Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula

Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula

Beberapa Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula 

Tahukah anda para perempuan khususnya para ibu bahwa ASI merupakan makanan terbaik yang sudah seharusnya diberikan kepada bayi. Namun di zaman modern ini telah banyak bermunculan berbagai macam merek susu formula khusus untuk bayi, tentu ini menjadi solusi bagi para wanita karir. Tapi tahukah anda bahwa terdapat beberapa dampak pemberian ASI diselingi susu formula yang dapat terjadi pada bayi anda. ASI memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, terutama bagi perkembangan fisik dan tingkat kecerdasan anak. Namun pemberian ASI dan susu formula secara bergantian tentu memiliki dampak-dampak signifikan yang akan tampak pada si bayi. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan akibat pemberian ASI dan susu formula secara bergantian:

Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula

  1. Dapat menimbulkan alergi, tidak semua bayi cocok dengan susu formula karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi.
  2. Dampak pemberian ASI diselingi susu formula dapat mengakibatkan gangguan pencernaan pada bayi seperti muntah dan diare. Karena semua zat yang terkandung dalam ASI cenderung bisa diserap dengan baik oleh bayi, jadi tentu saja tidak ada masalah sama sekali. Berbeda dengan kandungan susu formula yang cenderung sulit diserap oleh bayi.
  3. Perkembangan otak bayi jadi tidak maksimal, merupakan salah satu dampak dari dampak pemberian ASI diselingi susu formula. Hal ini disebabkan karena tidak semua susu formula mengandung laktosa seperti yang terkandung dalam ASI kaya akan kandungan laktosa.
  4. ASI mengandung sel darah putih hidup yang bisa berjumlah jutaan dalam sekali menyusui, sel darah putih ini berperan sebagai anti body untuk bayi. Berbeda dengan susu formula, meskipun mengandung sel darah putih, semuanya sudah dalam keadaan mati.
  5. Dampak pemberian ASI diselingi susu formula pada bayi dapat mempercepat gigi anak berlubang. Berbeda dengan ASI yang kandungannya justru memperkuat gigi.
  6. Tidak semua kandungan susu formula bisa dicerna dengan mudah oleh bayi, sehingga membuat organ dalam bayi seperti ginjal bekerja keras untuk mencernanya. Hal ini tentu tidak berlaku bagi ASI semua kandungannya mudah diserap oleh tubuh bayi.
  7. Pemberian susu formula pada bayi secara berlebihan bisa memicu obesitas pada sang bayi kelak.
  8. Kandungan lemak pada ASI sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dengan cepat selama masa pertumbuhan bayi. Sedangkan kandungan lemak pada susu formula tidak seoptimal kandungan lemak pada ASI.
  9. Bayi yang mendapatkan ASI cenderung lebih aktif karena terdapat kandungan karnitin yang berperan dalam proses pembentukan energi.
  10. ASI mengandung vitamin A yang cukup baik untuk membantu kesehatan mata bayi.
  11. Kandungan mineral dalam ASI seperti kalsium memang tidak sebanyak yang terkandung dalam susu formula, namun kandungan kalsium pada ASI lebih mudah diserap oleh bayi ketimbang kalsium pada susu formula.
  12. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung lebih bisa memakan sayur-sayuran di awal usia balita ketimbang anak yang meminum susu formula.

Itulah beberapa dampak pemberian ASI diselingi susu formula, ulasan diatas jelas menunjukkan bahwa kandungan gizi pada ASI jauh lebih baik dari pada kandungan gizi susu formula, sehingga ada baiknya agar para ibu memberikan ASI secara eksklusif ketimbang diselingi susu formula. Pemberian ASI yang diselingi dengan susu formula memang sah-sah saja, namun tetap saja harus sesuai dengan arahan dokter spesialis anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

4 Cara Pemberian ASI dan Susu Formula Pada Bayi

jadwal pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan,bayi minum susu formula sehari berapa kali

4 Cara Pemberian ASI dan Susu Formula pada Bayi yang Harus Diketahui

Air Susu Ibu atau ASI merupakan makanan paling bergizi untuk bayi. Pentingnya hal tersebut maka terus dikampanyekan agar setiap bayi baru lahir diberikan ASI eksklusif dari usia 0-6 bulan. Kemudian, setelah usia 6 bulan bayi boleh diberikan nutrisi tambahan seperti susu formula. Seorang ibu harus mengetahui cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi agar tidak salah dalam memberikan nutrisi terbaik untuk bayi. Masih ada sebagian ibu yang merasa kebingungan dalam memberikan ASI dan susu formula kepada bayinya. Meskipun sudah dikampanyekan secara global bahwa ASI eksklusif wajib diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan, tetap saja ada ibu yang mulai memberikan susu formula pada bayi yang baru berusia 4 bulan. Hal ini menunjukkan perlu adanya dukungan atau pengawasan dari lingkungan sekitar ibu agar mampu mendukung program ASI eksklusif ini.

Pemberian nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir itu sangat penting karena pada masa bayi terjadi  perkembangan otak yang sangat pesat. Sehingga jika para ibu menginginkan anaknya bisa tumbuh dengan cerdas maka perlu lah memberikan nutrisi terbaik pada masa itu. Kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI berbeda dengan kandungan yang ada susu formula. Oleh karenanya perlu diketahui cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi agar tidak kehilangan nutrisi penting untuk bayi.

 jadwal pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan,bayi minum susu formula sehari berapa kali

  1. ASI eksklusif

Mula-mula bayi baru lahir harus diberikan ASI eksklusif. ASI eksklusif merupakan pemberian air susu ibu saja tanpa adanya tambahan nutrisi lain. Hal ini dikarenakan ASI merupakan nutrisi terbaik untuk anak pada masa itu. Jangka waktu untuk pemberian ASI eksklusif yaitu dari usia 0 hingga 6 bulan. Banyak nutrisi penting yang terkandung di dalam ASI untuk usia bayi yang kurang dari 6 bulan. Salah satunya adalah kolostrum, yang wajib diberikan pada bayi. Kolostrum ini merupakan air susu ibu yang keluar pertama kali dan harus diberikan dalam waktu ½ hingga 1 jam pada bayi yang baru saja lahir. Hal ini karena berguna sebagai antibodi pertama yang diperoleh bayi dari ibunya. Antibodi ini bermanfaat untuk melindungi bayi dari segara penyakit infeksi. Tidak disarankan diberikan susu formula pada usia 0-6 bulan, karena saluran pencernaan bayi belum bisa menyerap nutrisi yang ada di susu formula pada masa itu.

  1. ASI predominan

ASI predominan merupakan cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi dimana ASI diberikan dengan takaran 70% dan susu formula diberikan dengan takaran 30%. ASI dijadikan sebagai sumber nutrisi utama untuk bayi, tetapi bayi juga bisa mendapatkan nutrisi dari sumber lain dalam hal ini adalah susu formula. Cara ini diberikan pada bayi yang berusia 6-12 bulan. Pada masa ini saluran pencernaan bayi sudah bisa mencerna susu formula hanya sampai 20% saja, maka tetap diberikan ASI setiap hari.

  1. ASI partial

Pemberian ASI partial merupakan cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi dengan takaran 50:50. Dalam hal ini permberian ASI sama jumlahnya dengan pemberian susu formula. ASI partial diberikan pada usia 12-18 bulan dimana bayi sudah bisa mendapatkan nutrisi dari selain ASI. Setiap hari pemberian ASI dan susu formula harus seimbang.

  1. ASI sebagian kecil

Cara pemberian ASI dan susu formula pada bayi dimana ASI hanya diberikan 30% dan susu formula 70%. Cara ini bisa dilakukan pada bayi yang berusia 18-24 bulan karena pada masa ini bayi lebih membutuhkan nutrisi yang ada pada susu formula.