehatannya. Anemia yang terjadi pada seorang ibu menyusui tentu saja akan sangat tidak nyaman. Sebab ibu tidak akan tenang ketika sedang menyusui bayinya. Jika ibu menyusui mengalaminya, maka harus dicari cara mengobati anemia pada ibu menyusui agar ibu bisa kembali menyusui bayinya.

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui Secara Alami

Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Menyusui

Keluhan anemia yang dialami oleh ibu menyusui merupakan salah satu gangguan yang tidak bisa dianggap remeh. Para ibu menyusui yang mengalami keluhan anemia tentu saja harus segera menemukan cara mengobati anemia pada ibu menyusui supaya ibu bisa segera kembali sehat dan menyusui dengan penuh semangat lagi. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi anemia:

  • Konsumsilah makanan yang bergizi dan kaya akan zat besi. Zat besi yang terkandung di dalam makanan mampu meningkatkan kadar hemoglobin yang ada di dalam darah. Tanpa konsumsi makanan yang kaya akan zat besi akan memberikan pertolongan yang cukup efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Ada beberapa jenis bahan makanan yang mengandung zat besi yang cukup tinggi. Selain dari beberapa jenis sayuran yang ada Anda bisa mengkonsumsinya Anda bisa mengkonsumsi jenis bahan makanan lainnya yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Jenis makanan lainnya yang mengandung zat besi adalah daging merah. Daging merah juga direkomndasikan untuk mengatasi kekurangan hemoglobin dalam darah yang membuat ibu menyusui terkena anemia. Ada beberapa jenis buah-buahan yang juga bermanfaat untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah yang juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kondisi kesehatan.
  • Konsumsi buah kurma juga bisa membantu untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Kandungan mineral yang cukup banyak pada buah kurma dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Keluhan anemia yang dirasakan oleh ibu yang sedang menyusui tentu akan segera bisa diatasi. Meskipun buah kurma secara umum mampu meningkatkan energi untuk beraktivitas, ternyata buah kurma juga memiliki manfaat untuk mengatasi anemia. Terutama pada ibu yang baru menyusui. Kandungan buah kurma yang cukup bermanfaat ini tentu saja akan mampu menyelamatkan ibu menyusui dari keluhan anemia yang sangat mengganggu. Konsumsi kurma secara rutin selain dapat mengurangi keluhan anemia, kurma juga mampu membantu untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh ibu yang baru menyusui.

Mengatasi Anemia

Anemia sebenarnya merupakan keluhan yang sangat umum. Sehingga banyak yang seringkali mengabaikan keluhan tersebut. Gejala dari penyakit anemia sama sekali tidak dapat dibedakan dari penyakit lainnya. Sehingga mengatasinya juga harus dilakukan secara tepat. cara mengobati anemia pada ibu menyusui sebenarnya hampir sama dengan mengatasi anemia pada orang yang sedang tidak menyusui. Diantaranya adalah:

  • Perbanyak konsumsi buah pisang. Pisang bisa dikatakan sebagai salah satu jenis buah yang kaya akan mineral. Kandungan mineral penting dalam buah pisang dapat membantu untuk mengurangi keluhan anemia terutama untuk ibu yang sedang menyusui. Konsumsi pisang juga akan membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.
  • Perbanyak konsumsi sayuran hijau. Kebanyakan sayuran yang berwarna hijau memiliki kandungan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral zat besi di dalam tubuh terutama untuk ibu yang sedang menyusui. Konsumsi sayuran hijau pada ibu yang baru menyusui juga akan membantu memperlancar produksi asi. Asi akan lebih lancar produksinya ketika ibu rajin mengkonsumsi sayuran hijau. Selain itu asi yang diproduksi dari ibu yang rajin mengkonsumsi sayuran hijau juga akan membantu bayi tetap senantiasa sehat selalu setiap saat. Sehingga selain akan membuat ibu bebas dari anemia, konsumsi sayuran hijau akan membantu bayi memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dari serangan penyakit yang mudah menyerang bayi.

Cara Memperbanyak ASI Secara Alami

caramemperbanyakasialami

Cara Memperbanyak ASI Secara Alami

Ibu hamil dan menyusui tidak bisa mengkonsumsi makanan secara sembarangan, walaupun itu adalah makanan kesukaan. Kebiasaan untuk makan seperti ketika sebelum hamil dan menyusui harus dihindari. Makanan yang akan dimakan harus dipantau dan dipertimbangkan baik-baik. Seperti harus mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, makanan pedas, pahit dan yang mengandung zat asam. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi karena pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat dipengaruhi oleh kualitas ASI yang diminum bayi. Jika ASI tidak memiliki kualitas yang baik, maka perkembangan dan pertumbuhan bayi tidak akan maksimal. Sebelum masuk ketopik utama, yaitu cara memperbanyak ASI, maka ada baiknya untuk mengetahui makanan yang tidak boleh dimakan atau sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui.

caramemperbanyakasialami

  1. Menghindari makanan pedas

    Makanan pedas seperti cabe, merica dan jahe bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menurunkan kualitas ASI. karena zat pedas dalam makanan mampu masuk kedalam ASI menyebabkan ASI bersifat panas. Jika ASI tersebut diminum bayi maka dapat menekan otot perut dan menyebabkan lambung bayi teriritasi. Sistem pencernaan bayi belum sempurna, jadi kandungan zat pedas sedikit saja dapat menyebabkan sakit perut, diare dan rewel.

  2. Menghindari makanan yang pahit

    Daun pepaya, pare dan jamu merupakan beberapa contoh makanan yang pahit. Apabila dikonsumsi berlebihan dapat menurunkan kualitas ASI. karena zat pahit dalam makanan dapat masuk kedalam ASI. Bayi yang merasakan zat pahit akan menolak untuk minum ASI lagi karena rasanya. Jika bayi selalu menolak minum ASI, menyebabkan bayi tidak mendapatkan gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

  3. Menghindari gula yang berlebihan

    Mengkonsumsi gula berlebihan tidak hanya buruk untuk ibu menyusui, tapi juga untuk semua orang. Khusus ibu menyusui, apabila gula dalam darah meningkat dan menyebabkan diabetes akan berbahaya bagi bayi. Karena bayi juga akan mendapatkan gula yang ada dalam ASI. menyebabkan bayi juga mengalami kelebihan kadar gula dalam darah. Apalagi dengan organ tubuh bayi yang belum sempurna, hal ini bisa menyebabkan berbagai keluhan kesehatan pada bayi.

    4. Menghindari minuman berkafein

    Minuman berkafein seperti kopi dan teh dapat membuat tidur bayi berkurang karena bayi tidak bisa tidur. Sama seperti orang dewasa yang tidak bisa tidur setelah mengkonsumsi kopi. Rasa gelisah pada bayi karena tidak bisa tidur akan membuatnya menjadi rewel, kafein juga membuat iritasi pada lambung bayi. Dalam beberapa kasus, ada bayi yang alergi kafein, jadi walaupun hanya sedikit, bayi dapat mengalami kejang dan rasa tidak nyaman.

    5. Menghindari garam yang berlebihan

    Kita ketahui bahwa garam bersifat panas, mengikat dan memblokir penyerapan nutrisi sehingga nutrisi dalam tubuh berkurang. Bayi yang berumur 7 hingga 8 bulan walaupun sistem pencernaannya sudah mulai sempurna, kelebihan garam pada ASI juga tidak baik. Karena nutrisi pada ibu berkurang, maka nutrisi yang didapatkan bayi pun juga berkurang.

    6. Menghindari sayuran yang mengandung gas

    Kembang kol, brokoli, paprika dan bawang mengandung gas bila dikonsumsi. Gas dalam makanan selain dapat membuat tekanan dalam perut meningkat, juga dapat menurunkan kekentalan ASI dan mengurangi rasa manis dalam ASI. jika seperti itu, bayi akan menolak untuk minum ASI. oleh sebab itu, lebih baik mengganti makanan diatas menjadi bayam, kangkung atau selada.

    7. Menghindari minuman bersoda

    Minuman bersoda dapat mengikat nutrisi dalam tubuh, sehingga nutrisi yang seharusnya dapat masuk ke ASI, malah tertahan. Menyebabkan ASI kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. ASI menjadi sangat encer, kualitasnya pun juga menjadi jelek. Akhirnya secara bertahap ASI akan menurun produksinya. Bayi pun tidak mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkannya untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

    8. Menghindari makanan  yang asam

    Keluarga jeruk, seperti jeruk limau dan jenis lain seperti nanas, stoberi, tape dan juga cuka bisa membuat kekentalan ASI berkurang. Selain itu rasa asam bisa masuk ke ASI yang menyebabkan rasa tidak enak yang pastinya akan ditolak oleh bayi. Walaupun bayi mau tetap menyusu, asam pada ASI dapat membuat lambung bayi teriritasi dan menyebabkan bayi mengalami diare akibat sistem pencernaan bayi yang belum sempurna sehingga bayi menjadi sangat peka terhadap asam. Jika ingin mengkonsumsi buah, sebaiknya mencoba mangga dan pepaya.

    9. Menghindari makanan yang bersantan

    Makanan bersantan harus dihindari, karena kandungan santan pada ASI dapat menyebabkan bayi mengalami gumoh akibat perutnya mengalami tekanan (kembung). Bayi yang merasa tidak nyaman akan menangis secara terus menerus. Oleh sebab itu sebaiknya santan harus dihindari dan dapat mengiritasi lambung bayi yang berumur dibawah 6 bulan.

    10. Menghindari makanan yang beralkohol

    Cobalah hindari makanan yang mengandung alkohol, seperti coklat alkohol. Karena alkohol memiliki sifat panas dan mengikis didalam perut. Jika dimakan secara berlebihan, ASI akan mengandung alkohol dan mempengaruhi rasa ASI. jika ASI berubah rasa, bayi akan menolaknya. Dan bayi pun mendapatkan alkohol dalam ASI. Walaupun kadarnya kecil, namun organ tubuh yang belum sempurna, tidak dapat memproses alkohol dengan baik didalam tubuh bayi. Bayi bisa mengalami keracunan.

    11. Menghinadri minuman beralkohol

    Ibu hamil dan menyusui biasanya diminta untuk menjauhi alkohol, tentunya dengan alasan yang logis, baik sedikit ataupun banyak tetep tidak bileh untuk mengkonsumsi alkohol. Karena kandungan alkohol pada minumam bersifat sangat panas dan mampu menyerap nutrisi yang ada pada ASI. sehingga menyebabkan produksi ASI menjadi berkurang. Bayi yang mengkonsumsi alkohol secara tidak langsung melalui ASI dapat mengalami kejang, diare bahkan kematian jika meminum alkohol dalam jumlah banyak yang ada didalam ASI. karena alkhol bisa merusak jaringan pada otak bayi, membuat keterlambatan dan kemunduran motorik dalam merespon benda secara visual.

    12. Menghindari produk susu

    Banyak sekali makanan yang diolah dari susu, seperti keju, yogurt, es krim dan susu krim. Padahal produk olahan susu tidak dapat meningkatkan produksi ASI karena tidak memiliki kandungan serat yang bagus. Jika ingin mengkonsumsi susu sebaiknya pilihlah susu yang rendah kalori atau rendah lemak.

    13. Menghindari obat-obatan pereda rasa sakit

    Obat pereda rasa sakit, misalnya obat untuk sakit kepala dalap mempengaruhi kualitas ASI. karena zat kimia yang ada didalam obat-obatan dapat bereaksi melalui kelenjar susu, lama kelamaan akhirnya akan mengendap dan bergabung dengan nutrisi pada ASI. Akibatnya secara tidak langsung bayi juga akan mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Bayi dapat mengalami muntah dan kejang.

    14. Menghindari makanan yang dipanggang atau dibakar

    Ketika memembakar makanan, biasanya makanan tersebut akan meninggalkan serbuk halus dan lama kelamaan menjadi partikel kecil yang akhirnya melekat dimakanan dan menjadi radikal bebas ketika dimakan. Radikal bebas dihasilkan dari asap yang bergabung dengan partikel lain seperti debu, asap rokok, asap kendaraan dan lainnya. Ketika dimakan ibu menyusui, ASI juga akan terkontaminasi dengan radikal bebas tersebut. Menyebabkan kualitas ASI menjadi kurang baik untuk dikonsumsi bayi.

    15. Menghindari rokok

    Rokok tidak hanya buruk untuk ibu menyusui dan ibu hamil, tapi buruk bagi semua orang. Karena itu sebaiknya hindarilah terpapar asap rokok dan berhentilah merokok. Karena tar dan nikotin yang terhirup melalui saluran pernapasan dapat mencemati ASI. Nikotin dan tar menyebabkan kekentalan ASI berkurang, nutrisi dalam ASI berkurang dan asap rokok bisa mengikat mineral dan imun yang ada di ASI yang menyebabkan kualitas ASI menjadi jelek. Bayi dapat mengalami kejang dang keracunan apabila kadar tar dan nikotin yang ada didalam ASI semakin banyak.

Selain berbagai macam makanan yang harus dihindari, ada beberapa pantangan lainnya yang harus dihindari oleh ibu menyusui. Karena jika tidak dipertimbangkan untuk dihindari bisa menyebabkan keluhan kesehatan dipayudara yang mengakibatkan produksi ASI terganggu dan akhirnya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi karena bayi tidak mendapatkan ASI berkualitas yang mampu menyediakan nutrisi yang cukup untuk bayi. Dengan menghindari beberapa hal dibawah ini merupakan salah satu cara memperbanyak ASI juga.

Memakai Bra yang ketat dan berkawat

Bra yang berukuran terlalu kecil ataupun telalu ketat dapat menghambat aliran ASI yang keluar. Oleh sebab itu demi jaringan payudara yang lebih baik juga, sebaiknya ibu menyusui menggunakan bra yang telah dirancang khusus untuk ibu menyusui. Bra yang berkawat juga bisa menekan disekitar kelenjar susu dan menghambat aliran ASI menjadi tidak normal. Selain menghambat kelenjar susu, bra berkawat juga membuat aliran darah disekitar payudara terhambat. Jika dibiatkan terus menerus dapat menyebabkan penurunan produksi ASI.

Diet yang tidak seimbang

Saat hamil biasanya berat badan ibu meningkat drastis, dan banyak ibu yang setelah melahirkan melakukan program diet untuk menurunkan berat badannya. Padahal program diet yang dilakukan belum meminta rekomendasi dari dokter atau ahli, hanya berdasarkan keinginan semata. Padahal jika salah melakukan diet, tubuh akan kekurangan nutrisi yang nantinya dapat merusak kualitas ASI. Banyak yang melakukan diet dengan cara mengurangi makan, otomatis akan membatasi asupan gizi. Padahal menyusui adalah masa dimana ibu membutuhkan banyak nutrisi untuk diberikan kepada bayi melalui ASI. jika tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan bayi maka bayi akan sulit meningkatkan berat badan dan tumbuh kembang bayi akan terhambat.

Sedot ASI untuk disimpan dalam botol

5 Cara Memberikan Asi Perah Yang Benar
Dijaman yang sudah modern seperti sekarang, tidak sedikit wanita yang juga bekerja menjadi wanita karir. Waktu yang kurang untuk memberikan ASI kepada bayi membuat ibu harus memyedot atau memompa ASI untuk disimpan dibotol dan disimpan dilemari es yang nantinya akan dikonsumsi oleh bayi. Jika hal ini dilakukan terus menerus, penyedotan ASI dapat menimbulkan pembengkakan dan peradangan disekitar payudara sehingga payudara terasa nyeri. Payudara akan terasa nyeri jika disentuh dengan tangan. Selain itu produksi ASI akan menjadi sangat banyak karena ASI dipompa terus menerus. Hal ini membuat ASI keluar walaupun tanpa disedot dan menyebabkan baju anda basah. Padahal baju yang terkena ASI akan berbau setelah beberapa jam jika tidak dibersihkan.  Jadi penyedotan ASI bukanlah cara memperbanyak ASI yang baik.

Minum jamu sembarangan

Beberapa kasus ibu yang minum jamu tanpa rekomendasi dari ahli mengalami alergi setelah meminumnya. Zat yang ada pada jamu dapat bereaksi dengan ASI dan menyerap nutrisi yang ada di ASI. membuat ASI kurang manis dan terkadang terlalu encer. Biasanya ibu menyusui yang meminum jamu berkeinginan untuk menurunkan berat badan ataupun menyembuhkan jerawat. Namun sebaiknya janganlah meminum jamu sebelum berkonsultasi dengan ahlinya.

Jangan membiarkan ASI tidak disusui selama 24 jam

Ibu menyusui yang sibuk tidak memiliki waktu untuk menyusui bayi yang membutuhkan banyak ASI dan terkadang bayi harus disusui setiap 2 hingga 3 jam sekali. Akibatnya ASI menjadi menganggur dan tidak disusui selama berjam-jam. Apabila dalam 24 jam ASI tidak disusui bayi maka dapat menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri didada dan juga pengerasan payudara. Selain itu payudara yang ASI nya tidak dikosongkan lama-kelamaan produksi ASI nya akan berkurang.

Hentikan kebiasaan memeras ASI


Wanita yang bekerja biasanya menyempatkan untuk memeras ASI agar aliran ASI tidak terlalu deras akibat keseringan memompa ASI untuk diberikan kepada bayi. Kebiasaan ini dapat membuat iritasi pada puting payudara dan mencederai pembuluh darah yang ada disekitar kelenjar susu.

Jangan menyusui hanya pada salah satu payudara saja

Cara Menyusui Bayi Sebelah Kanan
Menyusui hanya pada satu payudara menyebabkan ukuran payudara menjadi tidak seimbang. Menyebabkan salah satu payudara berukuran besar, dan salah satunya lagi berukuran kecil. Hal ini membuat tampilan payudara menjadi tidak proporsional dan nantinya dapat menurunkan kepercayaan diri ibu.

Jangan mengkonsumsi suplemen vitamin secara berlebihan

Sebaiknya membatasi konsumsi suplemen yang terbuat dari bahan-bahan kimia secara berlebihan. Karena bahan kimia yang ada pada suplemen dapat menurunkan nutrisi dan kadar imun pada ASI, selain itu juga membuat ASI menjadi encer. Jika ASI tidak sesuai dengan keinginan bayi, bayi akan menolak mengkonsumsinya. Lebih baik konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.

Jangan memberikan susu formula

3 Penyebab Bayi Muntah Setelah Diberi Susu Formula
Beberapa ibu memberikan ASI dan susu formula yang diselang seling dengan alasan tidak memiliki waktu untuk menyusui bayi. Padahal memberikan ASI eksklusif lebih baik daripada memberikan susu formula karena kandungan pada susu formula tidak sebaik kandungan yang ada pada ASI. Apabila susu formula diberikan berselang-seling dengan ASI, lama kelamaan bayi tidak akan memilik ASI karena rasa susu formula yang lebih enak. Hal tersebut menyebabkan kualitas ASI berkurang karena sudah tidak pernah didunakan untuk menyusui bayi.

Buah jeruk pilihan terbaik untuk diet sehat

Untuk mempertahankan kualitas ASI yang baik, makanlah jeruk manis. Karena jeruk manis tidak akan mengganggu produksi ASI. Jeruk memiliki kandungan vitamin C dan serta yang baik untuk mempertahankan kelenjar susu agar bisa memproduksi ASI dengan banyak. Jeruk adalah salah satu cara memperbanyak ASI yang direkomendasikan.

Jangan terlalu panik pada bayi yang tidak mau makan

Bayi yang tidak mau makan membuat khawatir setiap ibu, karena beranggapan bayi yang tidak mau makan akan mengalami kekurangan gizi. Padahal bayi tidak akan kekurangan gizi selama bayi tetap mengkonsumsi ASI secara rutin. Karena didalam ASI terdapat semua nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkambangannya.

Hindari makanan laut yang mengandung logam

6 Makanan Yang Dihindari Saat Menyusui

Kepiting, siput laun, teripang, kerang, cumi-cumi dan lobster adalah beberapa contoh makanan laun yang mengandung logam didalamnya. Walaupun rasanya yang sangat enak, namun makanan ini menjadi pantangan untuk ibu menyusui. Bayi dibawah 6 bulan belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Sehingga ketka bayi meminum ASI yang sudah tekontaminasi logam, pencernaan bayi akan teriritasi dan bayi mulai mulai, diare dan rewel karena merasakan tubuhnya tidak enak.

Menghindari makanan dan minuman yang mengandung mint

Permen mint, makanan ataupun minuman yang mengandung mint atau daun mint dapat menurunkan kualitas ASI karena zat yang ada pada mint dapat mengikat, memblokir dan dapat masuk kedapam ASI sehingga rasa ASI akan berubah. Selain itu payudara juga akan mulai kehilangan kemampuan untuk memproduksi ASI dengan banyak.

Seperti yang dijelaskan diatas, ASI adalah makanan wajib untuk bayi minimal hingga usia 6 bulan karena ASI mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Maka kualitas dan jumlah produksi ASI harus dipertahankan agar bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu menyusui sangat mempengaruhi kualitas dan jumlah ASI. sehingga banyak pantangan yang harus dijaga agar tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Selain makanan yang dilarang, banyak juga makanan yang dapat dikonsumsi karena mengandung banyak gizi yang baik untuk pertumbuhan bayi dan juga makanan yang digunakan sebagai cara memperbanyak ASI. berikut akan dijelaskan beberapa jenis makanan alami yang dapat digunakan sebagai salah satu untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui.

  1. Kacang Hijau

Obat Memperlancar ASI

Salah satu cara memperbanyak ASI adalah dengan mengkonsumsi kacang hijau yang memiliki kandungan protein, tiamin (vitamin B1), zat besi, magnesium, fosfor, kalium, mangan dan asam folat. Vitamin B1 pada kacang hijau dapat mengubah karbohidrat menjadi energi yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui karena ibu menyusui terkadang harus terbangun tengah malam untuk menyusui bayi. Kekurangan vitamin B1 menyebabkan ibu menjadi tidak bersemangat dan mudah marah, padahal mood yang jelek dapat mengurangi produksi ASI. Jika ibu merasa senang, maka akan merangsang oksitoksi untuk memproduksi ASI.

  1. Daun Katuk

Daun katuk tidak hanya digunakan sebagai bahan masakan, namun daun katuk juga dapat digunakan sebagai cara memperbanyak ASI. karena daun katuk mengandung protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C dan juga alkaloid serta sterol yang bisa meningkatkan produksi ASI. dengan 100 gram daun katuk bisa memenuhi kebutuhan vitamin C sebanyak 239 yang dibutuhkan ibu menyusui untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

  1. Edamame/Kedelai

Resep cemilan untuk ibu menyusui

Kacang kedelai atau yang sering disebut sebagai edamame mengandung banyak nutrisi penting seperti rotein nabati, asam folat, vitamin K, mangan,  vitamin C, riboplavin, magnesium, zat besi, fosfor dan kalium. Edamame yang mengandung banyak protein sangat dibutuhkan ibu menyusui karena bisa membuat produksi ASI meningkat. Edamame dapat dikonsumsi dengan cara direbus sebagai camilan atau campuran bahan masakan/sayur.

  1. Pepaya

Siapa yang tidak sering menjumpai buah pepaya, buah pepaya banyak ditemui di pasar-pasar dan bahkan dapat tumbuh dengan mudah dihalaman rumah ibu. Pepaya tidak hanya baik untuk melancarkan penceranaan, tapi juga baik untuk meningkatkan produksi ASI. pepaya mengandung vitamin  A, vitamin C, asam folat dan kalium dimana 33% nya adalah vitamin dan 50% nya adalah kalium. Kandungan ini lebih banyak bila dibandingkan dengan jeruk. Kekurangan kalium dapat menyebabkan depresi dan rasa lelah. Mengkonsumsi pepaya mampu mengaktifkan hormon yang membuah ibu lebih bahagia. Seperti yang dijelaskan diatas, bila ibu merasa bahagia, hal tersebut akan merangsang produksi ASI menjadi lebih banyak.

  1. Pare

Walaupun pahit, pare memiliki kandungan yang baik untuk ibu menyusui. Pare kaya akan vitamin C dan juga antioksidan yang mempu melindungi sel dari kerusakan akibal radikal bebas, meningkatkan kesehatan tulang dan gigi serta pembulih darah. Kandungan lutein dan likopen pada pare berkhasiat untuk merangsang produksi insulin. Sehingga pare sangat baik bagi ibu menyusui yang menderita diabetes melitus akibat gula dara yang terlalu tinggi. Pare juga dapat menurunkan digunakan sebagai agen atikanker, antivirus dan juga pembasmi cacing usus.

  1. Bunga Pepaya

Bunga pepaya yang sering digunakan sebagai campuran dalam masakan banyak mengandung vitamin A, vitamin C, kalium dan fosfor. Selain itu juga adanya enzim papain dalam bunga pepaya bisa mempercepat proses pencernaan protein karena enzim ini berfungsi untuk memecah protein. Karena ibu menyusui membutuhkan banyak protein agar kandungan nutrisi dalam ASI banyak. Bunga pepaya murah meriah dan mudah didapatkan.

  1. Semangka

Buah Untuk Memperbanyak ASI

Buah semangka sangat menyegarkan, apalagi jika dimakan dalam kondisi dingin dari lemari es. Kandungannya yang kaya akan vitamin A dan C serta asam folat dan kalium membuatnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin ibu menyusui. Semangka juga renda lemak jenuh, kolesterol dan natrium yang harus dihindari oleh ibu menyusui. Sehingga semangka adalah makan sehat yang aman dikonsumsi. Kandungan air yang banyak pada semangka juga baik untuk asupan cairan pada tubuh ibu menyusui karena ibu minimal harus mengkonsumsi 8 gelas air setiap harinya. Karena cairan adalah bahan utama dalam memproduksi ASI.

  1. Jambu Air

Jambu air baik untuk meningkatkan fungsi oto dan syaraf karena adanya kandungan kalsium. Vitamin  yang ada pada jambu air juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi sehingga dapat terhindar dari penyakit. Kandungan air yang banyak juga cocok untuk ibu menyusui seperti yang telah dijelaskan diatas. Produksi ASI pun akan lancar. Rasa yang enak membuah jambu air sebagai cara memperbanyak ASI yang disukai ibu menyusui.

  1. Labu Siam

Labu siam biasanya digunakan dalam masakan, namun kandungan vitamin dan nutrisi lainnya yang banyak dalam labu siam mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui, contohnya seperti asam folat. Asam folat penting untuk pembentukan sel, hemoglobin dalam dalam dan juga perkembangan jaringan tubuh.

  1. Bayam

Bayam hijau banyak ditemui dipasar, dan harganya pun sangat murah. Kaya akan vitamin, protein dan juga asam folat yang bermafaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Enzim phytoestrogens pada bayam mampu membantu melancarkan produksi ASI. oleh sebab itu dianjurkan untuk ibu menyusui agar rutin mengkonsumsi bayam sebagai salah satu menu dalam makanannya sehari-hari.

Sudah banyak contoh makanan alami untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu, ada suplemen lain yang bagus untuk ibu menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Caranya adalah dengan mengkonsumsi Teh Celup pelancar ASI yang aman, rasanya yang enak dan pastinya murah. Tidak perlu khawatin karena Teh Celup Pelancar Asi terbuat dari bahan-bahan herbal pilihan yang sangat aman bagi ibu menyusui. Jika ibu tertarik, Teh Celup Pelancar ASI dapat dengan mudah dipesan di http://lancarasi.com/produk/.

 

Cara Melancarkan ASI Dan Memperbanyak ASI Setelah Melahirkan

Cara Melancarkan ASI Setelah Melahirkan

Cara Melancarkan ASI Dan Memperbanyak Setelah Melahirkan

Kebiasaan merokok buruk bagi kesehatan, semua orang tau itu. Kandungan racun yang tinggi mampu mempengaruhi kesehatan tubuh, walaupun hanya 1 batang rokok saja. Tidak hanya merusak kesehatan bagi perokok, tapi juga pada second hand smoker atau yang artinya adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menghisap rokok dari orang lain. Beberapa orang yang kecanduan mampu terlepas dari rokok, namun tentunya hal tersebut tidaklah mudah. Tidak hanya laki-laki, namun banyak juga wanita yang kecanduan rokok. Kebiasaan yang sulit dihentikan ini tak hayal tetap dilakukan walaupun dalam keadaan hamil maupun menyusui. Apakah rokok dapat berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI? Para ahli menyebutkan bahwa produksi ASI dapat berpengaruh terhadap kandungan dalam rokok.

Karena ASI yang diproduksi bergantung terhadap apa yang dimakan oleh ibu. Jika mengkonsumsi makanan yang bergizi, makan ASI yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Kandungan dalam rokok mampu mempengaruhi kualitas ASI dan juga membuat hormon prolaktin pada ibu sehingga mengalami penurunan produksi ASI secara signifikan. Beberapa kasus juga menunjukkan rokok tidak hanya mengurangi produksi ASI tapi juga menghentikan produksi ASI sehingga sang ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Rokok sekalin mampu menghentikan produksi ASI, juga dapat menyebabkan ASI sulit keluar dari payudara karena adanya sindrom LDR (Let Down Reflects). Bayi menjadi tidak mendapatkan kebutuhan gizi yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Sekalipun ASI lancar, namun kualitas ASI akan buruk karena adanya kandungan nikotin dalam ASI. Jika ASI yang mengandung nikotin dikonsumsi oleh bayi, maka bayi akan mudah mengalami sakit perut, gelisah dan juga gampang rewel. Ibu yang merokok juga membuat resiko bayi terpapar asap rokok menjadi semakin tinggi, menyebabkan resiko terkena peyakit saluran pernapasan semakin tinggi, seperti asma, infeksi sinus, brokitis dan juga radang paru-paru. Bahkan bayi yang terpapar rokok lebih sering akan meningkatkan kematian pada bayi 7 kali lebih besar.

Cara Melancarkan ASI Setelah Melahirkan
Selain rokok, alkohol juga mampu masuk kedalam ASI pada konsentrasi yang sama seperti yang ada pada darah. Meskipun bayi hanya memimum sedikit kandungan alkohol yang ada pada ASI, organ tubuh bayi yang belum berkembang dengan sempurna belum bisa memproses alkohol dengan baik di livernya. Bisa saja kandungan alkohol yang sedikit sudah bisa membuat bayi mabuk, karena proses mencerna alkohol di liver bayi bisa setengah kali lebih lambat dari orang dewasa. Hasil studi menunjukkan bahwa alkohol bisa menyebabkan kebiasaan makan dan tidur bayi berubah. Bayi akan menjadi lebih cepat mengantuk dan juga lebih cepat terbangun dari tidurnya. Hal tersebut menyebabkan bayi tidak mendapatkan tidur yang cukup sehingga membuatnya kelelahan.

Orang dewasa yang kelelahan saja membuat ia mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya rendah, coba bayangkan hal tersebut pada bayi. Tentunya bayi akan lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan orang dewasa.
Bukan itu saja, alkohol dapat menurunkan produksi susu dan kandungan alkohol dalam ASI membuat bayi hanya menyusui lebih sedikit, bahkan hingga 20% dari biasanya. Oleh sebab itu asupan alkohol terhadap wanita yang hamil maupun menyusui harus dibatasi. Namun ada yang perlu disyukuri adalah kandungan yang paling beracun dalam alkohol yaitu asetaldehida tidak akan terserap kedalam ASI sehingga tidak diminum oleh bayi.

Apabila ibu ingin mengkonsumsi alkohol, maka perlu diketahui bahwa tingkat alkohol dalam darah puncaknya pada menit 30 hingga 60 setelah minum alkohol walaupun waktu yang dibutuhkan untuk setiap orang berbeda tergantung dari lamanya waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengeluarkan alkohol, setiap orang berbeda-beda. Perlu diingat bahwa semakin banyak minum alkohol maka akan semakin lama punya alkohol dikeluarkan dari dalam tubuh. Maka sebaiknya jangan menyusui bayi ketika sedang minum atau tepat saat setelah minum alkohol karena tidak baik untuk kesehatan bayi. Sehingga jumlah yang dianjurkan untuk diminum adalah hanya 1 hingga 2 gelas saja. Secara detailnya adalah ibu tidak boleh mengonsumsi lebih dari 0,5 gram alkohol per kg berat badan ibu dalam 24 jam. 0,5 gram alkohol setara dengan 60 ml liquor, 235 ml wine, atau 2 botol bir untuk ibu dengan berat badan 60 kg. Untuk ibu dengan berat badan yang berbeda dari contoh, bisa dihitung kira-kira seberapa banyak konsumsi alkohol yang diperbolehkan.

Jika anda bersikukuh ingin mengkonsumsi alkohol padahal seharusnya waktunya untuk menyusui bayi, harus dipersiapkan stok ASI dalam botol untuk minum bayi. Hindari memberikan susu formula karena susu terbaik untuk bayi adalah ASI. Alternatif lainnya adalah melakukan pompa-buang ASI setelah anda minum alkohol untuk menghilangkan kandungan alkohol pada bayi dan juga untuk mengurangi rasa sakit yang timbul karena melewatkan sesi menyusui. Dan jangan menyusui ketika mabuk, berilah sesi menyusui ketika ibu dalam keadaan sadar sepenuhnya.

Karena tidak ada yang tahu apa yang ibu lakukan ketika berada dalam pengaruh alkohol. Hal ini mampu membutakan kesadaran anda dari kehadiran bayi dan bisa menjadi sangat terganggu dan melakukan hal yang tidak diinginkan ketika mendengar tangisan bayi yang sangat menganggu. Untuk ibu dari bayi dengan usia kurang dari 3 bulan, ibu harus mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sebelum meminum alkohol. Karena otak bayii yang baru saja lahir masih dalam perkembangan yang kritis dan rentan. Hindarilah alkohol untuk beberapa bulan pertama untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi menimpa bayi.

Hal diatas adalah beberapa hal yang harus dihindari selama menyusui. Selanjutnya kita akan masuk faktor penyebab produksi ASI tidak lancar.

Cara Mengatasi Payudara Perih Saat Menyusui

Biasanya setelah melahirkan, ASI atau Air Susu Ibu akan keluar karena adanya pengaruh hormonal. Namun ada beberapa kasus yang menyebabkan ASI tidak keluar sehingga belum bisa menyusui bayinya selama beberapa hari. Hal tersebut adalah hal yang normal, sehingga tidak perlu takut. ASI biasanya keluar 2 hingga 3 hari setelah melahirkan. Yang menjadi masalah adalah ketika ASI tidak keluar hingga hari keempat atau hanya keluar sedikit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI bayi. Salah satu cara melancarkan ASI adalah isapan bayi, makin sering bayi menghisap payudara ibunya, maka ASI akan semakin lancar keluar. Jika dari awal ASI yang  keluar sedikit dan akhirnya ibu jarang memberikan ASI, maka produksi ASI akan terhenti dan tidak akan keluar lagi.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ASI tidak keluar, seperti faktor kelahiran, faktor menyusui, faktor kesehatan ibu dan lainnya. Berikut akan dijelaskan beberapa faktornya.

  1. Faktor kelahiran

  • Proses melahirkan akan memberikan stress terhadap tubuh ibu karena proses yang sangat lama dan atau dengan operasi caesar sehingga hormon stress pada tubuh meningkat dan menyebabkan pengeluaran ASI tertunda.
  • Pendarahan saat melahirkan dapat mengganggu kelenjar hipofisi yang ada diotak. Kelenjar tersebut mengontrol hormon laktasi.
  • Hal-hal yang dapat mempengaruhi fungsi plasenta seperti plasenta yang tertahan.
  • Penghilang rasa sakit kerap diberikan saat proses melahirkan, obat ini dapat menunda ASI keluar.
  1. Faktor menyusui

Beberapa rumah sakit memisahkan bayi dan ibunya diruangan yang berbeda, karena bayi membutuhkan perawatan khusus setelah lahir. Hal ini mempengaruhi keluarnya ASI. Karena sebenarnya semakin cepat bayi menyusui terutama dihari pertama setelah melahirkan akan membuat produksi ASI semakin baik. Jika pada awal-awal setelah melahirkan tidak menyusui dan menggunakan pompa ASI, produksi ASI hanya akan sedikit atau bahkan berhenti. Ingat, bahwa semakin sering ASI dikeluarkan maka semakin lancar produksi ASI.

  1. Faktor kesehatan ibu

Masalah kesehatan yang terjadi ditubuh ibu juga mempengaruhi hormon untuk produksi ASI. kondisi kesehatan yang mempengaruhi produksi ASI adalah sebagai berikut.

  • Diabetes saat kehamilan

Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan tubuh tidak memproduksi cukup insulin dan diabetes melitus tipe 2 dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada didalam tubuh dengan baik. Insulin mempengaruhi produksi ASI dan ketiadaaan insulin ataupun ketidakmampuan dalam menggunakan insulin dapat berdampak terhadap cadangan ASI. Hanya beberapa kasus yang memiliki masalah ini, jadi jangan khawatir. Namun walau begitu tetap harus mengontrol kadar gula darah dan juga kadar insulin agar dapat menjaga produksi ASI tetap melimpah.

  • Gestational ovarian theca lutein cysts

Atau biasa disebut dengan kista. Kista biasanya berkembang ketika dalam masa kehamilan, menyebabkan kadar hormon testosteron meningkat dan menekan jumlah ASI yang diproduksi setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar testosteron menurun setelah 3 atau 4 minggu setelah kista diatasi. Setelah itu proses menyusui dapat berjalan seperti biasa.

  • Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan dan bahkan obesitas beresiko untuk mengalami penurunan  produksi ASI. ASI yang keluar hanya sedikit, hal ini berkaitan dengan produksi prolaktin yang rendah akibar kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme, contohnya sindrom ovarium polikistik atau disebut juga dengan hipertiroidisme. Kondisi ini juga mempengaruhi cadangan ASI. Banyaknya kondisi yang menyebabkan menurunnya jumlah ASI akibat kelebihan berat badan, membuat ibu harus waspada. Memang biasanya selama hamil berat badan naik, namun setelah melahirkan cobalah untuk mulai berolahraga agar berat badan menurun. Tidak hanya agar produksi ASI meningkat, namun agar suami juga bahagia. Menurunkan berat badan merupakan cara melancarkan ASI yang mudah dan juga murah.

  • Konsumsi obat-obatan

Beberapa obat yang dapat menyebabkan produksi ASI berkurang adalah kontrasepsi hormonal karena mengandung hormon estrogen. Hormon estrogen ini mampu mempengaruhi produksi ASI.

  1. Faktor payudara

Efek Menyusui Hanya Sebelah Kiri

Beberapa masalah payudara yang mempengaruhi keluarnya ASI adalah sebagai berikut.

  • Kelahiran prematur

Kelahiran prematur bayi menyebabkan terhentinya pertumbuhan payudara yang memproduksi ASI pada akhir kehamilan yang menyebabkan jaringan pada payudara yang memproduksi ASI juga sedikit. Tapi hal ini dapat diatasi dengan cara menyusui yang benar sehingga pertumbuhan payudara dapat berlanjut lagi walaupun sudah melahirkan.

  • Payudara belum berkembang sempurna

Dapat disebabkan karena hipoplastia atau yang disebut juga dengan jaringan kelenjar susu yang tidak cukup. Karena belum berkembang dengan sempurna, maka produksi ASI menjadi tidak lancar dan yang keluar hanya sedikit.

  • Operasi atau cedera pada payudara

Operasi atau cedera yang membuat jaringan payudara menghilang, rusak atau saraf yang berhubungan dengan produksi ASI di payudara rusak, membuat jaringan payudara berkurang dan produksi ASI dapat berkurang atau bahkan berhenti.

  • Bentuk puting payudara tidak biasa

Bentuk outing payudara yang datar atau masuk kedalam membuat bayi kesusahan dalam meminum ASI. karena bayi tidak dapat meminum ASI maka tidak terjadi rangsangan yang membantu produksi ASI terus berjalan. Lama kelamaan produksi ASI akan berhenti.

Ketika ASI pertama kali keluar, akan terlihat cairan warna kekuningan yang sedikit kental. Banyak orang yang menyebutnya sebagai ASI basi dan membuangnya. Padahal itu adlaah cairan kolostrum yang sangat diperlukan bagi bayi yang baru saja lahir. Kolostrum mengandung banyak protein, vitamin dan juga mineral yang membantu tubuh bayi melawan bakteri dan virus, selain itu juga menghasilkan antbodi yang akan memperkuat ketebalan tubuh bayi. Manfaat kolostrum lainnya adalah mampu melapisi bagian dalam usus bayi dan melindunginya dari alergi serta gangguan pencernaan.

Karena itulah ASI merupakan makanan pokok pada bayi, maka ASI wajib diberikan karena mengandung banyak zat gizi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Komposisi yang ada pada ASI tidak dapat digantikan oleh susu apapun, termasuk susuk sapi dan susu kedelai. Maka sangat penting untuk menjaga jumlah ASI agar cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila mengalami kesulitan dalam mengeluarkan ASI, diartikel ini akan dijelaskan cara memperlancar ASI pada ibu.

  1. Perbanyak air putih

Meminum air putih yang banyak, minimal 10 gelas perhari merupakan cara memperlancar ASI yang mudah dan murah karena tubuh membutuhkan cairan untuk memproduksi ASI. cairan tersebut disediakan oleh air putih.

  1. Sering memberikan ASI

Bayi yang baru lahir membutuhkan banyak ASI untuk kebutuhannya. Hampir setiap 2 hingga 3 jam sekali bayi membutuhkan ASI. Dan produksi ASI pada payudara mengikuti prinsip supply dan demand yang berarti bahwa tubuh akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika jarang memberi ASI bayi, maka tubuh akan mengira bahwa kebutuhan bayi tidak banyak sehingga hanya memproduksi ASI dalam jumlah sedikit. Bila rutin memberikan ASI hingga bayi kenyang, payudara akan memberikan sinyal ke otak untuk memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Dan biasanya produksi ASI akan bertambah dalam 3 hingga 7 hari.

Namun ingat, jangan sampi ibu ketiduran ketika sedang menyusui bayi, bayi dapat mengalami sesak nafas. Karena tubuh bayi berhadapan dengan tubuh ibu maka nafas bayi dapat terhenti dan bahkan bisa menyebabkan kematian. American Academy of Pediatrics (AAP) telah melarang ibu dan ayah tidur dekat dengan bayi tanpa penghalang. Karena dikhawatirkan ibu dan ayah akan menindih bayi secara tidar sadar. Apalagi bayi yang baru lahir dengan berat yang ringan (dibawah umur 4 bulan). Jika ingin tidur dekat bayi dengan aman, maka bisa menidurkan bayi dalam boks atau ranjang khusus bayi yang diletakkan berdekatan dengan ibu dan ayah. Bisa juga dalam kasur yang sama diberi pembatas, sehingga dapat mencegah ibu dan ayah menindih bayi.

Cara Mengatasi Masalah Bayi Bingung Puting

Maka dari itu, sebelum menyusui sebaiknya perhatikan posisi ibu dan bayi dengan benar, sehingga ketika ibu tertidur maka tubuh masih dapat tertahan dan tidak menindih bayi secara tidak sadar. Ibu bisa duduk disofa dengan mengatur beberapa bantal untuk membantu mencegah bayi tertindih, dan bayi ada dalam keadaan yang aman. Pastikan juga ibu duduk ditempat yang tidak memungkinkan bayi untuk terjatuh ketika ibu tidur. Selain itu ibu juga dapat menggunakan alarm untuk mengatur waktu jika ibu tertidur saat menyusui. Perlu diperhatikan suara alarm jangan sampai membangunkan bayi, bisa disetel dalam volume rendah atau mode getar. Letakkan alarm pada tempat yang bisa dijangkau dengan tangan ibu, tidak diletakkan didekat bayi.

Ketika bayi tertidur setelah disusui, segeralah pindahkan ke tempat tidurnya. Dan agar bayi tidak kaget ketika puting dilepas, tips nya adalah dengan mengganti puting payudara dengan ibu jari bayi, kempeng atau dot.

  1. Bergantian payudara setiap selesai menyusui

Jika telah selesai menyusi bayi pada payudara kanan, sebaiknya untuk menyusui selanjutnya menggunakan payudara kiri. Dengan begitu kedua payudara akan menghasilkan jumlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, tidak berat sebelah. Jika hanya menyusui pada satu payudara, entah kanan atau kiri akan membuat salah satu payudara hanya memproduksi sedikit ASI.

  1. Memijat dan membersihkan payudara

Memerah ASI dengan Tangan

Rajinlah membersihkan puting payudara minimal setiap beberapa hari sekali mulai dari trimester pertama setelah melahirkan. Caranya membersihkan dengan menggunakan baby oil sebelum mandi. Pilin puting payudara terutama pada lipatan diujung puting. Selagi membersihkan, seringlah dipijat payudaranya dengan menggunakan baby oil dengan berbagai macam gerakan sebagai relaksasi untuk memperlancar produksi ASI.

  1. Teknik menyusui yang benar

Agar ASI Kental dan Mengenyangkan Bayi

Ibu yang baru melahirkan anak pertama, sering kali merasa sakit ketika. Tak jarang banyak ibu menghentikan selama beberapa hari dan beralih menggunakan susu formula. Mengganti dengan susu formula menyebabkan produksi ASI berkurang, karena ASI dalam payudara tidak dikosongkan, dan tubuh mengira jumlah kebutuhan bayi hanya segitu maka payudara tidak memproduksi ASI dalam jumlah besar lagi. Apabila posisi ketika menyusui benar, maka menyusui tidaklah sakit.

Hal pertama kali yang dilakukan adalah menempelkan bayi di dada ibu. Menempelkan bayi di dada membantu bayi untuk menyusu dengan lebih baik dan juga membantu ibu agar puting payudara lecet, payudara bengkak dan terhindari dari resiko infeksi. Cara memastikan apakah bayi sudah menempel dengan baik adalah dengan memegang payudara dan sentuh bibir bayi menggunakan puting payudara.

Apabila bayi membuka mulutnya, berarti bayi ingin menyusu. Maka bantulah bayi untuk mencapai puting payudara dengan mendekapnya lebih dekat dan pegang payudara sambil memberikannya dan mengarahkannya ke bibir bayi. Jangan lupa memastikan semua puting payudara dan sebagian atau seluruh area aerola (daerah berwarna coklat diarea sekitar puting payudara) masuk ke mulut bayi. Terkadang ibu dapat mendengar sura menelan dan melihat rahang bayi bergerak maju mundur ketika menyusu. Hal ini menjadi tanda bahwa bayi menerima ASI dengan sangat batik.

Apabila bayi terlihat kesulitan bernapas ketika menyusu karena hidung bayi terlalu dekat dengan payudara sehingga udara tidak dapat masuk melalui hidung bayi, sebaiknya tekan payudara yang dekat dengan hidung bayi agar dapat memberikan sedikit ruang agar bayi dapat bernapas dengan baik.

Pertama kali menyusui mungkin tidak akan berjalan mulus seperti yang anda baca-baca diinternet, bisa jadi ibu harus mencoba berkali-kali hingga menemukan posisi yang nyaman bagi bayi untuk menyusu. Jangan menyerah agar bayi dapat menyusu dengan nyaman. Dan menyusui pertama kali seharusnya tidak menyakitkan. Namun, jika Anda merasa kesakitan saat bayi menempel di payudara, Anda bisa membantu melepas isapan bayi dengan cara memasukkan jari kelingking Anda antara gusi bayi dan payudara Anda. Bayi kemudian akan membuka mulutnya. Dan, cobalah lagi menyusui bayi dengan posisi yang nyaman agar bayi menempel dengan benar.

Cara Mengentalkan ASI yang Bening dan Encer

  1. Kontak kulit langsung dengan bayi

Hindari membiasakan bayi menghisap ASI dari dot, karena jika sudah terbiasa nantinya bayi akan menolak ketika disusui dari puting payudara. Karena dot pada botol bayi lebih mudah dalam mengeluarkan susu ketimbang puting payudara. Selain itu dengan menyusui langsung melalui payudara akan membuat kedekatan emosi dengan bayi semakin kuat. Dengan begitu otak akan memerintahkan untuk memproduksi ASI lebih banyak. Banyak negara yang menganjurkan pada ibu sebagai salah satu cara melancarkan ASI dengan skin to skin contact ketika menyusui.

Karena itu sangat penting untuk segera menyusui bayi setelah bayi lahir. Para ahli mengatakan bahwa sebaiknya menyusui dimulai sejak 30 menit bayi lahir. Meletekkan bayi pada dada mendorong kontak kulit antara ibu dan bayi yang dinamakan dengan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). IMD mampu membantu bayi untuk bisa menyusu lebih cepat. Ketika bayi mencari puting payudara pertama kalinya, bayi sedang berlatih untuk menyusu. Diperkirakan membutuhkan wakut satu jam agar bayi terbiasa. Apabila ASI tidak langsung keluar, maka bisa tetap melakukan kontak kulit walaupun tidak melakukan apapun, cukup mendekap bayi dengan penuh kasih sayang sambil mencoba menawarkan ke payudara lainnya. Hal ini dapat merangsang pengeluaran ASI. Jika bayi lahir prematur, mungkin tidak bisa menyusui nya langsung, tapi bisa tetap memberikan ASI dengan cara memompa ASI sehingga membantu melancarkan produksi ASI.

  1. Memompa ASI

Cara Memperbanyak ASI Perah

Memompa ASI menjadi salah satu cara melancarkan ASI bagi ibu baru yang mungkin sedikit kesulitan dalam menyusui. Karena kesalahan dalam posisi menyusui menyebabkan proses menyusui yang tidak tepat dan ASI tidak akan keluar dengan lancar. Setiap selesai menyusui, gunakan pompa ASI. tidak perlu mencoba untuk memenuhi botol, yang perlu diingat adalah tujuannya, yaitu memberikan rangsangan atau stimulasi pada payudara agar dapat memproduksi ASI dalam jumlah banyak. Selain itu memompa juga membantu untuk mengosongkan ASI yang tidak dihabiskan oleh bayi.

  1. Kompres payudara

Terkadang payudara terasa keras sehingga bayi menolak untuk menghisapnya. Cobalah untuk mengkompres payudara menggunakan handuk hangat. Dengan begitu payudara akan melunak dan ASI dapat keluar dengan lancar.

  1. Konsumsi makanan sehat

Makanan Untuk Memperbanyak Asi

Beberapa makanan terbukti sebagai cara melancarkan ASI. Contohnya adalah pepaya, daun katuk, havermouth, wortel, bayam yang sering digunakan untuk melancarkan ASI dan baik bagi ibu menyusi karena kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut.

  1. Hindari Rokok

Rokok terkenal tidak baik untuk kesehatan. Bagi ibu yang hamil ataupun menyusui sering diingatkan bahwa rokok tidak aman dan harus menghindari rokok, apakah ibu mengkonsumsi rokok itu sendiri ataupun terkena asap dari perokok lain. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa produksi ASI tergantung dari makanan yang dikonsumsinya. Oleh sebab itu ibu menyusui harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Rokok terbukti menyebabkan hormon prolaktin mengalami penurunan secara signifikan sehingga produksi ASI berkurang.

Solusi Cara Melancarkan Dan Memperbanyak ASI yang Sedikit

Beberapa tips diatas bisa memperlancar produksi ASI, ada pula cara melancarkan ASI lainnya dengan cara mengkonsumsi teh celup pelancar ASI. karena kandungannya mampu meningkatkan produksi ASI dengan rasa yang enak, aman dan juga murah. Jangan ragu-ragu untuk memesannya di http://lancarasi.com/produk.