Perbedaan Perkembangan Bayi ASI dengan Susu Formula

Perbedaan Perkembangan Bayi ASI dengan Susu Formula

Perbedaan Perkembangan Bayi ASI dengan Susu Formula 

Pernahkah ibu memperhatikan antara perkembangan bayi ASI dengan susu formula? Banyak ibu yang tidak menyadari hal ini karena kurangnya pengetahuan tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh pemberian ASI eksklusif dengan pemberian susu formula pada bayi. Perlu diketahui bahwa ASI merupakan makanan terbaik yang bisa ibu berikan pada bayi ibu, jadi bagaimanakah dengan bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI sama sekali dan justru mendapatkan asupan susu formula sebagai makanan utama si bayi karena berbagai faktor seperti kurangnya produksi ASI ibu atau banyaknya aktifitas pekerjaan yang harus diselesaikan oleh ibu sehingga menyerahkan perawatan bayinya pada babysitter, hal ini tentu berdampak pada berkurangnya kemungkinan si ibu untuk menyusui anaknya. Berikut adalah beberapa perkembangan bayi ASI dengan susu formula:

Perbedaan Perkembangan Bayi ASI dengan Susu Formula

  1. Pertumbuhan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih maksimal ketimbang bayi yang hanya mendapatkan susu formula saja. Kata pertumbuhan merajuk pada bertambahnya ukuran dan jumlah sel pada bayi sehingga menunjukkan perubahan secara fisik seperti bertambahnya berat badan dan panjang dan ukuran kepala bayi.
  2. Perkembangan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif juga lebih maksimal ketimbang bayi yang hanya mendapatkan susu formula. Kata perkembangan di sini merajuk pada bertambahnya kemampuan yang bersifat kualitatif seperti bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi sel menjadi lebih kompleks.
  3. Kandungan gizi lengkap yang terkandung dalam ASI bersifat mudah dicerna oleh tubuh bayi. Hal ini menjadikan ASI sebagai asupan yang sangat baik dalam menstimulasi otak bayi dalam hal keterampilan, kecerdasan, ketangkasan, emosi, mental, dan kemampuan anak dalam bersosialisasi. Hal ini tentu sangat berbeda dengan bayi yang hanya mendapatkan susu formula, sehingga tampak jelas perkembangan bayi ASI dengan susu formula.
  4. Tidak hanya dari segi pertumbuhan secara fisik saja, dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi akan sangat membantu meningkatkan integritas dan kredibilitas anak sejak dini.
  5. Dengan memberikan ASI eksklusif yang rasanya cenderung mengikuti rasa dari zat-zat atau senyawa-senyawa yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Hal ini sangat penting untuk melatih anak ketika besar nanti untuk mengkonsumsi makanan seperti sayur-sayuran, sehingga anak tidak akan memilih-milih makanan. Hal tersebut sangat menunjukkan perkembangan bayi ASI dengan susu formula, dimana bayi yang hanya mengkonsumsi susu formula dapat menjadi faktor yang melatarbelakangi bayi akan menderita kegemukan atau obesitas saat dia besar nanti.
  6. ASI mengandung zat kekebalan yang dapat membantu bayi melawan bakteri jahat dan virus. Perlu diketahui bahwa dengan menyusui bayi ibu secara langsung, tanpa ibu ketahui bahwa sebenarnya ibu sedang memberikan perlindungan lebih terhadap bayi, hal ini disebabkan oleh payudara ibu yang secara otomatis memproduksi antibody baru secara terus menerus melalui air susu atau ASI ibu. Artinya jika ibu memompa ASI dari payudara lalu diberikan kepada bayi, maka tidak ada kontak langsung dengan bayi sehingga bayi tidak mendapatkan antibodi dari payudara ibu. Hal ini sudah cukup menunjukkan perkembangan bayi ASI dengan susu formula, dimana bayi yang hanya meminum susu formula tidak mendapatkan anti bodi yang cukup untuk melindungi kekebalan tubuhnya.

Itulah beberapa ulasan tentang perbedaan perkembangan bayi ASI dengan susu formula. Sudah sangat jelas bahwa ASI jauh lebih baik dari pada susu formula, maka dari itu bagi para ibu menyusui, sekarang beralihlah ke pemberian susu eksklusif.

Mana yang Lebih Baik ASI atau Susu Formula

mana yang lebih baik ASI atau susu formula

 Mana yang Lebih Baik ASI atau Susu Formula 

Jika mempertanyakan tentang mana yang lebih baik ASI atau susu formula, maka jawabannya jelas bahwa ASI tentu lebih baik dari pada susu formula. Secara menyeluruh, zat-zat atau senyawa-senyawa yang terkandung dalam ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi, sedangkan semua zat-zat dan senyawa-senyawa penyusun susu formula sulit dicerna oleh tubuh bayi. Pertumbuhan bayi yang hanya mendapatkan ASI dan bayi yang mengkonsumsi susu formula sangat Nampak perbedaannya, mulai dari segi pertumbuhan secara fisik dan perkembangan kerja otak anak. Berikut adalah beberapa perbedaan antara ASI dan susu formula yang harus ibu ketahui:

mana yang lebih baik ASI atau susu formula

  1. ASI mengandung 87.5% air sehingga bayi yang mengkonsumsi ASI tidak lagi perlu mendapatkan tambahan air, karena ASI memiliki tingkat kekentalan yang tepat dengan kandungan gizi yang banyak sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan bayi. Sedangkan susu formula yang berbentuk bubuk harus diseduh menggunakan air hangat agar kandungan gizinya tidak rusak, namun tetap saja terkadang masih saja ada bayi yang kekurangan gizi meskipun sudah minum susu formula. Hal tersebut biasanya disebabkan karena faktor ibu yang ingin menghemat sehingga membuat susu lebih encer dari yang semestinya, hal ini tentu membuat gizi yang didapatkan jadi tidak maksimal. Jadi cukup jelas tentang mana yang lebih baik ASI atau susu formula.
  2. Laktosa merupakan karbohidrat utama yang terkandung dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu sumber energi yang baik untuk perkembangan otak bayi. Kandungan laktosa pada ASI 2 kali lebih banyak dari pada jumlah laktosa pada susu formula. Hal ini dikarenakan jumlah laktosa yang berlebihan pada susu formula dapat mengakibatkan bayi mengalami masalah pencernaan seperti muntah dan diare. Hal itu terjadi akibat tubuh baik tidak dapat mencerna dengan baik laktosa pada susu formula. Berbeda dengan laktosa pada ASI yang meskipun jumlahnya banyak, tetap mudah diserap oleh tubuh bayi.
  3. Mana yang lebih baik ASI atau susu formula? ASI mengandung protein yang cukup tinggi, salah satunya adalah jenis protein casein yang cukup mudah diserap oleh tubuh bayi, berbeda dengan protein casein pada susu formula yang sulit diserap oleh tubuh bayi. Selain itu kandungan protein pada susu formula berpotensi mengakibatkan alergi pada bayi.
  4. Kadar lemak pada ASI lebih tinggi dibandingkan dengan kadar lemak pada susu formula. Hal ini tentu menjawab tentang mana yang lebih baik ASI atau susu formula. Kandungan lemak yang tinggi pada ASI dapat membantu mempercepat proses pertumbuhan otak yang cepat untuk bayi. Kandungan lemak yang ditemukan pada susu formula berbeda dengan kandungan lemak yang ditemukan pada ASI. ASI mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang. ASI juga mengandung asam lemak rantai panjang yang diantaranya adalah asam dokosaheksanoik (DHA) serta asam arakidonat (ARA) yang membantu perkembangan jaringan saraf dan retina mata. Selain itu ASI juga mengandung omega 3 dan omega 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi. Semua susu formula juga ditambahkan DHA dan ARA, namun tentu tidak sebaik yang terkandung pada ASI.

Setelah membaca ulasan diatas masihkan ibu mempertanyakan tentang mana yang lebih baik ASI atau susu formula? Tentu tidak diragukan lagi bahwa semua ibu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, maka dari itu berilah ASI eksklusif pada bayi ibu.

Keunggulan ASI Eksklusif Dibanding Susu Formula untuk Bayi

Keunggulan ASI Eksklusif Dibanding Susu Formula

Keunggulan ASI Eksklusif Dibanding Susu Formula untuk Bayi 

Di zaman yang serba modern ini, dimana para ibu-ibu menyusui juga menjalani aktivitas sebagai wanita karir sebagai tuntutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Maka dari itu, tak jarang ada bayi-bayi diluar sana terpaksa mengkonsumsi susu formula yang merupakan dampak dari kesibukan orang tua mereka, terutama ibu. Namun jika para ibu tau tentang keunggulan ASI eksklusif dibanding susu formula, maka tidak ada satu pun seorang ibu yang mau memberikan susu formula kepada bayinya. Jadi sangat penting bagi ibu untuk mengetahui apa-apa saja keunggulan ASI ketimbang susu formula, agar bayi ibu tumbuh cerdas dan sehat. Berikut adalah beberapa keunggulan ASI yang perlu ibu ketahui:

Keunggulan ASI Eksklusif Dibanding Susu Formula

  1. Semua elemen-elemen yang terkandung di dalam ASI mudah diserap oleh bayi, sedangkan susu formula tidak.
  2. ASI mengandung sel darah putih hidup yang berperan sebagai anti body bagi bayi, sedangkan tidak semua susu formula mengandung sel darah putih, kalaupun ada sel darah putihnya pasti sudah mati.
  3. Salah satu keunggulan ASI eksklusif dibanding susu formula adalah kandungan protein pada ASI tidak berlebihan dan cenderung lebih mudah diserap tubuh bayi, sedangkan susu formula mengandung banyak protein sehingga dapat memicu alergi pada bayi.
  4. ASI mengandung lemak baik dan tak jenuh untuk membantu membentuk sel otak, terutama DNA dan AA. Sedangkan susu Formula tidak seefektif ASI.
  5. ASI mengandung laktoferin yang berfungsi untuk kesehatan usu halus bayi, sedangkan susu formula tidak.
  6. ASI mengandung oligosakarida yang berfungsi untuk menjaga kondisi usus halus bayi.
  7. Keunggulan ASI eksklusif dibanding susu formula adalah ASI kaya akan kandungan immunoglobulin yang berperan sebagai anti bodi, sedangkan susu formula tidak maksimal.
  8. ASI mengandung banyak selenium yang berfungsi sebagai anti oksidan.
  9. Ai mengandung enzim dan hormon yang membantu pencernaan bayi antara lipase dan amylase, hormone yang terkandung di dalamnya antara lain hormon tiroid, prolaktin, oksitosin serta 15 jenis enzim lainnya.
  10. Salah satu keunggulan ASI eksklusif dibanding susu formula adalah rasa susu formula tidak variatif, sedangkan rasa ASI akan mengikuti jenis zat atau senyawa yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi oleh ibu.
  11. Pemberian ASI eksklusif pada bayi akan membangun kedekatan antar bayi dan dan ibu yang menyusui.
  12. ASI selalu dalam kondisi steril saat keluar dari payudara ibu.
  13. ASI mengandung karnitin yang berperan dalam pembentukan energy yang dibutuhkan oleh bayi dalam mempertahankan metabolisme tubuh. Jumlah karnitin pada ASI sangat tinggi, terutama di tiga minggu awal ibu menyusui. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, konsentrasi karnitin yang lebih tinggi dibanding bayi yang hanya mendapatkan susu formula.

Berdasarkan ulasan di atas jelas menunjukkan bahwa semua elemen-elemen yang terkandung dalam ASI bersifat baik dan menguntungkan bagi perkembangan bayi, sedangkan susu formula cenderung tidak maksimal. Susu formula memang aman untuk dikonsumsi bayi, namun jumlah gizi yang bayi dapatkan tidak semaksimal jika mengkonsumsi ASI secara eksklusif. Dengan mengetahui keunggulan ASI eksklusif dibanding susu formula, maka ibu tidak akan berfikir dua kali lagi untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta dan sebisa mungkin tidak memberikan susu formula selama produksi ASI ibu masih produktif, kalaupun tidak, sekarang ibu sudah bisa membeli ASI yang dijual oleh beberapa ibu lainnya yang kebetulan produksi ASInya cukup baik.

Bolehkah ASI Diselingi Susu Formula?

bolehkah ASI diselingi susu formula

Bolehkah ASI Diselingi Susu Formula? Cek di Sini

Tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi yang cukup baik dan sehat untuk menyusui bayinya, bahkan ada beberapa ibu yang produksi ASInya tidak cukup baik sehingga susu formula merupakan salah satu alternatif yang menjadi pilihan ibu agar kebutuhan makanan bayinya terpenuhi. Muncul pertanyaan bahwa bolehkah ASI diselingi susu formula? Apakah tidak berbahaya? Sebarnya pemberian susu ASI yang diselingi dengan susu formula pada bayi sah-sah saja, selama pemberian ASI lebih mendominasi ketimbang pemberian susu formula. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi pada ASI lebih baik ketimbang susu formula, sehingga jika ibu ingin memberikan gizi terbaik dalam tumbuh kembang bayi ibu, ada baiknya untuk memberi ASI secara eksklusif ketimbang diselingi susu formula.

bolehkah ASI diselingi susu formula

Ada banyak kandungan bermanfaat pada ASI yang tidak terkandung dalam susu formula yang diantaranya adalah:

  1. Bolehkah ASI diselingi susu formula? Pada dasarnya ASI mengandung sebanyak 87,5% air, dengan tingkat kekentalan yang sesuai dengan kemampuan daya serap bayi, sehingga organ-organ dalam tubuh bayi tidak bekerja terlalu keras selama proses penyerapannya. Berbeda dengan susu formula yang berbentuk bubuk dan harus dicampur dengan air sehingga tingkat kekentalannya tidak konsisten.
  2. ASI mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi pada bayi.
  3. ASI memiliki protein yang cukup dan tidak berlebihan seperti yang terkandung dalam kebanyakan susu formula, sehingga ASI tidak mengakibatkan alergi pada bayi.
  4. ASI mengandung kadar lemak yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan otak bayi. Jadi pertanyaan tentang bolehkah ASI diselingi susu formula? Semua tergantung pada seberapa peduli ibu pada tingkat perkembangan otak bayi ibu.
  5. Agar bayi tubuh sehat dan kuat, bayi membutuhkan asupan ASI yang megandung karnitin yang berfungsi sebagai pembentuk energi yang dibutuhkan oleh bayi. Kandungan karnitin sangat diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh sang bayi agar bayi tumbuh kuat dan sehat.
  6. Hampir semua vitamin yang larut di dalam air seperti asam folat, vitamin B dan vitamin C terkandung dalam ASI
  7. Bolehkah ASI diselingi susu formula? Sebenarnya ASI mengandung mineral yang cukup banyak, sehingga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral bayi yang mampu membantu pembentukan jaringan otot dan rangka, serta transmisi jaringan saraf dan pembekuan darah.
  8. ASI mengandung laktoferin yang berfungsi untuk menjaga kesehatan usus halus bayi
  9. ASI mengandung sel darah putih hidup yang sangat banyak, bahkan jumlahnya bisa mencapai jutaan dalam sekali menyusui bayi. Sel darah putih berfungsi sebagai anti bodi. Dan faktanya, tidak semua susu formula mengandung sel darah putih. Kalaupun ada, kandungan sel darah putinya sudah mati.
  10. Vitamin dan mineral pada ASI ibu cenderung lebih mudah diserap oleh bayi, sedangkan pada susu formula, semakin banyak vitamin dan mineral yang terkandung, maka bayi akan semakin kesulitan mencernanya.

Itulah beberapa ulasan tentang kandungan dalam ASI yang bisa menjawab pertanyaan ibu tentang bolehkah ASI diselingi susu formula. Sehingga menjadi alasan bagi para ibu untuk lebih mempertimbangkan pemberian susu formula kepada sang bayi. Serta memberi kesadaran pada para ibu bahwa ASI merupakan makanan terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya dalam membantu pertumbuhan sang bayi agar tumbuh sehat dan kuat. Jika ibu ingin bayi ibu tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, maka berikanlah ASI eksklusif.

 

Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula

Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula

Beberapa Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula 

Tahukah anda para perempuan khususnya para ibu bahwa ASI merupakan makanan terbaik yang sudah seharusnya diberikan kepada bayi. Namun di zaman modern ini telah banyak bermunculan berbagai macam merek susu formula khusus untuk bayi, tentu ini menjadi solusi bagi para wanita karir. Tapi tahukah anda bahwa terdapat beberapa dampak pemberian ASI diselingi susu formula yang dapat terjadi pada bayi anda. ASI memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, terutama bagi perkembangan fisik dan tingkat kecerdasan anak. Namun pemberian ASI dan susu formula secara bergantian tentu memiliki dampak-dampak signifikan yang akan tampak pada si bayi. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan akibat pemberian ASI dan susu formula secara bergantian:

Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula

  1. Dapat menimbulkan alergi, tidak semua bayi cocok dengan susu formula karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi.
  2. Dampak pemberian ASI diselingi susu formula dapat mengakibatkan gangguan pencernaan pada bayi seperti muntah dan diare. Karena semua zat yang terkandung dalam ASI cenderung bisa diserap dengan baik oleh bayi, jadi tentu saja tidak ada masalah sama sekali. Berbeda dengan kandungan susu formula yang cenderung sulit diserap oleh bayi.
  3. Perkembangan otak bayi jadi tidak maksimal, merupakan salah satu dampak dari dampak pemberian ASI diselingi susu formula. Hal ini disebabkan karena tidak semua susu formula mengandung laktosa seperti yang terkandung dalam ASI kaya akan kandungan laktosa.
  4. ASI mengandung sel darah putih hidup yang bisa berjumlah jutaan dalam sekali menyusui, sel darah putih ini berperan sebagai anti body untuk bayi. Berbeda dengan susu formula, meskipun mengandung sel darah putih, semuanya sudah dalam keadaan mati.
  5. Dampak pemberian ASI diselingi susu formula pada bayi dapat mempercepat gigi anak berlubang. Berbeda dengan ASI yang kandungannya justru memperkuat gigi.
  6. Tidak semua kandungan susu formula bisa dicerna dengan mudah oleh bayi, sehingga membuat organ dalam bayi seperti ginjal bekerja keras untuk mencernanya. Hal ini tentu tidak berlaku bagi ASI semua kandungannya mudah diserap oleh tubuh bayi.
  7. Pemberian susu formula pada bayi secara berlebihan bisa memicu obesitas pada sang bayi kelak.
  8. Kandungan lemak pada ASI sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dengan cepat selama masa pertumbuhan bayi. Sedangkan kandungan lemak pada susu formula tidak seoptimal kandungan lemak pada ASI.
  9. Bayi yang mendapatkan ASI cenderung lebih aktif karena terdapat kandungan karnitin yang berperan dalam proses pembentukan energi.
  10. ASI mengandung vitamin A yang cukup baik untuk membantu kesehatan mata bayi.
  11. Kandungan mineral dalam ASI seperti kalsium memang tidak sebanyak yang terkandung dalam susu formula, namun kandungan kalsium pada ASI lebih mudah diserap oleh bayi ketimbang kalsium pada susu formula.
  12. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung lebih bisa memakan sayur-sayuran di awal usia balita ketimbang anak yang meminum susu formula.

Itulah beberapa dampak pemberian ASI diselingi susu formula, ulasan diatas jelas menunjukkan bahwa kandungan gizi pada ASI jauh lebih baik dari pada kandungan gizi susu formula, sehingga ada baiknya agar para ibu memberikan ASI secara eksklusif ketimbang diselingi susu formula. Pemberian ASI yang diselingi dengan susu formula memang sah-sah saja, namun tetap saja harus sesuai dengan arahan dokter spesialis anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

4 Cara Pemberian ASI dan Susu Formula Pada Bayi

jadwal pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan,bayi minum susu formula sehari berapa kali

4 Cara Pemberian ASI dan Susu Formula pada Bayi yang Harus Diketahui

Air Susu Ibu atau ASI merupakan makanan paling bergizi untuk bayi. Pentingnya hal tersebut maka terus dikampanyekan agar setiap bayi baru lahir diberikan ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan. Kemudian, setelah usia 6 bulan bayi boleh diberikan nutrisi tambahan seperti susu formula. Seorang ibu harus mengetahui cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi agar tidak salah dalam memberikan nutrisi terbaik untuk bayi. Masih ada sebagian ibu yang merasa kebingungan dalam memberikan ASI dan susu formula kepada bayinya. Meskipun sudah dikampanyekan secara global bahwa ASI eksklusif wajib diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan, tetap saja ada ibu yang mulai memberikan susu formula pada bayi yang baru berusia 4 bulan. Hal ini menunjukkan perlu adanya dukungan atau pengawasan dari lingkungan sekitar ibu agar mampu mendukung program ASI eksklusif ini.

Pemberian nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir itu sangat penting karena pada masa bayi terjadi  perkembangan otak yang sangat pesat. Sehingga jika para ibu menginginkan anaknya bisa tumbuh dengan cerdas maka perlu lah memberikan nutrisi terbaik pada masa itu. Kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI berbeda dengan kandungan yang ada susu formula. Oleh karenanya perlu diketahui cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi agar tidak kehilangan nutrisi penting untuk bayi.

 jadwal pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan,bayi minum susu formula sehari berapa kali

  1. ASI eksklusif

Mula-mula bayi baru lahir harus diberikan ASI eksklusif. ASI eksklusif merupakan pemberian air susu ibu saja tanpa adanya tambahan nutrisi lain. Hal ini dikarenakan ASI merupakan nutrisi terbaik untuk anak pada masa itu. Jangka waktu untuk pemberian ASI eksklusif yaitu dari usia 0 hingga 6 bulan. Banyak nutrisi penting yang terkandung di dalam ASI untuk usia bayi yang kurang dari 6 bulan. Salah satunya adalah kolostrum, yang wajib diberikan pada bayi. Kolostrum ini merupakan air susu ibu yang keluar pertama kali dan harus diberikan dalam waktu ½ hingga 1 jam pada bayi yang baru saja lahir. Hal ini karena berguna sebagai antibodi pertama yang diperoleh bayi dari ibunya. Antibodi ini bermanfaat untuk melindungi bayi dari segara penyakit infeksi. Tidak disarankan diberikan susu formula pada usia 0-6 bulan, karena saluran pencernaan bayi belum bisa menyerap nutrisi yang ada di susu formula pada masa itu.

  1. ASI predominan

ASI predominan merupakan cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi dimana ASI diberikan dengan takaran 70% dan susu formula diberikan dengan takaran 30%. ASI dijadikan sebagai sumber nutrisi utama untuk bayi, tetapi bayi juga bisa mendapatkan nutrisi dari sumber lain dalam hal ini adalah susu formula. Cara ini diberikan pada bayi yang berusia 6-12 bulan. Pada masa ini saluran pencernaan bayi sudah bisa mencerna susu formula hanya sampai 20% saja, maka tetap diberikan ASI setiap hari.

  1. ASI partial

Pemberian ASI partial merupakan cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi dengan takaran 50:50. Dalam hal ini permberian ASI sama jumlahnya dengan pemberian susu formula. ASI partial diberikan pada usia 12-18 bulan dimana bayi sudah bisa mendapatkan nutrisi dari selain ASI. Setiap hari pemberian ASI dan susu formula harus seimbang.

  1. ASI sebagian kecil

Cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi dimana ASI hanya diberikan 30% dan susu formula 70%. Cara ini bisa dilakukan pada bayi yang berusia 18-24 bulan karena pada masa ini bayi lebih membutuhkan nutrisi yang ada pada susu formula.

Tips Memilih Merk Susu Formula Bayi Terbaik

merk susu formula bayi terbaik

Tips Memilih Merk Susu Formula Bayi Terbaik

Susu merupakan makanan yang penting untuk bayi yang baru lahir terutama air susu ibu. Pemberian ASI secara eksklusif sudah diwajibkan mulai bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Setelah itu bayi bisa diberi nutrisi tambahan selain ASI yaitu susu formula. Saat ini sudah banyak merk susu formula bayi terbaik yang ditawarkan untuk memenuhi nutrisi tambahan bagi pertumbuhan bayi. Anjuran pemberian nutrisi tambahan ini diberikan pada usia 6 bulan ke atas. Hal ini dikarenakan pada usia setelah 6 bulan saluran pencernaan bayi sudah dipersiapkan untuk menerima nutrisi yang lebih banyak. Namun dalam pemberian nutrisi lain disamping pemberian ASI harus disesuaikan dengan usia bayinya agar pemberian nutrisi bisa lebih maksimal.

Susu formula dibuat dengan kandungan yang hampir mendekati seperti nutrisi yang ada pada ASI. Setiap susu formula yang ada di pasaran berbeda-beda kandungan nutrisinya. Sehingga sebelum memberikan susu formula kepada bayi, hendaknya ibu memilih merk susu formula bayi terbaik yang memiliki kandungan nutrisi hampir mendekati ASI. Pemilihan susu formula harus dilakukan dengan cermat, karena tidak semua bayi menyukai susu formula dan masing-masing memiliki respon berbeda terhadap pemberian susu formula tertentu. Sehingga seorang ibu harus bisa memilih susu formula yang terbaik untuk bayinya, agar bayinya bisa tumbuh dengan baik. Ada beberapa cara untuk bisa memilih merk susu formula yang terbaik untuk bayi, antara lain :

merk susu formula bayi terbaik

  • Kualitas susu formula

Kualitas susu formula merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan karena dalam hal ini sangat menjamin pada hasilnya. Susu formula dalam produksinya harus mengikuti aturan atau standar yang berlaku dalam  hal ini harus mendapat izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Setiap ibu hendaknya memperhatikan susu formula yang akan diberikan untuk bayinya telah mendapat izin BPOM. Jika suatu produk sudah mendapat izin BPOM maka produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

  • Sesuaikan dengan kondisi anak

Merk susu formula bayi terbaik harus dipilih sesuai dengan kondisi anaknya. Kondisi setiap anak berbeda-beda maka dalam memberikan susu formula hendaknya dengan takaran yang bertahap. Hal ini dilakukan agar bisa melihat kemampuan anak dalam menerima makanan barunya dan bisa mengontrol takaran yang pas untuk kondisi anaknya.

  • Sesuai usia anak

Hal yang sangat diperhatikan selanjutnya adalah memilih susu formula yang disesuaikan dengan usia anak. Hal ini disebabkan kandungan nutrisi dari masing-masing susu formula dibedakan berdasakan usia dan hal ini berhubungan dengan kesiapan saluran cerna bayi untuk bisa menyerap nutrisi dari susu formula.

  • Pilih susu formula yang mengandung nutrisi mendekati ASI

Dalam memilih merk susu formula bayi terbaik perlu memilih susu formula yang mengandung nutrisi mendekati dengan nutrisi yang ada dalam ASI. Nutrisi yang kurang lebih terdapat dalam ASI seperti protein 1 gr, lemak 4.2 gr, karbohidrat 7 gr, laktoferin 250-270, vitamin A 60 mcg, vitamin D 0.01 mcg, vitamin C 3.8 mcg, kalsium 35 mg, fosfor 15 mg, besi 76 mcg, natrium 15 mg, Ig A 119.6 mg, Ig G 2.9 mg, Ig M 2.9 mg, lisosin 24.3- 27.5 mg. Para harus bisa memilih susu formula yang memiliki kandungan mendekati ASI agar bayinya dapat mengalami pertumbuhan yang baik.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bisa memilih merk susu formula bayi terbaik agar pertumbuhan bayi dapat berjalan dengan baik. Bayi juga tetap dalam keadaan sehat tanpa ada efek samping akibat dari pemberian susu formula.

Rasa Susu Formula yang Mendekati ASI

Rasa Susu Formula yang Mendekati ASI

Rasa Susu Formula yang Mendekati ASI, Perlu Diperhatikan

Susu bagi seorang bayi adalah makanan yang terbaik untuk dikonsumsi. Salah satu makanan yang terbaik sekaligus yang paling bergizi adalah ASI. Pada usia bayi saat diatas 6 bulan pemberian susu formula sudah diperbolehkan untuk bisa menambah sumber nutrisi tambahan untuk bayi. Biasanya bayi lebih mengenali rasa dari makanan yang baru pertama diberikan. Sehingga butuh penyesuaian terhadap rasa susu formula dan perlu memilih susu dengan rasa susu formula yang mendekati ASI. Susu formula yang baik tentu memiliki nutrisi yang juga mendekati nutrisi ASI. Tidak hanya nutrisi, bayi ternyata lebih mengenali rasanya dan hal ini lah yang kadang membuat bayi menolak untuk minum susu formula karena sudah terbiasa minum ASI. Upaya yang perlu dilakukan seorang ibu dengan hal tersebut adalah ibu perlu memilih susu formula yang memiliki rasa mendekati ASI.

Bayi yang sudah terbiasa diberi ASI akan menolak saat diberikan susu formula pada saat pertama. Penolakan ini karena bayi sudah terbiasa dan lebih mengenal ASI sebagai makanan utamanya maka diperlukan rasa susu formula yang mendekati ASI. Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan mengapa bayi menolak saat diberikan susu formula, antara lain :

Rasa Susu Formula yang Mendekati ASI

  1. Ketika ibu memberikan makanan pendamping ASI yang lebih banyak mengandung kadar glukosa darah, maka bayi akan merasa kenyang. Sehingga saat akan diberikan susu formula bayi bisa saja menolak. Hal ini bisa diatasi dengan memperbaiki pola pemberian komposisi makanan yang sesuai.
  2. Kondisi psikologis juga bisa mempengaruhi penolakan karena dimungkinkan bayi mengingat pengalam yang pernah dialaminya saat akan diberikan susu formula.
  3. Gangguan fisik yang terjadi pada bayi juga bisa mempengaruhinya. Misalnya saat sakit, bayi bisa merasa kesulitan dan akan menolak susu formula.
  4. Hal yang paling mempengaruhi penolakan pemberian susu formula adalah pada rasanya.

Dari beberapa hal tersebut yang sangat mempengaruhi adalah bayi tidak suka dengan rasa dari susu formula. Sehingga perlu diberikan susu dengan rasa susu formula yang mendekati ASI. Cara ini dianggap paling ampuh untuk bisa memberikan nutrisi tambahan bagi bayi karena bayi lebih mengingat rasa dari makanan yang sudah lama diberikan secara terus menerus, meskipun bayi tidak mengetahuinya.

Rasa susu formula yang mendekati ASI bisa lebih diterima oleh bayi, bayi akan lebih mengenal dan menganggapnya sebagai makanan yang biasa dikonsumsinya. ASI memiliki rasa yang kadang juga dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Rasanya berubah-ubah, namun bayi tetap bisa menerima. Susu formula memiliki rasa yang cenderung lebih monoton, sehingga bayi kadang menolak untuk meminum susu formula. Rasa dari susu formula juga kini sudah banyak sekali divariasikan seperti rasa coklat dan vanilla. Rasa tersebut belum dikenali oleh bayi sehingga butuh penyesuaian untuk bisa memberikan susu formula.

Upaya untuk menambah nutrisi tambahan untuk bayi memang banyak sekali yang akan mempengaruhi atau menghambat. Tetapi, dengan melakukan suatu pelatihan pada bayi agar bisa minum susu formula. Lebih baik memberikan susu dimana rasa susu formula yang mendekati ASI. Namun, untuk menemukan susu yang demikian diperlukan usaha ekstra. Sehingga untuk membuat bayi terbiasa maka perlu dilakukan pelatihan minum susu formula. Mulanya dengan cara pemberian takaran susu formula yang sedikit demi sedikit. Hal ini dilakukan untuk bisa membiasakan diri sebagai proses adaptasi.

4 Merk Susu Formula yang Kandungannya Mendekati ASI

4 Merk Susu Formula yang Kandungannya Mendekati ASI

4 Merk Susu Formula yang Kandungannya Mendekati ASI

Makanan paling bergizi dan terbaik untuk bayi baru lahir tetaplah Air Susu Ibu (ASI). Semua menyetujui bahwa perlu diberikan ASI ekslusif untuk bayi baru lahir sampai usianya mencapai 6 bulan. Setelah usianya mencapai 6 bulan barulah bayi boleh diberi susu formula sebagai pendamping ASI. Kadang ibu mengalami kesulitan untuk memilih merk susu formula yang kandungannya mendekati ASI. Hal ini dikarenakan banyaknya produk susu formula yang kini dipasarkan dan minimnya pengetahuan atau pemahaman ibu tentang kandungan dari susu formulanya yang bisa mendekati ASI. Sehingga sang ibu harus bisa memilih susu formula yang terbaik untuk bayinya dan pemberiannya dapat berdampingan dengan pemberian ASI.

4 Merk Susu Formula yang Kandungannya Mendekati ASI

Susu formula merupakan susu yang berasal dari hasil olahan susu sapi, lalu diproses dan diubah komposisinya agar bisa dikonsumsi oleh bayi dimana pemberiannya bisa berdampingan dengan ASI. Kandungan dari masing-masing susu formula yang beredar di pasaran pun berbeda-beda. Hal ini karena dalam proses pengolahannya setiap masing-masing perusahaan susu formula memiliki cara yang berbeda-beda. Saat ini sudah banyak perusahaan menawarkan merk susu formula yang kandungannya mendekati ASI. Berikut ada beberapa pilihan susu formula bagi ibu agar menjadi nutrisi terbaik untuk anaknya, antara lain :

  1. Bebelove 2

Susu ini bisa diberikan untuk bayi yang sudah menginjak usia 6-12 bulan sebagai nutrisi tambahan pendamping ASI. Bebelove 2 ini mengandung prebiotik FOS yang berguna untuk memelihara saluran pencernaan bayi. Ada kandungan lactoferrin yang berguna untuk meningkatkan imunitas dari bayi. Kemudian mengandung kalsium, zat besi, vitamin, dan mineral yang membuat susu formula ini merupakan merk susu formula yang kandungannya mendekati ASI.

  1. Morinaga Chil Mil

Morinaga Chil Mil merupakan salah satu susu formula yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang berusia 6-12 bulan. Susu ini cukup berguna sebagai susu pendamping ASI, sehingga dapat membantu ibu dalam memberikan nutrisi tambahan untuk bayi dengan susu yang terjamin kandungannya. Susu ini mengandung DHA, AA, kalsium laktoferin, laktulosa, dan kolin. Nutrisi tersebut dapat membantu pertumbuhan anak dan membantu menjaga kesehatan gigi dan tulangnya karena terdapat kandungan kalsiumnya.

  1. Nutribaby Royal Pronutra 2

Susu formula untuk tingkat lanjut ini dibuat khusus sebagai nutrisi pendamping ASI untuk bayi usia 6-12 bulan. Merk susu formula yang kandungannya mendekati ASI mengandung FOS dan GOS, AA, DHA, Prebiotik, 18 Vitamin dan 12 mineral. Zat gizi tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan bayi. Selain itu, ada kandungan protein susu yang disebut dengan whey yang sudah didemineralisasi yang sangat berguna untuk melindungi bayi saat proses pencernaan.

  1. Nutribaby Soya 2

Nutribaby Soya ini dibuat khusus untuk menjawab kasus dari bayi yang alergi terhadap jenis susu lain. Susu formula ini dibuat dengan menggunakan isolat protein kedelai dengan keterangan intoleran terhadap laktosa, protein susu sapi, dan menderita galaktosemia. Susu ini baik untu dikonsumsi oleh bayi yang berusia 6-12 bulan. Nutrisi yang terkandung di dalam susu formula ini berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, maltodekstrin, minyak nabati, minyak sel tunggal, minyak ikan tanpa tambahan sukrosa atau laktosa.

Susu formula tersebut bisa memberikan nutrisi tambahan selain dari ASI. Ibu bisa menambahkan merk susu formula yang kandungannya mendekati ASI ini untuk bisa memberikan nutrisi tambahan yang berguna untuk pertumbuhan bayinya.

Ciri Ciri Bayi Tidak Cocok Minum Susu Formula

Ciri Ciri Bayi Tidak Cocok Minum Susu Formula

Ciri Ciri Bayi Tidak Cocok Minum Susu Formula

Masa kecil merupakan masa emas, khususnya pada usia bayi. Masa-masa ini merupakan masa dimana adanya perkembangan dan pertumbuhan pada bayi. Dengan demikian, asupan yang masuk ke dalam tubuh bayi pun tidak boleh sembarangan. Usia ini dimana bayi diberikan asupan ASI dan susu formula. Namun, tidak semua bayi cocok dengan susu formula. Untuk itu, perlu Anda ketahui ciri ciri bayi tidak cocok minum susu formula. Dengan memperhatikan ciri-ciri ini, Anda bisa dengan sigap memberhentikan asupan susu formula pada anak. Selain itu, dengan mendeteksi lebih awal akan lebih mudah untuk mencegah adanya efek samping lain bagi bayi yang tidak cocok mengonsumsi susu formula. Berikut adalah ciri-ciri bahwa bayi Anda tidak cocok untuk mengonsumsi susu formula:

Ciri Ciri Bayi Tidak Cocok Minum Susu Formula

Adanya Gangguan Pencernaan

Ciri ciri bayi tidak cocok minum susu formula yang pertama adalah timbulnya gangguan pencernaan pada bayi. Hal ini biasanya muncul setelah Anda memberikan susu formula pada sang bayi. Adanya gangguan pencernaan ini dapat dideteksi sejak awal. Jika bayi Anda sering buang angin dalam intensitas yang kurang wajar, kembung pada perut, hingga muntah-muntah maka Anda harus mencurigai adanya ketidakcocokan pada susu formula. Untuk itu, hentikan pemberian susu formula. Selain itu, Anda juga bisa lebih memastikan bahwa bayi Anda tidak cocok dengan susu formula jika ia buang air lebih dari 3 kali dalam sehari dan mengeluarkan feses lebih keras atau lebih cair dengan cairan seperti warna hijau atau bahkan mengeluarkan darah.

Timbulnya Alergi Pada Kulit

Untuk ciri ciri bayi tidak cocok minum susu formula lainnya adalah jika adanya alergi pada kulit. Alergi terhadap susu formula pada kulit ini biasanya dapat dideteksi dengan tanda-tanda adanya bintik ataupun bisul pada bagian wajah bayi. Area yang biasa terdapat bintik hingga bisul ini biasanya terdapat pada pipi atau telinga. Ciri lainnya menandakan bahwa bayi yang tidak cocok pada susu formula adalah dengan adanya ketombe ataupun bekas hitam seperti gigitan nyamuk pada kulit kepala. Jika menemukan ruam popok, hal ini juga bisa menandakan bahwa bayi Anda alergi atau tidak cocok pada susu formula yang diberikan.

Adanya Gangguan Pada Lidah

Ciri ciri bayi tidak cocok minum susu formula bisa Anda lihat pada bagian lidahnya. Jika lidah bayi Anda berwarna putih pada bagian tengahnya dan terlihat ada seperti jamur, maka Anda harus mencurigai susu formula yang telah diberikan. Bisa jadi susu formula yang Anda berikan kepada bayi Anda tidak cocok. Selain itu, Anda juga bisa melihat apakah bibir bayi Anda terlihat kering dan berwarna lebih gelap pada bagian tengahnya. Jika terdapat kedua ciri ini, maka sudah dipastikan bayi Anda tidak cocok dengan susu formula yang telah diberikan.

Timbulnya Gangguan Pernapasan

Jika Anda menemukan bayi Anda mengalami pernapasan yang tidak teratur setelah diberikan susu formula, maka bisa jadi ini menjadi salah satu ciri bahwa bayi Anda tidak cocok dengan susu formula. Gangguan pernapasan ini bisa dilihat jika bayi Anda mendengkur dengan gangguan pernapasan lainnya, seperti batuk pada pagi dan malam hari. Untuk itu, hal ini menjadi salah satu ciri ciri bayi tidak cocok minum susu formula yang harus Anda perhatikan. Dengan adanya ciri-ciri sebelumnya beserta dengan gangguan pernapasan, maka Anda bisa mencoba untuk menghentikan pemberian susu formula. Namun, jika masih berlangsung Anda bisa langsung menghubungi dokter untuk penanganan lebih jauh.